Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 140 Travelling


__ADS_3

Zorra dengan penuh kesabaran mengikuti apa yang diinginkan oleh Tantri. Seperti tidak kenal rasa lelah, laki-laki itu terus mendampingi istrinya, bahkan ketika gadis itu menolak naik gondola dan mengajak suaminya untuk mendaki bukit kecil berselimut salju. Mengingat, fisik Tantri yang sejak masih duduk di High Junior School tahan banting, tanpa banyak pertimbangan Zorra mengabulkan permintaan itu.


"Kak Zorra... kita ambil foto selfie berdua yukk... Sudah lama Tantri tidak memasang status di media sosial. Kita harus umumkan jika kita adalah pasangan yang bahagia.." secara tiba-tiba Tantri mengajak suaminya untuk berfoto bersama. Hal itu sebelumnya tidak pernah dilakukan oleh gadis itu. Sesaat Zorra tertegun, tetapi laki-laki itu mengabaikan pikirannya dan mengikuti kehendak gadis itu.


"Di balik batu itu saja honey, agar pucuk pinus yang tertutup salju menjadi back ground di belakang kita.." jari tangan Zorra menunjuk ke tempat yang tidak jauh dari tempat mereka saat ini.


"Ayukk kak.." dengan wajah bersinar, Tantri segera menarik tangan Zorra.


Pasangan suami istri itu menuju ke tempat yang mereka tuju. Beberapa saat Zorra mengeluarkan kamera saku, dan menggunakan tangannya, laki-laki itu mengambil gambar mereka berdua. Hal itu berlangsung beberapa saat, dan terlihat Tantri sangat puas dan merasa senang sekali,. Menyadari hal itu, Zorra tersenyum lembut, dan sepertinya kebahagiaan istrinya saat ini menjadi goal yang laki-laki itu tuju.


"Agak geser ke kanan honey..., kita ambil space tengah. Tapi honey aku ambil foto sendiri, bagus untuk profil.." melihat ada tanah lapang, dengan kiri kanan deretan pinus berselimut salju, Zorra tampak memiliki ide.


"Okay kak.." dengan senang hati, gadis itu menurut.


Tidak lama kemudian, keduanya kembali mengambil beberapa gambar. Setelah merasa puas menikmati pemandangan di tempat itu, dan beberapa foto sudah berhasil mereka take, akhirnya Zorra mengajak istrinya kembali.


"Honey... hari sudah menjelang sore sayang. Akan sangat bahaya, jika kita tetap berada di tempat ini.. Bisa turun badai salju, dan kita akan terjebak disinu. Ada baiknya, kita harus segera kembali ke area aman, dan secepatnya menuju ke hotel tempat kita menginap." dengan lembut dan hati-hati, Zorra mengajak istrinya,


Sesaat Tantri melihat ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Waktu memang sudah menunjukkan pukul dua p.m, dan gadis itu tahu akan resiko yang akan mereka hadapi jika tetap bertahan di tempat tersebut. Sejenak kening gadis itu berkerut...


"Benar kak Zorra... tetapi apakah kita memiliki cukup waktu untuk sampai ke tempat yang aman dengan berjalan kaki saja kak.." dengan rasa khawatir, akhirnya Tantri bertanya pada suaminya,

__ADS_1


"Hempphh... tidak aku duga, ternyata istriku juga punya rasa gamang, ada rasa takut.." Zorra malah tersenyum memberikan tanggapan.


"Hhhhhhh... kok kak Zorra seperti ini sih.. Tantri bener bener takut kak, tadi terlalu impulsive ketika mengajak kak Zorra ke tempat ini. Tanpa mempertimbangkan waktu, dan resiko kita langsung menuju ke tempat ini. Bagaimana ini kak..?" Tantri betul-betul merasa khawatir. Apalagi melihat respon suaminya yang tetap tenang, seakan tidak mempertimbangkan resiko yang akan mereka hadapi.


"Memang siapa yang akan mengajak istriku yang cantik ini, yang selalu pura-pura merasa kuat untuk kembali berjalan kaki.." laki-laki itu malah tersenyum misterius.


Tantri menjadi bingung dengan tanggapan yang diberikan suaminya. Gadis itu hanya mengerutkan kening, dengan menatap bingung ke arah suaminya.. Tiba-tiba Zorra mendekat, dan memeluk istrinya.


"Kita tunggu beberapa menit lagi.. Akan ada jet sky yang datang kesini untuk menjemput kita sayang.. Tenanglah.." dengan tenang, laki-laki itu akhirnya memberi tahu apa yang akan mereka lakukan,


Gadis itu menatap ke arah suaminya dengan tidak percaya. Selalu dibelakangnya, laki-laki itu berusaha untuk memastikan jika dirinya akan selalu aman jika bersamanya,


"Tidak usah menatap suamimu seperti ini honey. Memang sejak dulu suamimu ini sudah ganteng, tampan, dan sekarang malah bertambah bukan kegantengannya.." Zorra malah mengerling, dan menggoda gadis itu,.


"Ha.. ha.. ha..., aku menyerah istriku.." Zorra tertawa terbahak-bahak, mendengan respon jawaban yang diberikan oleh istrinya.


Laki-laki itu malah semakin mendekap erat istrinya, dan mereka berdiri sambil menunggu jemputan mereka.


****************


Beberapa Saat kemudian...

__ADS_1


Satu tumbler berisi coklat panas tampak mengepul, dan dengan sabar Zorra memegangi di depan mulut istrinya. Tantri menyesapnya beberapa teguk, kemudian dengan telapak tangannya menolak minuman itu.


"Kenapa honey... coklat panas ini bisa menetralisir perut sayang, sampai kita sampai di hotel. Apalagi sudah berjam-jam kita berada di luar bukan.." sangat peduli dengan kesehatan istrinya, Zorra berusaha merayu gadis itu untuk menghabiskan minuman tersebut,


"Iya kak.., Tantri oaham, Tetapi tidak tahu kenapa, tiba-tiba saja perut Tantri merasa mual kak, seperti begah.." bukannya menolak, gadis itu memberi alasan penolakannya.


Kening Zorra berkerut, dan segera memberikan tumbler pada pengawal, yang ikut di dalam mobil yang menjemput pasangan suami istri itu. Tatapan laki-laki itu juga memindai ke  wajah istrinya..


"Apa honey selama ini punya gejala penyakit maag.. Karena jika asam lambung naik, memang sering terjadi, apalagi jika perut dalam keadaan kosong.. Untuk sementara, kenakan aroma theraphy ini dulu sayang.." Zorra mengeluarkan peppermint kemudian mengusapkan pada beberapa titik di belakang telinga istrinya.


"Tuan.. ini ada teh manis panas.. Apakah Miss Tantri mau mencobanya..?" dari kursi depan, pengawal Zorra menawarkan minuman teh.


"Berikan padaku..!" tanpa menunggu, Zorra segera meminta minuman itu.


Setelah tumbler berada di tangan laki-laki itu, dengan sigap Zorra membuka dan memberikan pada istrinya. Tidak diduga ternyata Tantri merasa nikmat dengan minuman itu, dan mengambil tumbler untuk dipegangnya sendiri. Setelah gadis itu menutup kembali tumbler..


"Bagaimana honey, apakah masih terasa mualnya..?" dengan penuh perhatian, Zorra kembali bertanya tentang keadaan istrinya.


"Syukurlah kak.. rasa mualnya sudah mulai hilang. Teh nya sangat nikmat, ada aroma melati. Tantri jadi teringat negara kita kak, karena di negara Indonesia, teh sangat dominan wangi melati. tidak seperti teh yang kita dapatkan di luar negeri.." sambil tersenyum Tantri menjawab.


"Hempphh syukurlah.. Aku memang memerintah pada pengawal, untuk selalu membawa teh Pekalongan untuk pilihan minuman. Sekarang honey istirahatlah dulu, pejamkan mata dulu barang sejenak. Mobil akan langsung ke rumah sakit, untuk memeriksa mualmu. Jangan sampai terlambat.." Tantri terkejut mendengar jawaban suaminya.

__ADS_1


Tetapi gadis itu juga tahu, jika tidak akan ada manfaatnya menolak ajakan dari laki-laki itu. Akhirnya tanpa memilih, Tantri memejamkan matanya, dan Zorra menyandarkan kepala gadis itu di pundaknya. Selimut kecil digunakan Zorra untuk menahan dingin, meskipun di dalam mobil itu sudah dilengkapi dengan penghangat.


************


__ADS_2