Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 110 Serangan


__ADS_3

Beberapa saat kemudian..


Mata Chang terbelalak, karena dengan keisengannya melakukan run, aplikasi yang di create nya sendiri, ternyata mampu menembus file-file serta link yang disembunyikan pada komputer Celine.. Link-link alamat email, dimana selama ini gadis itu mengirimkan data, maupun program bisa terdeteksi olehnya. Tetapi Chang diam saja, karena belum begitu percaya sepenuhnya dengan Dion, dan Peter, Chang sengaja merahasiakan sendiri apa yang saat ini dilakukannya..


"Aku akan memberi pelajaran pada Celine, tanpa siapapun yang tahu.. Kesalahan terbesar gadis itu adalah sudah berani mencelakakan Tantri. Tanggung jawab  besarku untuk menjaga, dan melindungi Tantri. Malah kali ini, aku tidak bisa menyelamatkan dan berbuat apapun untuknya.." Chang berbicara dalam hati,


Mata laki-laki itu menyipit, dan dengan cepat memindahkan data pada sistem Cloud yang dimilikinya, sehingga semua yang ada di dalam ruangan ini, tidak mengetahui tentang penemuannya. Chang berencana, setelah sampai di paviliun, baru akan memberi tahu John serta Fujitora tentang penemuan ini.


"Sudah hampir finish... setelah itu aku akan mengunci semua platform, dan juga akses untuk masuk ke dalam sistem ini. Aku akan melihat bagaimanan reaksi iblis betina itu, apakah memiliki keberanian untuk bertanya kepadaku. Karena aku yakin, DIon serta Peter akan memberitahunya, siapa yang sudah mengobrak abrik perangkat komputernya dalam ruangan ini.." Chang tersenyum smirk, dengan pemikirannya sendiri.


"Are you okay Chang... aku tidak bisa menemukan apapun. Hanya beberapa hard file, dan juga hard disk esternal akan aku amankan.." dari posisinya, John bertanya pada Chang,


"I.m okay John... tunggulah aku beberapa detik lagi, aku akan menyelesaikan semuanya.." tanpa melihat ke arahnya, Chang memberikan tanggapan atas pertanyaan  John.


Fujitora tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepala. Laki-laki itu sudah mengenal bagaimana pola kerja Chang, laki-laki yang dikenalnya sebagai pekerja keras itu. Chang tidak begitu  banyak bicara, tetapi bekerja secara efektif, dan akan membawa hasil yang menggembirakan,


"Kita tunggu sebentar John... sambil kita merapikan temuan kita. Aku yakin, Ms. Rebecca akan memaklumi apa yang kita lakukan, mengingat Tantri datang dan join di laboratorium ini, karena bersama dengan kita." Fujitora mempertegas, seakan ingin memberi peringatan pada Peter serta Dion, agar memaklumi apa yang mereka lakukan.


"Iya.. lakukan sesuka hati kalian.. Meskipun aku, juga Celine berada di tempat ini, jauh lebih lama dari kalian berempat, tetapi keberadaan kalian lebih diperhatikan daripada kami.." rupanya Peter menyadari perkataan yang diucap oleh Peter.

__ADS_1


"Tidak begitu juga Peter, tahan bicaramu. Mereka tidak bermaksud untuk berbicara sarkasme pada kita, hanya mempertegas saja. Posisi Tantri pada kelompok mereka, bukan hal main-main, dan tidak bisa diremehkan. Apalagi, kehilangannya bertepatan dengan karya tim mereka di launching.. Untuk itu, kita harus membiarkan mereka untuk melakukan apapun.." Donnie yang sudah mengenal Peter, dan Dion berusaha untuk menetralisir keadaan,


Tidak ada yang bicara lagi, semuanya hanya terdiam begitu Donnie berpendapat. Dan hal itu bertepatan dengan diselesaikannya duplikasi data, dan penguncian Chang pada perangkat komputer Celine. Chang tersenyum, kemudian..


"Guys... kita mungkin sudah terlalu lama dalam unit kerja ini, dan kita sudah terlalu lama mengganggu pekerjaan Dion serta Peter. Kita kembali ke ruangan kita sekarang yuk.., dan aku mohon sampaikan pada Celine, jika gadis itu merasa sulit untuk mengakses beberapa aplikasi, dan sistem informasi.." seakan memberikan kesempatan pada Celine untuk mencari dirinya, Chang berdiri dan menyampaikan beberapa kata pada semua yang ada di dalam ruangan,


"Baik Chang... aku sendiri yang akan menyampaikan pada Celine.." dengan cepat Donnie memberikan tanggapan.


Karena Chang sudah berdiri, akhirnya Peter dan Dion mengikuti laki-laki itu di belakangnya. Mereka berjalan beriringan, keluar dari ruang kerja tersebut.


***************


Tantri yang sudah tersadar, hanya berdiri mengikuti arahan orang-orang yang menculiknya. Rupanya orang-orang itu sedang menunggu kedatangan fast boat, yang akan membawa mereka keluar dari island tersebut. Orang-orang itu terlihat tidak sabar menunggu kedatangan fast boat, karena sejak tadi beberapa melihat dengan menggunakan teropong pengintai, diarahkan ke lautan lepas yang ada di depannya..


"Bagaimana... apakah sudah terlihat penjemputan untuk kita..?" seorang laki-laki berjaket, bertanya pada laki-laki yang memegang teropong.


"Belum... lha tadi bagaimana kalian memanggil mereka. Kita sudah mati-matian berusaha, untuk membawa gadis ini menuju ke pantai, ternyata mereka malah tidak siap. Malas, bekerja dengan orang-orang yang tidak tanggap pada keadaan darurat.." laki-laki yang membawa teropong itu tampak menggerutu.


"Kita tunggu beberapa saat, karena tidak mungkin untuk menggunakan heli untuk bisa sampai di island ini. Keberadaan kita akan langsung terdeteksi, karena ada larangan bagi siapapun kecuali para petinggi PBB, untuk membawa heli ke island ini.." salah satu dari mereka menyahut.

__ADS_1


Tantri hanya diam seribu bahasa, gadis itu tidak mau berkomentar apapun. Hanya dalam hati, meskipun kesempatan itu hanya kecil, gadis itu berdoa semoga ada yang akan datang untuk menyelamatkannya. Untuk itu, sejak tadi meskipun orang-orang yang membawanya ribut, dirinya tetap diam saja.


"Keamanan di dalam laboratorium  betul-betul buruk.. Atau memang begitu adanya, penghargaan pada laboran tidak ada sama sekali. Mereka membayar kita dengan mahal, tetapi semua menjadi urusan kita sendiri jika terjadi sesuatu.." dalam kediamannya, Tantri berpikir sendiri.


"Mungkin hal inilah yang menyebabkan Rheina kekasih Donnie tidak ada lagi beritanya sampai dengan sekarang. Anggap saja gadis itu sudah dibebaskan dari sistem yang bobrok.., meskipun namanya menjadi hancur.." gadis itu masih terus berpikir.


"Broomm.... broomm...." tiba-tiba terdengar suara fast boat menderu.


Ternyata bukan hanya fast boat yang mendekat ke dermaga kecil dimana Tantri dan penculiknya berada, beberapa motor jet ski juga tampak mengikuti di belakangnya. Menyadari hal itu, para penculik Tantri berlari keluar. Wajah mereka terlihat senang, berpikir jika yang menjemput mereka sudah datang ke tempat itu. Tetapi...


"Dor... dor... dor... bluammm..." suara tembakan terdengar, dan mobil yang tadi membawa Tantri dan ke empat laki-laki yang bersamanya mengeluarkan asap. Dengan tembakan bom, mobil itu terbakar dan hancur berkeping-keping. Sesaat muncul senyuman di bibir Tantri, berharap jika hal itu adalah pertolongan yang datang pada dirinya,


"Amankan gadis itu... dengan membawanya kita masih bisa menggunakannya sebagai sandera..." Tantri mendengar suara dari salah satu penculik,


Mendengar hal itu, tidak ada pilihan lain bagi Tantri selain mencari keselamatan. Gadis itu sontak berdiri, dengan kedua tangan terikat di belakang, Tantri berlari menuju ke arah luar, ingin meminta bantuan pada para penyerang itu.,


"Jangan biarkan gadis itu kabur... Dorr..." terdengar teriakan dari dalam.


Tiba-tiba sebuah tembakan di arahkan, dan Tantri hanya merasa ada rasa panas di sisi pahanya, dan tidak lama kemudian tubuh gadis itu ambruk...

__ADS_1


*************


__ADS_2