
Tantri menikmati kelezatan Nikku Udon tanpa berhenti, sampai kuah udon habis di mangkoknya. John tersenyum, kemudian menambahkan nori, tempura ke mangkok gadis itu. Tantri mengangkat wajahnya, namun John hanya tersenyum. Karena merasa masih lapar, gadis itu segera menghabiskannya tanpa bicara. Sesaat kemudian...
"Malam ini kita akan menginap dimana Chen..., apakah kamu sudah booking kamar kita untuk menginap." Fujitora bertanya pada Chen.
"Jangan khawatir Fuji... aku sudah memesan empat kamar untuk kita. Masing-masing mendapatkan satu kamar, hanya saja kita memiliki akses ke fasilitas hotel di satu tempat. Semacam villa lah, kamar yang aku sewa.." sambil mengunyah makanannya, Chen memberikan tanggapan.
"Baguslah... aku pikir kamu tidak menyewa kamar, dan memaksa kita untuk kembali ke pulau Shikoku malam ini juga.." John ikut menimpali.
"Ha.. ha.. ha.., jangan suka berburuk sangkalah padaku. Aku tidak akan segila itu...." Chen malah tertawa lebar, mendengar pikiran buruk teman-temannya,
Tantri tetap diam saja, gadis itu mengambil gelas minumannya, dan meneguk teh oolong yang sudah dalam keadaan hangat itu. Sebagai pendatang, dan keberadaannya di negara ini sebagai tamu undangan, Tantri memang tidak banyak berperan. Tiba-tiba...
"Bip..." ponsel Tantri tiba-tiba berkedip, demikian juga dengan ketiga ponsel tiga laki-laki itu.
Mereka saling berpandangan, karena kaget dengan notifikasi bersamaan. Tidak mau berada dalam kebingungan, Tantri mengangkat ponselnya, dan melihat ada notifikasi dari bank yang digunakannya. Terlihat ada aliran kas masuk sebesar 1.5 milliar jika dirupiahkan, dan gadis itu terkejut...
"Itu dana dari organisasi yang menyewa kita Tantri.. Itu baru pembayaran awal, jika sudah finished, dan prothotype kita sudah kelar, akan ada aliran dana masuk lagi. Belum lagi, jika sudah diuji cobakan.., kita juga akan mendapatkan hak royalti dari karya ciptaan kita.." Chen tersenyum menjelaskan. Rupanya laki-laki itu sudah terbiasa, sehingga tidak kaget seperti gadis itu.
"Ciptaan kita akan banyak membantu kaum disable, agar mereka lebih mandiri dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Biasanya kaum disable akan merasa rendah diri, karena merasa tidak bermanfaat. Namun dengan adanya alat ciptaan kita, mobilisasi mereka akan menjadi lebih mudah..." Fujitora menjelaskan,
__ADS_1
Gadis itu masih terdiam, mencoba mencerna perkataan dari teman-temannya. Ketiga laki-laki itu sampai menoleh ke arahnya, karena sejak tadi tidak terlihat ada respon dari gadis itu.
"Kenapa kamu malah diam saja Tantri... apakah dana itu masih terlalu sedikit. Jika iya, aku akan menghubungi pada Ketua Organisasi, agar menambah nominal uangnya.." Chen terlihat khawatir melihat respon Tantri.
"Mmppphh... tidak Chen. Aku malah tidak percaya, dengan nominal uang ini. Biasanya aku mendapatkan uang dari papaku, saat ini ternyata aku sudah menghasilkan uang sendiri. Dan nilai ini tidak sedikit.." gadis itu tersenyum, mencoba menjelaskan apa yang terjadi padanya.
Fujitora dan John ikut tersenyum mendengar jawaban polos dari gadis itu.
"Oh begitu... aku pikir. Sudahlah.., aku yakin kita semua sudah terlalu lelah dan mengantuk. Kita habiskan dulu pesanan kita malam ini, dan kita akan lanjut balik ke hotel. Mobil sudah siap menjemput dan mengantarkan kita ke hotel." Chen segera mengakhiri acara makan malam mereka.
Tidak lama kemudian, ke empat anak muda itu segera berdiri meninggalkan tempat duduk mereka, dan melangkahkan kaki menuju ke pintu keluar. Benar yang disampaikan oleh Chen, di depan pintu lobby restaurant satu mobil SUV sudah ready menjemput mereka. Ke empat orang itu segera masuk ke dalam mobil, dan sopir segera menjalankan mobil meninggalkan tempat tersebut.
************
Di dalam sebuah kamar hotel, terlihat Zorra yang tidak bisa memejamkan matanya. Berada di kota besar itu, anak muda itu merasa bingung kemana akan mencari tujuan Tantri. Zorra tidak berpikir panjang, hanya segera mengikuti jejak gadis itu, namun informasi lanjutan tidak diperolehnya lagi.
"Kenapa jejak Tantri lenyap di negara ini.. Tim yang aku perintahkan tidak bisa menembus keamanan jaringan, bahkan nama Tantri seperti tidak pernah menginjakkan kaki di negara ini. Siapakah orang yang membawa pergi Tantri, dan untuk tujuan apa, kenapa bisa rapi sekali..." beberapa kali Zorra berpikir sendiri.
Anak muda itu merasa kesulitan untuk menemukan keberadaan gadis yang dicarinya. Beberapa kali Zorra sampai harus mengacak acak rambutnya sendiri, karena merasa buntu..
__ADS_1
"Seperti ada kekuatan besar yang melindungi Tantri. Kekuatan siapakah itu...?? Dan berdasarkan laporan dari orang-orangku, keluarga Tantri di Jakarta juga sudah lenyap dari rumahnya. Rumah mewah dan besar itu hanya ditinggali oleh Asisten rumah tangga saja, dan berdasarkan laporan rumah akan segera disita untuk kepentingan negara.." Zorra berbicara sendiri.
Pikiran anak muda itu kembali ke masalah yang sedang dialami oleh keluarga gadis yang dicarinya itu. Menerima suap, dan perilaku korupsi sangat berat dituduhkan pada keluarganya. Hujatan netizen, maupun masyarakat sangat deras, dan menurut pemikiran dari anak muda itu, Tantri tidak akan kuat untuk menghadapinya sendiri.
"Apakah karena rasa malu yang dialami Tantri, sampai dirinya kemudian pergi meninggalkan Indonesia?? tetapi kenapa sampai serapi ini, padahal koruptor di negara Indonesia juga banyak, tidak hanya papa Tantri sendiri.." tidak menemukan jawaban, Zorra terus berusaha mencari tahu.
Tiba-tiba ketika anak muda itu masih merenung, Zorra teringat dengan keahlian yang dimiliki Tantri. Keahlian gadis itu meretas jaringan di sekolah dengan cepat dan halus, bahkan sampai menon aktifkan sistem pihak kepolisian beberapa waktu yang lalu, membuat anak muda itu terperangah,
"Mmmpphh... ataukah jangan jangan... Semoga saja hal ini tidak terjadi, Tantri tidak bergabung atau direkrut oleh gerombolan mafia, atau Yakuza di negara ini. Keahlian Tantri sangat menakutkan, bahkan bisa menghancurkan sistem sebuah pemerintahan jika tidak digunakan dengan benar.." ketakutan sesaat melanda anak muda itu.
"Kenapa aku tidak mencoba juga. Sepertinya akses privielege ku di dunia bawah masih diakui. Jika aku mencobanya saat ini, siapa tahu aku akan menemukan jalan.." Zorra teringat jika dirinya juga memiliki akses IT untuk berkomunikasi dengan dunia bawah.
Anak muda itu segera mengeluarkan gadget dari back pack, kemudian tidak lama kemudian dirinya sudah masuk berselancar di dalamnya. Pada sebuah logo bergambar tengkorak, Zorra mengklik, dan ketika meminta akun untuk bisa login, dengan cepat Zorra mengisinya...
'Woww... ternyata Boss kecil online malam ini... Tidak salah bukan..." baru saja tersambung, beberapa chat sambutan sudah memenuhi layar gadget nya.
"Ha.. ha.. ha.., akan ramai nih malam ini. Apa lagi yang bisa kamu tawarkan disini boss kecil..." ada lagi seseorang yang bertanya pada akun Zorra.
"Aku sedang mencari seseorang.., bantu aku.." dengan lincah, Zorra segera mengetikkan ciri-ciri Tantri di dalam situs yang berada di depannya. Untuk privacy gadis itu, Zorra memang sengaja tidak memasang fotonya.
__ADS_1
*************