Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 126 Kerinduan


__ADS_3

Dengan perasaan kecewa, Tantri bergegas meninggalkan komplek paviliun tempat Zorra tinggal. Gadis itu tidak bisa memahami perasaannya sendiri, hanya tiba-tiba saja merasa jengkel dan tidak tahu apa yang menjadi pemicunya. Tetapi dari komplek paviliun Zorra, Tantri tidak berjalan mengarah ke paviliunnya sendiri, malah mengambil jalan memutar. melewati taman bunga di komplek tersebut. Karena berada dalam dataran tinggi, dengan suhu udara cenderung dingin, bunga-bunga banyak tumbuh di komplek tersebut. Dan kebetulan bunga-bunga itu sedang mekar.


"Hempphh... bunga-bunga yang sedang mekar ini tampak indah.. Aku baru sadar, jika di komplek menegangkan ini, banyak bunga indah yang tumbuh." wajah Tantri tampak cerah, dan gadis itu berjalan mendatangi tanaman bunga yang tampak bermekaran itu.


"Sangat sayang jika aku harus memetiknya, karena bunga ini tampak lebih indah, jika berada di atas tanamannya.." Tantri mengurungkan niatnya untuk memetik beberapa kuntum, dan membawanya ke dalam kamarnya.


Sebaliknya Tantri malah menghirup wangi bunga langsung dari kuntumnya, dan tetap membiarkan bunga tersebut di atas pohonnya. Beberapa saat gadis itu melewatkan waktunya berada di taman bunga tersebut. Tiba-tiba Tantri merasa terkejut, karena ada sepasang telapak tangan yang menutup matanya dari belakang..


"He.. he.. he.., apakah kamu berpikir bisa mengelabuiku.. Hanya dari aroma tubuhmu saja, aku bisa menebak siapa dirimu.." sesaat bibir Tantri mengeluarkan senyuman. Gadis itu berbicara dalam hati..


Meskipun kedua matanya ditutup, tetapi Tantri tetap merasa tenang. Gadis itu malah menghirup aroma maskulin, bercampur dengan aroma parfum yang khas, dan tidak pernah berganti sejak masih SMA. Paru-paru gadis itu seakan membuka, dan dengan rakusnya Tantri menghirup aroma yang sudah beberapa saat dirindukannya.


"Kenapa honey malah menjadi tenang seperti ini, dan tidak panik sehingga berteriak.." beberapa saat, akhirnya Zorra baru sadar, jika kejutan pada Tantri tidak seperti yang dibayangkan.


"Aku bisa mengenali siapa yang berada di dekatku kak.. apakah semudah ini, aku berada dalam dekapan laki-laki lain.." sambil tersenyum menggoda, Tantri memberikan tanggapan.


Senyum lebar muncul dari bibir Zorra, dan laki-laki itu melepaskan kedua tangannya dari area wajah gadis itu. Sesaat Tantri membalikkan badan, dan tanpa bicara gadis itu memeluk erat tubuh Zorra. Melihat sikap Tantri yang lain dari biasanya, sesaat membuat Zorra bingung, tetapi akhirnya senyum lebar kembali menghiasi bibir laki-laki itu.


"Apakah kekasihku ini tengah merindukanku sayang.., setelah beberapa hari kita tidak ada sua..?" Zorra berbisik di telinga Tantri.


"Akh.. kak Zorra jahat, sengaja ya menggoda Tantri.." mendengar perkataan itu, Tantri melepaskan pelukannya dari tubuh Zorra, dan memberikan cubitan pada pinggang laki-laki itu.

__ADS_1


"Ha.. ha.. ha.., bukankah terakhir kali honey sendiri yang mengatakan, untuk tidak terlalu sering berkunjung ke paviliun. Kenapa sekarang malah berubah.." Zorra masih berusaha menggoda kekasihnya.


"Mmmmppphh... jahat.." Tantri malah pura-pura semakin marah.


Zorra tersenyum, dan dengan sekali rengkuh, akhirnya tubuh pasangan kekasih itu kembali saling berpelukan. Tantri menghirup uap hangat dari dada laki-laki itu, dan membenamkan wajahnya di dada tersebut.


"Ms Rebecca tadi memberi tahuku, jika honey berniat berkunjung ke paviliunku. Akhirnya aku mengejarmu sampai kemari sayang.." Zorra berbisik.


Laki-laki itu merasa sangat sayang pada kekasihnya, dan terlihat jika Tantri juga merasakan hal yang sama. Sikap ingin menjauh yang beberapa hari lalu diucapkannya pada laki-laki itu, saat ini terlihat sudah tidak muncul lagi. Seperti enggan berpisah, Tantri malah semakin mempererat pelukannya.


*************


Beberapa saat kemudian...


"Kamu begitu merindukanku ya, katanya terakhir ketemu kita harus menjaga jarak.." laki-laki itu bertanya sambil menggoda Tantri.


"Tapi ya tidak begitu juga kali.., aku kan khawatir siapa tahu kamu sakit, atau sedang terkena musibah apa.. Masak, langsung blas.. ga muncul, ga terlihat.." Tantri cemberut, sambil memonyongkan bibir ke depan.


"Iya.. iya.., aku ngaku salah. Tapi kebetulan honey, di divisiku sedang banyak pekerjaan, beberapa temuan berhasil aku ungkap, yang berpotensi menghasilkan kerugian trilliunan banyaknya.. Aku dibantu Wang, dan Askar sedang berusaha mengungkapnya.." mendengar apa yang disampaikan kekasihnya, kening gadis itu berkerut.


Tantri mengangkat tubuhnya dari dada Zorra, dan melihat ke arah laki-laki itu..

__ADS_1


"Tapi tidak terjadi apa-apa dengan dirimu kan.. Hati-hati kak, jangan gegabah, karena kak Zorra masih baru di tempat ini. Belum mengenal satu orang, dengan orang yang lainnya.. Salah sedikit, akan berdampak kita menjadi dikucilkan, atau malah akan mengalami hal sepertiku dahulu.." tatapan gadis itu tampak khawatir.


Zorra tersenyum melihat reaksi kekasihnya itu. Saat ini Tantri bisa memberinya nasehat, padahal gadis itu tidak sadar diri, jika selama ini apa yang dilakukan juga membuatnya khawatir. Untung saja, kejadian waktu itu, dirinya datang tepat waktu, sehingga bisa membawa Tantri ke rumah sakit.


"Kamu ini honey..., bisa banget memberiku nasehat, tetapi sangat sulit menerapkannya pada dirimu sendiri. Tanpa bicara apapun, kamu sendiri selalu berurusan dengan bahaya.." Zorra menyentil hidung gadis itu.


Tantri tersenyum malu., dan melihat ke arah kekasihnya itu. Mereka berpandangan, dan merasa sulit untuk dipisahkan kembali. Tiba-tiba..


"Honey... aku pikir, tidak akan menjadi hal yang bagus, jika kita selamanya berada di laboratorium ini. Kamu masih bisa mengabdikan semua bakatmu, tetapi tidak bergabung dengan lab ini. Aku bisa membuatnya pengaturan untukmu.." kata-kata yang diucapkan Zorra membuat Tantri bertanya-tanya.


Tetapi hal itu ada benarnya, hanya saja Tantri masih merasa bingung untuk bertindak ke depannya..


"Bagaimana Tantri akan melakukannya kak..?? Apalagi Tantri sudah menjalani kontrak perjanjian.., untuk mengabdi di laboratorium ini minimal lima tahun lamanya.." dengan lirih, Tantri memberikan tanggapan.


Zorra tersenyum, dan mengusap rambut Tantri dari atas ke bawah, kemudian...


"Tenanglah, jangan terlalu banyak berpikir. Aku yang akan membuat pengaturan, dan aku yakin para pejabat di atas, tidak akan berani untuk tidak mengabulkan tuntutanku.." kata-kata yang diucapkan laki-laki itu tampak menenangkan.


"Baik kak Zorra.., untuk kali ini Tantri akan ikut semua pengaturan yang dibuat kak Zorra.. Karena bagaimanapun, aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri, terkadang ada ketakutan untuk bertahan di laboratorium ini.." akhirnya Tantri berbicara lirih.


Zorra tersenyum, dan laki-laki itu memiringkan kepalanya. Tanpa bisa mengelak, bibir gadis itu sudah berpadu dengan bibir laki-laki itu. Berhari-hari tidak bertemu, menjadikan kali ini mereka seperti disatukan kembali. Tantri hanya pasrah, dan menikmati apa yang dilakukan oleh kekasihnya.

__ADS_1


************


__ADS_2