Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 27 Beking


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Harry dan Antok memeriksa ke dalam base camp yang sudah ditinggalkan oleh anak-anak Geng Spirit. Tampak terlihat bekas kekacauan di tempat itu. Selain semua perkakas hancur dan acak -acakan, terlihat nida darah yang terlihat masih segar, dan bau anyir yang masuk ke indera penciuman mereka. Antok hanya mengangkat kedua bahunya ke atas, ketika melihat tatapan ingin tahu Harry.


"Kita keluar dulu saja, dan meninggalkan tempat ini Harry. Akan menjadi tidak baik, jika ada orang yang menemukan keberadaan kita disini, dan berpikir jika kita yang membuat kekacauan ini." setelah berpikir beberapa saat, Antok mengajak Boss nya itu keluar.


"Baik Ant..., ajak semua teman kita untuk cabut, dan kembali ke Jakarta. Nanti kita istirahat beberapa saat di rest area, agar teman-teman bisa meregangkan pinggang barang sebentar." setelah mengambil nafas beberapa saat, akhirnya Harry mengajak mereka untuk segera meninggalkan tempat tersebut.


Laki-laki itu langsung kembali melangkahkan kaki keluar, dan berjalan menuju ke motornya. Antok memberi isyarat pada anak-anak lainnya agar mereka mengikutinya pergi keluar.


"Irwan... Bondhet... Erick, segera tinggalkan tempat ini. Aku yakin, sebentar lagi akan ada pihak yang melakukan pemeriksaan dan pengecekan ke tempat ini. Jangan sampai kita yang menjadi kambing hitam, karena melihat banyaknya noda darah, bisa jadi akan menjadi kasus kriminal." Antok segera memberi tahu teman-teman lainnya.


"Okay Ant... Teman-teman semuanya, tidak ada alasan apapun. Sekarang, kita tinggalkan tempat ini, jangan sampai ada yang membawa pergi apapun dari tempat ini..." ketiga anak itu segera masuk dan mengajak teman-teman mereka yang lain.


"Siap..."


Tidak berapa lama, gerombolan anak motor yang dipimpin Harry sudah kembali ke motor mereka masing-masing. Bondhet mengambil anak kunci dari tangan Harry, dan laki-laki muda itu yang memboncengkan boss mereka. Tanpa banyak bicara, iring-iringan motor kembali keluar dari halaman base camp, dan kembali melaju ke jalan raya.


**************

__ADS_1


Di sebuah villa yang ada di Dago, beberapa orang tampak terluka parah. Ada yang perutnya robek seperti terkena sabetan samurai, ada yang lengan atasnya masih mengucur darah segar, dan beberapa sedang dioperasi karena akan dikeluarkan peluru yang bersarang di kulit mereka. Tampak ada tiga orang tenaga kesehatan yang didatangkan di tempat itu...


"Kira-kira siapa yang melakukan penyerangan pada anggota kita...?? Mungkinkah anak-anak dari Club motor Spirit, karena mereka balas dendam karena penyerangan pada anggota perempuan mereka. Tapi bukankah, mereka tadi juga membalas dengan mengacaukan penyerangan pada perempuan itu tadi sore.." berdiri di dinding, dengan satu kaki dilipat dan telapak kaki menempel di dinding belakangnya, laki-laki dengan piercing di hidung, berbicara pada laki-laki yang juga berdiri di sebelahnya. Laki-laki yang menggunakan piercing itu bernama Jonet, sedangkan satunya adalah Marko.


Di tangan kedua laki-laki itu, tampak mengepul asap rokok yang sejak tadi mereka isap. Kedua laki-laki itu adalah pentolan dari Geng motor Jokzin, yang satunya adalah yang dituakan, dan satunya yang menggantikan sebagai pemimpin dari Geng motor tersebut,


"Tapi bukannya aku meragukan kemampuan Geng Spirit Boss, tapi sepertinya orang-orang ini sangat terlatih, dan juga menguasai pertarungan. Dari sisi persenjataan, mereka juga lebih lengkap dan modern. Hanya empat orang saja, bisa menghalau anak-anak yang sedang bersantai di base camp. Juga yang tadi sore di Jakarta, sepertinya mereka terkait.." laki-laki yang lebih muda memberikan tanggapan.


"Hehhh... lalu siapa mereka. Sepertinya kalian juga tidak ada konflik dengan geng motor manapun kan, juga tidak ada urusan dengan polisi. Tetapi kenapa aku berpikiran, siapapun yang datang dan membuat kekacauan di base camp kita, mereka masih terkait. Mungkin saja mereka merupakan komplotan, sejenis sindikat.." sahut Jonet, dengan tatapan kosong penuh dendam.


Kedua laki-laki itu kembali mengisap rokok di tangan mereka. Meskipun anak-anak geng motor, mereka sering dianggap sebagai sampah masyarakat, namun mereka memiliki sikap tenggang rasa, dan kebersamaan yang sangat tinggi. Jika ada satu anggota mereka terluka, maka mereka akan bersatu untuk melakukan pengusutan. Bahkan jika perlu mereka akan melakukan balas dendam.


**************


Di apartement...


Zorra berdiri di balkon apartemennya, dan terlihat ponsel menempel di telinga kanannya. Anak muda itu seperti sedang melakukan panggilan pada seseorang, dan tampak jika panggilan itu serius.

__ADS_1


"Papa... Zorra hanya ingin mandiri, bebas dari segala intervensi papa. Tetapi kejadian tadi sore di jalan raya itu, dimana teman perempuan Zorra terluka, itu semua karena campur tangan papa bukan." tampak Zorra bicara dengan nada agak tinggi pada papanya.


"Jaga bicaramu Zorra.. Papa tetap akan menjadi papamu selamanya Zorra, meskipun kamu menolak saat ini, dan ingin lepas dari bayang-bayang papa. Dalam keadaan apapun, papa tetap akan memantaumu putraku, meskipun kamu setuju ataupun tidak." terdengar laki-laki di seberang ponsel menjawab.


"Tapi pa..., apakah sampai hal-hal kecil, papa juga akan mengirimkan orang untuk mengawasi gerak gerik Zorra. Kapan pa.., Zorra akan tumbuh menjadi anak yang sebenarnya, dan berlatih untuk menyelesaikan masalah sendiri."


Zorra masih berusaha untuk mengingatkan papanya.


"Hempphh... apapun yang kamu inginkan putraku, kamu tetap tidak akan bisa terlepas dari pengamatan orang-orang papa. Dan apakah kamu berpikir, gadis yang tadi bersamamu akan selamat di tangan Geng Motor Jokzin, jika orang-orang papa tidak memberikan kalian pertolongan...?" tiba-tiba ucapan papanya tampak menyadarkan anak muda itu.


"Dan yang perlu kamu tahu Zorra, Geng motor Jokzin merupakan geng motor yang ditakuti di kota Bandung. Geng itu mendapat bekingan dari orang-orang penting, dan juga cash flow besar, untuk money laundry para pejabat pemerintahan. Meskipun untuk sementara waktu, gadismu itu aman, tetapi papa jamin, tidak untuk di lain waktu. Karena gadis yang bersamamu itu, yang aku tahu jika putraku ada ketertarikan padanya, menjadi kelemahan dari Ketua Club Motor Spirit." lanjut papa Zorra.


Anak muda itu terdiam dan seperti tersadarkan setelah mendengarkan penjelasan terakhir dari papanya. Zorra jadi berpikir, mengingat kejadian tadi sore, Di jalan raya yang ramai, segerombolan anak motor bebas melintas di jalan, dengan berbagai senjata tajam, bisa lepas dari pengawasan polisi. Jika mereka tidak memiliki beking an, mereka pasti tidak akan memiliki keberanian.


"Sudah Zorra.. papa akan akhiri panggilan kali ini. Jaga dirimu..." tanpa disadari anak muda itu, papanya sudah berpamitan, dan langsung mengakhiri panggilan telpon.


***************

__ADS_1


__ADS_2