Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 84 Ingin Tahu


__ADS_3

Eksekutif Lounge Airport...


Tantri beristirahat sambil memejamkan matanya di kursi panjang. Zorra tersenyum, dan merasa nyaman berhasil menemukan gadis yang dicintainya. Laki-laki itu menatap Tantri yang sudah tertidur, dan menggunakan scarf, Zorra menyelimuti gadis itu. Perlahan laki-laki itu memberikan kecupan di kening Tantri dengan hati-hati, seperti khawatir bisa membangunkan gadis itu. Setelah itu, dengan wajah kembali serius Zorra bergeser dari tempatnya, dan membiarkan Tantri beristirahat.


"Aku ingin banyak berbincang denganmu, aku harap kamu tidak menolakku.." dengan wajah serius, Zorra berjalan menghampiri Fujitora yang tengan menikmati kopi hitam.


"No problem... aku juga tidak sedang disibukkan dengan sesuatu.." Fujitora menegakkan punggungnya, dan ikut menatap ke wajah laki-laki yang telah menyelamatkan dirinya dan Tantri.


"Kita bergeser di tempat lain. Aku khawatir pembicaraan kita akan membangunkan Tantri. Gadis itu sedang beristirahat, dan aku tidak mau ada yang mengganggu waktu istirahatnya.." tanpa meminta persetujuan Fujitora, Zorra melangkahkan kaki sambil memberikan tanggapan pada rekan satu tim Tantri.


Fujitora mengambil nafas panjang, dan tidak ada pilihan bagi dirinya selain mengikuti kemauan laki-laki itu. Ternyata Zorra mengambil tempat duduk di sudut ruangan, yang memang tampak lebih privacy. Melihat laki-laki itu sudah duduk di kursi, Fujitora mengikuti duduk di depannya. Setelah beberapa saat...


"Apa yang ingin kamu konfirmasikan kepadaku Zorra.., janganlah sungkan untuk bertanya kepadaku. Karena kamu sudah menyelamatkan kami, aku sudah menganggapmu sebagai teman. Sama seperti aku memperlakukan Tantri.." Fujitora memulai pembicaraan.


"Baik, terima kasih atas kepercayaanmu padaku Fuji... Aku hanya ingin tahu, rencana apa yang ingin kalian lakukan.. Tantri tampak keberatan untuk memberi tahunya padaku.." tanpa berpikir panjang, Zorra mencari tahu,


"Hempphh... sebenarnya ini urusanmu dan Tantri.. Zorra. Tapi aku akan memberi tahukan kepadamu, tetapi kamu harus berjanji dulu untuk tidak mempublikasikan hal ini. Semua menyangkut organisasi internasional.." Fujitora tampak menimbang sesuatu.


Zorra melihat ke arah Fujitora.., kemudian...


"Apakah ketika kamu menatap, atau melihat ke arahku, kamu melihat jika tampangku ada niat jahat pada kalian. Percayalah Fuji.. aku akan menjaga rahasia. AKu juga tidak mau, jika Tantri celaka, karena jika gadis itu celaka, maka duniaku juga akan celaka.." Zorra mengucap janji...


"Baiklah... kami baru saja mendapat project untuk menciptakan prothotype kesehatan, dimana sebelumnya kami sudah dibohongi oleh organisasi yang meng hire kami. Bukan hanya piranti, tetapi juga obat untuk memacu agar syarat manusia kembali berfungsi, dan WHO sudah berjanji akan merealisasikan mimpi itu. Sebelumnya kami terpaksa harus melarikan diri dari Shikaku Island, karena organisasi melakukan wan prestasi..: akhirnya setelah mengambil nafas, Fujitora memberikan penjelasan,

__ADS_1


"Wan prestasi... maksudmu..?" dahi Zorra berkerut,


"Benar Zorra.. Organisasi tenyata punya niat dan maksud buruk untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari project ini. Kami terkejut, karena menyalahi kontrak perjanjian awal, ketika mereka mempekerjakan kami.. Untuk itu Zorra.., sekitar tiga tahun lalu, kamu kabur dan terdampar di pinggiran negara Rusia.." lanjut Fujitora.


Zorra terdiam, terlihat ada kemarahan di wajah laki-laki itu. Zorra seperti merasakan, jika selama ini Tantri dan ketiga temannya hidup dalam pressure, dan mungkin dalam keadaan yang tidak baik-baik saja, Membayangkan hal itu, Zorra hanya bisa melihat prihatin,


"Jangan khawatir Fuji... aku akan mendukungmu. Jika kalian membutuhkan dukungan sumber daya, katakan padaku. Aku akan memberi bantuan pada kalian, mulai saat ini kalian semua aku anggap sebagai bagian dari keluargaku.." Fujitora terkejut dengan respon laki-laki itu.


Zorra menganggukkan kepala, meyakinkan laki-laki itu. Fujitora memajukan tubuhnya, akan memeluk tubuh Zorra, namun anak muda itu menolaknya., Akhirnya dua laki-laki itu hanya menyentuhkan dua telapak mereka.


***************


Chang dan John yang belum mengenal Zorra.., terbengong melihat Fujitora berbicara serius pada laki-laki itu. John langsung mendekat ke tempat duduk Fujitora, dan dengan tatapan serius melihat ke arah laki-laki itu.


Zorra tetap dalam posisi duduknya, dan fokus perhatiannya pada gadget yang ada di tangannya. Melihat sikap Zorra, yang menurut penilaian John menunjukkan kesombongan, tatapan tidak suka ditunjukkan oleh laki-laki itu.


"Duduklah  dulu John..., Chang, minum dulu untuk menyegarkan pikiran kalian." untungnya Fujitora tanggap, dan kembali mengajak dua temannya itu untuk bergabung.


Chang lebih tanggap, laki-laki itu segera duduk dan mendudukkan John di sampingnya. Laki-laki itu menahan John, yang terlihat akan menunjukkan sikap arogannya. Untungnya seorang waiters datang menghampiri mereka, dan menawarkan minuman pada dua laki-laki yang baru datang tersebut.


"Dua hot coffee... no sugar. Siapkan sandwich dengan isian daging asap untuk mereka.." Fujitora memesankan minuman yang biasa diminum dua temannya itu. John dan Chang sejenak teralihkan perhatiannya dari Zorra, dan ikut menganggukkan kepala pada waiters yang melayani mereka.


"Baik... mohon tunggu sebentar Tuan. Secepatnya akan kami siapkan.." waiters segera berpamitan, dan meninggalkan empat laki-laki yang ada di ruangan itu,

__ADS_1


Chang mengangkat tangannya sebagai respon pada pelayan perempuan itu.


"Bagaimana perjalanan kalian kemari, apakah masih ada gangguan..?" Fujitora mengalihkan fokus pembicaraan.


"Tidak ada..., sepertinya laki-laki yang ingin membawa Tantri, tidak memiliki cukup orang untuk menghadang perjalanan kita. Akhirnya tepat waktu kita bisa secepatnya sampai di bandara ini.." sambil mengambil kacang almond yang ada di meja, Chang memberikan jawaban.


"Hempphh... kita harus berterima kasih pada Zorra.., kekasih Tantri Chang, John.. Karena bantuan sumber dayanya, kita bisa berkumpul di tempat ini dengan aman. Bahkan Zorra akan mengantarkan kita menuju Jeneva secepatnya.." Fujitora mulai mengenalkan Zorra


"Apa katamu Fuji...?? Tantri memiliki kekasih, dan laki-laki itu yang sudah memberikan bantuan pada kita.." John seperti tidak percaya dengan pendengarannya.


Fujitora tidak menjawab dengan ucapan, tetapi laki-laki itu menganggukkan kepalanya. Satu tangannya menunjuk ke arah Zorra yang tampak masih serius dengan aktivitasnya, Chang terkejut, demikian juga dengan John. Tetapi mengingat kebaikan dari Zorra, dua laki-laki itu tidak memberikan komentar sedikitpun,


"Fuji... jamu kedua temanmu. Aku akan ke dalam untuk melihat Tantri, sudah bangun atau belum dari tidurnya.." tiba-tiba tiga laki-laki itu dikejutkan dengan suara Zorra.


Mereka sama sekali tidak mengira, ternyata Zorra yang sejak tadi diam, ternyata tahu siapa yang datang dan bergabung dengan mejanya.


"Baik Zorra... aku akan menemani Chang dan John.." Fujitora langsung memberikan tanggapan,


Tanpa menanggapi, Zorra melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu. Melihat hal itu, Chang dan John mendekati Fujitora, kemudian...


"Jangan khawatir, aku yakin Zorra tidak akan mempedulikan ucapan kalian berdua tadi. Makanlah, sambil menunggu minuman serta sandwich kalian diantar." tidak mau membahas rasa ingin  tahu Chang dan John, Fujitora meminta mereka untuk kembali bersantai.


*************

__ADS_1


__ADS_2