
Sampai Zorra membawanya ke kursi yang ada di stage, Tantri masih belum bisa mempercayai semuanya. Gadis itu malah beberapa kali mengucek matanya, untuk memastikan jika semua yang ada saat ini bukanlah halusinasi semata. Teman-teman kerja Tantri, para petinggi laboratorium tidak henti memberikan tepuk tangan untuk mengapresasi acara hari ini. Tantri masih belum tersadar, dan tatapan matanya terus mengarah pada mama dan papanya, yang duduk di round table depan sendiri, bergabung dengan kedua orang tua Zorra.
"Honey... apakah kamu tidak merasa senang sayang. Sejak tadi aku melihatmu hanya melamun, bahkan mengabaikan keberadaanku disini.." Zorra berbisik di telinga gadis itu, karena merasa jika kekasihnya itu tidak sedang baik-baik saja.
Tantri tergagap mendengar kata-kata dari kekasihnya, dan gadis itu menoleh. Kemudian..
"Kak Zorra... apakah kali ini Tantri sedang bermimpi kak.. Tantri belum percaya, jika saat ini ada papa dan mama di sini.." dengan sorot mata bingung, gadis itu melakukan konfirmasi.
Zorra lagi-lagi tersenyum mendengar pertanyaan kekasihnya..
"Tidak honey.. semua ini nyata. Kali ini, aku hanya menunggu persetujuanmu sayang. Maukah kamu menikah denganku.." tidak mau menunggu, Zorra malah langsung melamar kekasihnya.
Gadis itu menjadi lebih terkejut, antara merasa malu dan juga merasa bingung. Tidak diduga, gadis itu melihat ke arah papa dan mamanya yang kebetulan juga sedang melihat ke arahnya. Seperti tahu apa yang ada dalam pikiran putri mereka, pasangan suami istri itu tersenyum dan menganggukkan kepala.
"Honey lihat sendiri bukan, jika papa dan mama memberikan persetujuan untuk kita menikah.." Zorra kembali mengulang keinginannya.
"Mmmmppphh... tapi kak. Bagaimana dengan tanggung jawab Tantri pada laboratorium ini. Haruskah Tantri melakukan tindakan wan prestasi..?" dalam keadaan seperti ini, ternyata Tantri masih teringat tentang tanggung jawab. Seakan lari dari tanggung jawab, gadis itu tidak mau melakukannya,
"He.. he,.. he.., siapa yang akan memintamu untuk lari dari tanggung jawab. Aku akan menemanimu untuk mewujudkan keinginanmu honey, juga untuk menyelesaikan semua kewajibanmu pada lembaga ini. Setelah itu, kita akan kembali ke Indonesia, atau dirimu menginginkan tinggal di negara manapun, dengan senang hati aku akan menemanimu.." Zorra menjelaskan.
Gadis itu berusaha mendengar kata-kata dari kekasihnya itu, dan otak gadis itu terus mengembara.
__ADS_1
"Aku juga berjanji padamu honey, aku akan membangun laboratorium mini, sehingga istriku nantinya bisa berkarya di laboratorium tersebut," lanjut laki-laki itu,
Beberapa sesaat Tantri terdiam, dan dengan sabar Zorra menunggu. Hingga akhirnya..,
"Baik kak.. apa lagi yang harus Tantri cari untuk saat ini. Bisa kembali bertemu dengan papa dan mama, dan mereka dalam keadaan baik-baik saja, sudah sangat lebih dari cukup bagiku. Dan semua ini, kak Zorra membantu Tantri mewujudkan semuanya.. Tantri menerima lamaran kak Zorra, dan ke depan, Tantri akan mendengarkan semua perkataan kakak.." setelah menghela nafas, Tantri memberikan persetujuan,
Zorra merasa tidak percaya mendengar ucapan Tantri, sampai laki-laki itu tidak berkedip menatap mata gadis itu,
"Benar kak.. aku harus juga berpikir tentang masa depanku. Aku tidak boleh egois, ada banyak hati yang harus aku jaga," dengan lirih, gadis itu meyakinkan laki-laki itu,
Tanpa bicara, Zorra langsung memeluk gadis itu. Tanpa malu, Zorra mengeluarkan air mata, dan tampak mensyukuri apa yang baru saja didengarnya. Tantri membalas pelukan dari laki-laki itu, dan beberapa saat keduanya berpelukan, dengan disaksikan semua anggota laboratorium tersebut. Dari tempatnya duduk, terlihat Andriano hanya geleng-geleng kepala melihat kebahagiaan pasangan kekasih itu di depannya,
***********
Setelah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak, akhirnya pernikahan Tantri dan Zorra segera dilaksanakan. Acara yang semula direncanakan hanya untuk acara lamaran, dilanjutkan dengan pertunangan, berubah menjadi pesta perkawinan. Ternyata keluarga Zorra sudah mempersiapkan semuanya dengan rapi, sehingga meskipun ide menikah muncul mendidik, tetapi mereka sudah membawa penghulu yang melakukan pernikahan keduanya,
"Terima kasih atas perhatian dari semua tamu yang telah hadir, Baru saja, kita saksikan acara pernikahan antara Miss Tantri dengan Tuan Zorra.. Seperti kita saksikan, tampak keharuan menyelimuti acara, yang menambah acara semakin terlihat sakral.." terdengar suara MC, setelah beberapa saat acara terjeda karena prosesi pernikahan,
"Betul sekali.. bahkan tanpa sadar air mataku ikut mengalir. Baru kali ini, aku bisa melihat sebuah acara yang diselimuti kebahagiaan, tetapi berlangsung sangat sakral dan menghanyutkan.." MC wanita menambahkan.
Terdengar tepuk tangan membahana memenuhi tempat berlangsungnya acara.
__ADS_1
"Acara selanjutnya, kami berikan kesempatan bagi para tamu undangan, untuk memberikan ucapan selamat pada pasangan pengantin.. Kami persilakan, satu persatu dimulai dari para pejabat laboratorium untuk menyampaikan ucapan selamat. Selanjurnya yang lain, mengikuti dengan tertib," MC pria mengambil waktu untuk membuat announcent.
Setelah terdengar pengumuman, para pejabat laboratorium berdiri dan menuju ke arah stage. Rekan-rekan kerja Tantri dan Zorra mengikuti, mereka antri di belakang para pejabat.
"Congratulation Miss Tantri, Mr Zorra.. selamat atas pernikahan kalian. Aku tidak menyangka, dengan usia yang masig muda seperti kalian berdua, sudah berani membuat komitmen untuk melangsungkan perkawinan," Ms Rebecca memberikan ucapan, dan mengapresiasi komitmen pasangan itu.
"Terima kasih doa dan ucapannya Ms Rebecca, semoga kami bisa menjalani kehidupan kami tanpa akhir yang menyakitkan.." merasa terharu dengan ucapan perempuan paruh baya itu, Tantri memberikan tanggapan. Gadis itu membalas ucapan selamat dengan mencium punggung tangan perempuan itu. Tetapi merasa tidak nyaman, Ms Rebecca dengan cepat menarik tangannya,
Ms Rebecca melanjutkan langkah setelah memberikan ucapan pada Tantri. Di belakang perempuan itu, dengan dipimpin Chang yang berada paling depan, berjalan menghampiri Tantri. Melihat Chang, John, dan Fujitora, Tantri teringat dengan pertanyaan yang diajukan pada tiga laki-laki itu. Dengan serempak, ketiga laki-laki itu mengatakan jika tidak mengetahui undangan tersebut.
"Hempphh... berani-beraninya kalian bertiga datang pada acaraku. Apakah aku mengundang kalian untuk hadir.." dengan sinis, Tantri bertanya pada Chang,
"Oopppss.. ampun Tantr.. Jangan salahkan aku, salahkan laki-laki yang kini sudah menjadi suamimu itu. Kami hanya mengikuti apa yang sudah dipesankan kepada kami.." Fujitora mewakili tiga laki-laki itu untuk menjawab.
"Benar Tant.. kan kamu bisa konfirmasi sama suamimu." John ikut menyahut,
Chang tidak memberikan tanggapan, hanya senyum senyum melihat kedua rekannya berusaha membela dirinya,
"Sudahlah honey.. akulah yang meminta mereka bertiga, Bahkan bukan hanya mereka, tetapi pada semua anggota laboratorium, aku meminta mereka untuk pura-pura tidak tahu, jika kamu menanyakan pada mereka.." dari sebelahnya, terdengar Zorra membela tiga sahabat baik gadis itu.
"Ha.. ha.. ha.., benar kan jika kami tidak bersalah. Please Tantr... please forgive me.." mendengar jawaban Zorra, Chang baru menguatkan,
__ADS_1
**************