Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 83 Ratu di Hati


__ADS_3

Tantri terkejut dengan sikap Zorra, dan lebih terkejut lagi ketika tahu jika papa serta mamanya berada di bawah perlindungan laki-laki muda itu. Perlahan Zorra mengambil gadget, kemudian menggulir beberapa gambar di layarnya. Air mata merembes keluar tidak terbendung, melihat wajah kedua orang tuanya, yang sudah bertahun-tahun tidak pernah lagi dilihat, maupun disapanya.


"Papa... mama..." dengan suara bergetar, Tantri meraih gadget dari tangan Zorra..


Laki-laki itu membantu Tantri memegang sisi gadget, dan jari tangan gadis itu mengusap lembut wajah mamanya yang mulai tumbuh keriput. Wajah mamanya tampak jauh lebih menua, dibandingkan ketika terakhir kali gadis itu meninggalkannya.. Demikian juga dengan wajah papanya...


"Terima kasih Zorra... kamu telah menjaga papa dan juga mama.." dengan suara gemetar, Tantri mengeluarkan ucapan terima kasih pada laki-laki itu. Dengan air mata berlinang, Tantri menatap ke arah Zorra...


"Ssttt.. ssttt... jangan menangis honey.. Sudah menjadi kewajibanku untuk menolong papa dan mamamu.. Kamu bisa fokus menjalani projectmu disini, aku akan mendampingimu. Papamu belum bisa keluar dari Indonesia, karena papamu masih menjalani tahanan luar.." dengan lembut, Zorra berusaha menghibur gadis itu.


Tubuh Tantri terasa lunglai mendengar ucapan dari Zorra.. Gadis itu tidak pernah merasa, jika dirinya memiliki hutang budi yang besar pada laki-laki itu.. Bahkan ketika dirinya berlari ke luar negeri, ketika kasus papanya naik ke sidang pengadilan, Zorra malah menemani kedua orang tuanya... Tantri tidak mampu berkata-kata apapun  Melihat gadis itu menangis tersengal, perlahan Zorra meraih tubuh Tantri serta membawanya ke dalam pelukan. Beberapa saat, Tantri menumpahkan air mata di dada Zorra, sampai kemeja yang dikenakan laki-laki muda itu basah oleh air mata.


"Sudahlah Tantri.. hentikan tangisanmu. Sekarang kita akan berpikir tentang masa depan.. apa rencanamu saat ini, aku akan mengikutimu.." setelah beberapa saat, akhirnya Zorra menghentikan tangisan gadis itu.


Dengan menggunakan tissue, Zorra membersihkan air mata di wajah Tantri. Ketika sedang mengusap air mata, kedua pasang mata itu bertatapan secara tidak sengaja. Jantung Tantri kembali berdegup kencang, seperti baru pertama kali bertemu dengan Zorra. Laki-laki itu tersenyum manis, dan tanpa sadar menurunkan wajahnya ke bawah mendekat ke wajah Tantri.. Gadis itu terpaku dan seperti tersihir.. sampai..


"Mmmpphh... ugh..." keluar lenguhan lirih dari bibir Tantri.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, kedua bibir itu sudah saling bersentuhan, saling bertaut. Zorra seperti tidak mau melepaskan kesempatan, terus berusaha mengeksplore lebih ke dalam. Lidah laki-laki itu bermain, dan seperti mengabsen setiap inchi dari bibir dan rongga gadis yang dalam pelukannya itu. Satu tangan Zorra menahan pinggang Tantri, keduanya seperti terlena, tidak sadar dengan situasi dimana keberadaan mereka saat ini... Tiba-tiba..


"Zorra... stop.." Tantri merasa malu, gadis itu melepaskan bibirnya dari bibir laki-laki itu.


Wajah Tantri merah karena merasa malu, dan ketika melirik ke arah Fujitora, laki-laki itu hanya menggelengkan kepala beberapa kali, sambil mengacungkan ibu jarinya..


"Tidak perlu malu honey.. kamu adalah ratu di hatiku sampai kapanpun.." Zorra kembali berusaha meraih tangan Tantri, tetapi gadis itu reflek menarik tangannya menjauh,


Zorra tersenyum sambil geleng-geleng kepala, dan ibu jarinya terulur mengusap bibir gadis itu. Tantri kembali tersentak, tetapi tidak menolak apa yang dilakukan oleh laki-laki itu. Tidak tahu sebabnya, tiba-tiba saja Tantri merasa bahagia saat ini, dan merasa aman melihat ada Zorra di dekatnya...


***********


Chang dan John tampak sudah bersiap. Dua tas back pack besar sudah siap untuk mereka bawa. Fujitora sudah mengabarkan pada kedua laki-laki itu, agar mereka segera menyusul ke bandara. Mereka sudah tidak perlu mengkhawatirkan keberadaan Harry dan anak buahnya, karena untuk saat ini mereka sudah dilumpuhkan.


"Kekuatan siapa yang dengan mudahnya memberikan bantuan pada kelompok kita Chang... Apakah orang-orang dari WHO..?" John yang baru mendengar cerita singkatnya, bertanya pada Chang.


"Bukan John... Fujitora mengatakan, kekasih Tantri yang sudah memberikan bantuan. Mendengar keberadaan kekasihnya di negara ini, dari kemarin laki-laki itu segera menuju ke bandara untuk terbang ke Rusia. Padahal dia berada di Indonesia, dan juga membuat pengaturan untuk mengatur keamanan Tantri.." sambil berjalan menuju ke teras, Chang menjelaskan.

__ADS_1


John sontak langsung terdiam, sama sekali tidak mengira jika Tantri, gadis yang selama ini ditaksirnya ternyata sudah memiliki kekasih. Untungnya, beberapa bulan terakhir, laki-laki itu sudah bisa mengubah perasaannya menjadi sayang antara kakak terhadap adiknya. Meskipun ada rasa nyeri di sudut hatinya, John berusaha menerima informasi Chang dengan mengambil nafas panjang.


"Ada apa John... hatimu merasa sakitkah mendengar apa yang kuceritakan.. Hempph... sudahlah John, beberapa kali sudah aku katakan bukan, jika Tantri adalah adik dari kita bertiga. Tidak untuk kita jadikan kekasih.." sambil tersenyum, Chang membalikkan badan dan melihat ke arah John.


"Hemppphh... benar katamu Chang... Aku berbohong, jika aku mengatakan padamu, jika saat ini aku baik-baik saja. Tetapi bagaimanapun aku harus berbesar hati, aku harus berkata jika kebahagiaan Tantri, adalah kebahagiaan kita semua.." akhirnya setelah menghela nafas, John memberikan tanggapan.


"Baguslah kalau begitu. Sekarang kita harus bergegas, karena Tantri dan Fuji menunggu kita di bandara. Kekasih Tantri menyediakan sumber daya transportasi untuk mengantarkan kita ke Jenewa.. Keamanan kita akan tercover, saatnya kita untuk bangkit., dan mewujudkan mimpi kita yang tertunda.." Chang menepuk bahu John, dan mengajak laki-laki itu menuju ke mobil yang sudah menunggu mereka.


John  tidak punya pilihan lain, selain mengikuti Chang. Bagaimanapun rasa sakit di hati, mendengar Tantri sudah memiliki kekasih, tetapi dirinya harus merelakan. Karena sejak awal dirinya memberikan perhatian lebih pada gadis itu, Tantri sudah berusaha menolaknya secara halus. Hanya saja, John terus berusaha mendekati gadis itu..


"Louis.. apakah kita sudah bisa berangkat sekarang menuju bandara guys..." melihat driver bernama Louis menyambut kedua laki-laki itu, Chang memberinya sapa.


"Siap Boss... kita langsung berangkat. Bahan bakar sudah full tank, bekal makanan serta minuman juga ada di kulkas dalam mobil.. Kalian berdua harus bergegas.." merasa sudah beberasa saat menunggu. Louis dengan cepat memberikan tanggapan.


"Okay Louise.. antarkan kami berdua dengan aman ke bandara ya.. Save driving.." Chang kemudian masuk ke kursi depan, dan tidak lupa membantu membukakan pintu tengah, agar John bisa masuk ke dalam mobil,


"Okay.." Louis kemudian masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Demikian juga dengan John, meskipun masih diam, tetapi John tampak bekerja sama, karena segera bergegas masuk ke dalam mobil. Tidak lama kemudian, mobil itu perlahan meninggalkan pondok yang sudah mereka tempati lebih dari dua tahunan itu.


************


__ADS_2