Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 130 Kejutan


__ADS_3

Sesampainya di taman bunga, mata Tantri terbelalak. Semua rekan kerja yang ketika gadis itu bertanya, mereka menjawab jika tidak tahu menahu tentang undangan, ternyata mereka sudah berada di suasana pesta outdoor tersebut. Bahkan Ms, Rebecca, dan juga para petinggi laboratorium lainnya juga berada di tempat tersebut. Sesaat gadis itu tergagu, karena otaknya tidak bisa mencerna apa yang saat ini sedang dilihatnya. Berdiri di sampingnya, Zorra hanya senyum senyum melihat reaksi kekasihnya itu.


"Honey... kita ke acara yuk, bergabung dengan tamu yang lain. Mereka sudah terlalu lama menunggu kita, tidak enak bukan.." laki-laki itu mengajak Tantri yang masih terbengong untuk menuju ke lokasi.


"Apa maksudnya kak, kenapa mereka menunggu kita. Tidak ada urusannya bukan, toh Tantri di acara ini juga hanya sebagai tamu undangan. Tidak ada yang lebih.." merasa bingung, Tantri tidak ragu bertanya,


"Sudahlah honey.., jangan terlalu banyak berpikir. Kita segera menuju ke mereka, karena acara sudah akan segera dimulai.." dengan sabar Zorra terus berusaha mengajak gadis itu.


Namun Tantri masih terlihat bingung, dan masih berhenti belum beranjak dari tempatnya berhenti. Lebih aneh lagi, dari arah depan, terlihat ada satu pasang laki-laki dan perempuan yang saat ini mereka memegang microphone, tampak berjalan menuju ke arahnya. Melihat pakaian yang mereka kenakan, dan apa yang ada di tangan mereka, terlihat jika pasangan itu adalah MC acara..


"Tuan Zorra... mohon ijin, apakah acara sudah bisa dimulai. Mengingat saat ini Tuan Zorra, dan miss Tantri yang punya venue, sudah hadir di lokasi acara.." dengan sopan, salah satu dari mereka bertanya pada Zorra.


"What.. apa-apaan ini kak Zorra.. Kenapa MC meminta persetujuan kakak untuk dimulainya acara. Apakah kak Zorra sengaja melakukan prank pada Tantri..?" mendengar MC itu bertanya pada kekasihnya, Tantri balik bertanya pada laki-laki itu.


Tatapan Tantri memindai ke arah kekasihnya, dan Zorra tersenyum sambil memberi isyarat pada MC untuk menunggu mereka. Tanpa bertanya, kedua MC itu hanya bisa mengangguk, kemudian berjalan meninggalkan yang punya acara,


"Honey... please forgive me.., please!! Aku tidak meminta ijinmu, dan sudah terlalu lancang mengadakan acara ini. Semua aku lakukan honey, karena aku tidak mau kehilanganmu. Mengertilah..., please..!" Zorra menggenggam kedua telapak tangan gadis itu, dan sesekali memberi kecupan di punggung tangannya.


Tetapi Tantri diam tidak merespon, hanya terus menatap ke arah laki-laki itu dengan perasaan yang tidak jelas untuk digambarkan.  Siapapun pasti akan merasa bingung, bukan hanya Tantri..

__ADS_1


"Bicaralah honey.. jangan biarkan tamu menunggu kita. Acara hari ini adalah acara pertunangan, dan sekaligus acara wedding untuk kita honey..  Ini adalah mimpiku, bantu aku mewujudkannya sayang.." Zorra terus berusaha merayu kekasihnya.


Terlihat Tantri menghela nafas..., kemudian..


"Kak Zorra.. gadis dimanapun pasti akan merasa senang, dan merasa terapresiasi dengan kejutan seperti ini..Tetapi tidakkah penting jika kak Zorra bertanya dulu pada Tantri, apa yang sebenarnya Tantri inginkan.." setelah berusaha mengendalikan perasaan, akhirnya Tantri berbicara tentang isi hatinya.


"Yahhh... mungkin kak Zorra tidak akan tahu ya.. Tantri pergi meninggalkan Indonesia, selain karena ingin membuktikan mimpi, juga untuk memperbaiki nama keluarga kak.. Sebagai anak tunggal dalam keluarga, sah dong jika Tantri ingin melangsungkan pernikahan, di hadapan papa dan mama.. Bukan seperti ini kak.." tidak tertahan lagi, air mata jatuh menetes dari sudut mata gadis itu.


Tetapi untungnya, meskipun riasan di wajah gadis itu tipis, tetapi water proof, jadi tidak terhapus oleh air mata. Perlahan dengan mengenakan tissue, Zorra membersihkan air mata dari pipi gadis itu.


"Honey.., lihatlah ke belakang sayang. Siapa yang saat ini berada di belakangmu.." bukannya menanggapi perkataan gadis itu, Zorra malah menyuruh Tantri untuk melihat ke belakang.


Gadis itu merasa sebal dengan Zorra, berpikir jika laki-laki itu tidak bisa memahami keinginannya. Tetapi senyuman terus dikulum oleh laki-laki itu, dan Zorra tampak sabar menunggu sampai gadis itu menuruti keinginannya. Merasa jengkel, akhirnya Tantri mengikuti apa yang diminta oleh Zarra..


Melihat empat orang yang ternyata sudah berada di belakangnya dan Zorra, membuat gadis itu tidak mempercayai penglihatannya. Terlihat di depannya, wajah paruh baya mama dan papanya, yang mulai bertambah tua. Tubuh keduanya juga bertambah kurus, sehingga gadis itu seperti tidak mempercayai apa yang ada di depannya..


"Putriku Tantri...." di saat gadis itu masih bingung, dan mengira jika di depannya hanya merupakan halusinasi, perempuan itu menyebut namanya.


Perempuan paruh baya itu merangsek ke depan, dan memeluk tubuh gadis itu dengan erat. Demikian juga dengan laki-laki yang berdiri di samping perempuan paruh baya itu. Tidak lama, Tantri sudah berpelukan dengan papa dan mama, dan gadis itu masih tidak mempercayai apa yang sedang terjadi pada dirinya.. Hal itu berlangsung beberapa saat..

__ADS_1


"Om.., tante.. acara bisakah dimulai sekarang.. Untuk kangen kangenannya nanti, bisa dilanjutkan sambil acara dimulai.." merasa tidak nyaman dengan tamu yang sudah datang memenuhi taman bunga, yang sudah disulap menjadi tempat pesta yang mewah. Zorra menyela.


Perlahan kedua orang tua itu melepaskan pelukan pada tubuh Tantri, dan masih dengan mata yang basah, Tantri melihat ke arah kekasihnya, dan tatapan mata gadis itu menyiratkan ucapan terima kasih.


"Lanjutkan Zorra.. om pasrah putri om..!" dengan suara bergetar, papa Tantri memberikan tanggapan.


"Baik Om... Zorra janji, tidak akan mengecewakan Tantri. Selamanya Tantri akan menjadi ratu bagi Zorra.." dengan suara yang juga bergetar, laki-laki itu merespon ucapan dari laki-laki paruh baya itu.


Setelah melihat mama dan papa Tantri tersenyum, dan menganggukkan kepalanya, laki-laki itu kembali kepada kekasihnya..


"Honey... kenalkan sayang, ini papa dan mamaku. Mereka berdua, sengaja datang ke pulau ini, bersama dengan papa dan mamamu.." sambil tersenyum, Zorra berbisik pada gadis itu,


"Terima kasih kak Zorra..." dengan bibir bergetar, Tantri mengucapkan terima kasih pada laki-laki itu.


Zorra menganggukkan kepala, dan merengkuh bahu gadis itu, kemudian membawa ke depan kedua orang tuanya. Pasangan suami istri dengan kulit putih, menatap gadis itu sambil tersenyum..


"Om.. Tante.., kenalkan saya Tantri.." melihat kedua orang tua itu, Tantri tidak bisa banyak berbicara..


"Eh.. panggil kami papa dan mama sayang, sama seperti Zorra memanggil. Kedatangan papa dan mama kemari, untuk memintamu menjadi istri bagi putraku sayang.. Aku harap, Tantri cantik tidak keberatan.." mama Zorra langsung memeluk tubuh Tantri, dan mengatakan maksud keluarganya,

__ADS_1


Mulut Tantri kelu, tidak mampu berbicara. Kejutan yang disiapkan Zorra kali ini, membuatnya menjadi speechless. Tidak lama kemudian, mama Zorra melepaskan pelukannya..


***************


__ADS_2