
Seiring hari, Tantri berpikir tentang sikap suaminya pada putra yang baru dilahirkannya., Hanya jika Tantri meminta suaminya untuk berganti berjaga.., maka Zorra akan menjaga putra mereka yang diberi nama Abhimana Putra Zorra. Hal itu menjadi pemikiran Tantri, berusaha mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya..
"Meskipun kak Zorra tidak pernah menyampaikan secara langsung, aku lihat sikap kak Zorra tidak seperti sikap seorang papa lainnya. Dimana seorang papa, jika mereka mendapatkan anugrah putra pertama, dan kebetulan terlahir laki-laki, akan terlihat sangat excited. Tetapi kenapa hal ini tidak aku lihat pada diri kak Zorra.. Apa yang sebenarnya menjadi penyebab hal ini.." Tantri berpikir sendiri, mencoba menerka apa yang sedang terjadi pada suaminya.
Beberapa saat Tantri termenung. Gadis ini kebetulan memiliki waktu longgar, karena Abhimana sedang lelap tertidur. Baru saja Tantri meninggalkan di baby room, setelah memberikan ASI pada bayi kecil itu.
"Papa dan mama sudah memberitahuku, jika sore ini sedang dalam perjalanan menuju kemari. Mereka ingin menengok cucu mereka, dan jika mereka tahu sikap kak Zorra seperti itu. Apa yang harus aku jelaskan pada papa dan mama..?" pikiran Tantri sudah melebar kemana mana.
Bahkan sejenak Tantri menjadi ragu, tentang apa yang terjadi pada suaminya saat ini. Ketika sedang bersamanya, sikap Zorra baik baik saja, dan tetap selalu meratukannya. Tetapi dengan putra mereka Abhimana, sikap Zorra tampak acuh..
"Aku tidak bisa hanya diam saja dengan semua ini. Mumpung Abhimana masih bayi, belum tahu apa-apa. Daripada jika menunggu Abhi dewasa, malah akan semakin salah sangka dan salah paham, Secepatnya aku harus melakukan konfirmasi pada kak Zorra, kenapa bersikap demikian dengan putra kita.." akhirnya Tantri membuat keputusan.
Tantri beranjak dari posisi duduknya, kemudian melangkahkan kaki keluar dari kamar utama. Di luar kamar, Tantri ,mencari keberadaan suaminya, tetapi gadis itu tidak menemukan siapapun.
"Tidak mungkin jika kak Zorra keluar tanpa pamitan denganku. Karena tadi menyampaikan, jika akan bekerja remote dari rumah hari ini." Tantri bertanya pada dirinya sendiri.
Karena nanny dan penjaga rumah yang menemani dan membantu mereka, tinggal terpisah di paviliun, Tantri berpikir tidak mungkin jika mereka tahu keberadaan Zorra dimana. Tetapi tiba-tiba Tantri mendengar ada suara washing machine di ruang belakang.. Tanpa berbicara, Tantri menuju ke ruang belakang, dan melihat nanny sedang mencuci pakaian kotor..
"Miss Tantri... apakah ada yang bisa nanny bantu.." nanny terlihat gugup, karena tidak biasanya melihat majikan datang mencarinya,
__ADS_1
"Tidak perlu panik nanny... Apakah kamu melihat suamiku, aku ada perlu untuk berbicara dengannya. Tetapi tidak biasanya, kak Zorra tidak ada di ruang tengah.." dengan nada bicara pelan, Tantri bertanya pada nanny,
"Tadi nanny melihat Tuan Zorra berjalan ke depan Miss.. Sepertinya menuju ke ruang kerja.. atau perlu nanny carikan sebentar Miss.." untungnya nanny sempat melihat kepergian tuannya.
"Tidak perlu nanny.. lanjutkan aktivitasmu. Aku akan mencarinya sendiri, mumpung Abhimana sedang tidur.." Tantri langsung membalikkan badan, dan melangkahkan kaki menuju ke tempat yang ditunjukkan oleh nanny..
"Hempphh... betul betul Miss Tantri, perempuan yang rendah hati, tidak pernah mau merepotkan kami, padahal beliau bisa melakukannya.." melihat punggung majikannya yang berjalan meninggalkannya sendiri, nanny melihat dengan tatapan kagum di belakang.
Berada di negara Eropa, dimana kebanyakan orang bertindak individualis, para pekerja di rumah ini merasa hangat. Zorra dan Tantri memperlakukan semua pekerjanya dengan baik dan sopan, bahkan tidak terlihat seperti majikan terhadap suruhan. Semua dibicarakan secara kekeluargaan, dan dianggap seperti keluarga di rumah ini.
***********
Tantri tersenyum melihat suaminya duduk di depan laptop, dengan layar yang masih tampak menyala. Tidak mau mengganggu kesibukan suaminya karena sedang melakukan meeting dengan tim di perusahaan, Tantri dengan perlahan berjalan mendekat ke arah laki-laki itu.
Zorra sepertinya terlupa jika dirinya masih terkoneksi dengan meeting online dengan para Divisi di perusahaannya. Kamera di laptop merekam apa yang dilakukan oleh laki-laki itu, dan membuat sejarah laki-laki yang dijuluki kulkas itu menjadi mencair. Baru pertama kalinya, senyuman manis dan hangat muncul di bibir atasan mereka, dan juga terlihat sikap bucin CEO terhadap istrinya... Sesaat semua yang hadir dalam meeting terdiam, dan terpaku melihat ke arah majikannya..
"Apakah itu benar tuan Zorra, CEO kita... Sangat tampan sekali, jika senyum manis terbit dari bibir laki-laki itu. Dan lihatlah, sikapnya sangat lembut dan manis pada miss Tantri. Sangat berbeda dan bertolak belakang dengan yang selama ini kita lihat.." tiba-tiba salah satu peserta rapat berbicara..
"Benar.. benar.. seperti bukan Tuan Zorra yang selama ini kita kenal.." sahut peserta rapat yang lain.
__ADS_1
Fokus rapat sudah beralih tidak membicarakan materi yang mereka bahas, tetapi malah membicarakan CEO perusahaan tempat mereka bekerja. Untungnya Tantri mendengar pembicaraan itu, kemudian,.
"Kak Zorra masih meeting ya... kenapa tidak dizoom atau di mute dulu kak, video nya.." Tantri mengingatkan suaminya.
Mendengar pembicaraan anak buah suaminya, Tantri merasa malu.. Tanpa bicara, Zorra langsung memegang mouse, kemudian leave dari video conference. Setelah itu...
"Sekali sekali honey, biar anak buah di perusahaan memiliki bahan gosip untuk membicarakan atasannya. By the way.. apa ada yang perlu dibicarakan sayang.." Zorra meraih tangan istrinya, kemudian membantu gadis itu duduk di kursi yang ada di depannya.
"Hemppphh... okaylah, tapi semoga tidak menjadi bahan gunjingan negatif saja ya kak.." dengan cepat Tantri, memberikan tanggapan.
Zorra hanya tersenyum dan geleng geleng kepala melihat respon istrinya. Kemudian...
"Kak... nanti malam papa dan mama sudah landing dari Jenewa.. Kak Zorra akan menjemput sendiri, atau cukup driver saja yang menjemput papa dan mama di airport.." akhirnya Tantri menyampaikan apa yang mau disampaikan, setahap demi setahap.
"Mereka berempat honey... papa dan mama dari Jakarta juga menuju kemari, katanya ingin melihat Abhimana. Sepertinya cukup driver saja, nanti bisa membawa SUV sehingga tidak menambah satu mobil. Aku akan di rumah menemanimu menjaga Abhimana.." Zorra memberikan jawaban,
Mendengar suaminya menyebut nama putra mereka, Tantri memiliki ide untuk mengkonfirnasi sikap suaminya pada putra mereka...
"Iya kak... keputusan apapun, pasti yang terbaik. Oh iya kak... bolehkan Tantri bertanya sesuatu, yang mungkin merupakan pertanyaan sensitif.." akhirnya Tantri meminta ijin untuk menyampaikan uneg unegnya..
__ADS_1
"Kenapa harus bertanya sih honey... Katakan, apa yang ingin dikatakan. Mintalah, apa yang ingin diminta. Kita ini pasangan suami istri honey.., tidak boleh saling memendam rasa penasaran. Katakan sayang... aku akan mendengarkan dan menjawabnya.." Zorra tersenyum, dan jari telunjuk laki-laki itu menjentik ujung hidung Tantri.
***********