
Pemimpin organisasi terlihat sangat marah, setelah mendapatkan laporan jika ke empat anak muda itu sudah menghilang. Bahkan ketika mereka melakukan sweeping di semua bandara yang ada di pulau Shikoku, mereka tetap tidak bisa menemukan keberadaan ke empatnya. Dua orang yang memberikan laporan, menjadi sasaran kemarahan dari laki-laki itu, tubuh mereka terjungkal ke lantai kena tendangan dari sepatu boot pimpinan organisasi tersebut.
"Hanya mengejar ke empat anak ingusan saja, kalian semua tidak ada yang becus.. Apakah kalian tidak paham, berapa potensi uang yang hilang dengan menghilangnya mereka..?" dengan nada marah, laki-laki itu melihat semua anak buahnya dengan mata merah,
"Tapi tuan... ini semua diluar prediksi kita semua tuan.. Kami pikir, mereka ber empat hanya berwisata saja di sekitar pulau ini, tetapi ternyata sudah kami susuri semua tempat, satupun tidak ada yang berhasil kami temukan.." dengan gemetar, salah satu dari mereka memberanikan diri untuk memberikan tanggapan.
"Duakk.... plak... bodoh.." tendangan dan tamparan, kembali bersarang di tubuh laki-laki itu.
Tubuh laki-laki itu kembali terjungkal, dan terlihat darah segar mengalir keluar. Namun laki-laki itu sedikitpun tidak mengaduh kesakitan, terlihat jika dirinya menahan semua rasa sakit tersebut, Para anak buah yang lain menundukkan wajah ke bawah, tidak berani beradu pandang dengan pemimpin organisasi..
"Ini semua, pasti ada campur tangan dari dunia bawah. Karena mereka bisa meninggalkan pulau ini dengan silence, dan tidak terdeteksi. Bahkan semua kamera CCTV sudah kita sadap, tetapi kita belum mendapatkan laporannya.." bagian IT mencoba menjelaskan.
"Mengingat anak-anak muda itu merupakan expertize dalam bidang IT, merupakan hal yang mudah untuk mengacak koneksi. Cara terbaik, untuk sementara matikan saluran pada sambungan ke satelit, agar mereka tidak mendapatkan dukungan untuk online.." anak buah lainnya menimpali.
"Benar apa yang kamu katakan terakhir, cepat matikan dan hack koneksi ke satelit kita.. Anak-anak itu harus diberikan pelajaran, tidak tahu diuntung. Kita juga berpikir untuk kemakmuran mereka, tetapi ternyata berpikiran lain. Jalankan perintahku segera.." ketua organisasi menyahut perkataan terakhir dari anak buahnya itu,
"Siap tuan..." tidak menunggu lama, beberapa orang langsung mengambil laptop dengan RAM yang besar.
__ADS_1
Dengan cepat mereka masuk ke sistem cloud, untuk membuka dan masuk pada akses jaringan menuju satelit, penunjang daya kegiatan mereka, Beberapa saat, semua yang ada di dalam ruangan itu terdiam. Di awal awal orang-orang itu, dengan mudah masuk ke sistem mereka, dan mematikan koneksi ke satelit mereka. Tetapi ketika akan masuk ke satelit lainnya, ada yang menghadang mereka...
"Apa yang terjadi, kenapa signal koneksitas stagnan, tidak terlihat ada pergerakan yang bisa dibaca.." penanggung jawab IT bertanya pada anak buahnya.
"Tidak tahu tuan... seperti ada kekuatan besar yang menghadang mereka, Kita hanya bisa menutup akses koneksi ke satelit milik organisasi, tetapi tidak bisa menyentuh koneksi yang lainnya.." dengan tegang, salah satu tim IT membuat laporan,
"Hancurkan semua barriers yang menghalangi kita... Hanya berurusan dengan anak-anak kemarin sore, kenapa kita dengan mudah dipecundangi oleh mereka.." sambil melihat anak buahnya dengan tatap kemarahan, kepala organisasi terlihat geram.
"Kita akan usahakan tuan..." beberapa orang tetap fokus pada laptop di depan mereka. Ada yang berlari ke ruang server, untuk mengecek koneksi mereka.
Tetapi lama kelamaan, terlihat wajah orang-orang itu mulai pucat. Keringat sebesar jagung mulai muncul di wajah mereka, dan tidak ada sedikitpun senyuman keluar dari bibir mereka. Kepala organisasi terus melihat mereka dengan tatapan kemarahan, dan memaksa orang-orang itu untuk bisa melumpuhkan Chang dan ketiga temannya,
**********
Chang dan ketiga temannya sudah sampai di airport, Namun untuk keamanan mereka, orang-orang sewaan Chang tidak menempatkan mereka di ruang tunggu, bersama dengan penumpang lainnya. Tetapi ke empat orang itu diisolasi, dan ditempatkan di ruang tersendiri, sambil menunggu penerbangan siap memberangkatkan mereka,
"Hemppphh.... ada yang mencoba meretas masuk ke jaringan kita guys.. Aku baru mengecoh mereka untuk mengikuti mereka, tapi aku juga mengirimkan signal ke kawanan hacker untuk mencegah dan menghadang mereka di tengah jalan. Yuhuy.." tiba-tiba terdengar ucapan John, yang tampak menekuni di depan gadget sejak tadi.
__ADS_1
Untuk mengurangi ketegangan dan galau, anak muda itu sejak tadi bermain gadget. Meskipun belum lama mereka bergabung dalam project yang ditawarkan organisasi, tetapi mereka sudah memiliki akses mudah untuk masuk dalam akun mereka. Sehingga dengan mudah, anak muda itu tahu apa yang sedang dilakukan oleh orang-orang yang semula meng hire mereka,
"Aku hafal dengan gaya mereka. Satelit yang mereka andalkan, pasti akan dimatikan agar kita kehilangan koneksi. Tapi jangan khawatir, aku sudah memasang perisai untuk barriers gangguan keluar dari koneksi mereka. Aku lebih lama bermain dalam hal ini, daripada orang-orang IT organisasi. Mereka akulah yang mengajarinya.." namun dengan tenang, sambil menumpangkan kedua kaki di atas kursi di depannya, Chang memberikan tanggapan,
"Seberapa yakinkan kamu Chang... Apakah dengan mereka masuk, identitas kita akan terbongkar, beserta keberadaan kita saat ini.." dengan sedikit cemas, Tantri bertanya,
"Percayalah Tantri.., kamu harus percaya dengan ucapan Chang. Tanpa kita ketahui, Chang memiliki hubungan erat dengan dunia bawah, yang mereka terbiasa menjamin keselamatan kita, bahkan jika perlu dengan mengorbankan jiwa mereka.." Fujitora yang sedang mengepulkan asap rokok, ikut menanggapi.
Tantri mengambil nafas panjang, kemudian perlahan menghembuskannya. Meskipun tidak bisa membunuh rasa khawatir yang muncul dalam hatinya, namun gadis itu mencoba untuk percaya. Tidak ada jalan lagi baginya untuk kembali, semua sudah terlanjur dilakukannya. Hanya ketiga laki-laki muda itu, yang saat ini bisa dipercayai, dan mereka adalah keluarganya saat ini.
"Perisai yang kamu pasang, meskipun transparan ternyata sangat ampuh Chang... Orang-orang itu tersesat, lihatlah sampai logo hologram terdeteksi oleh sistem artificial intelegent.." John berteriak memberi tahu teman-temannya.
Ketiga anak muda itu, termasuk Tantri mendekat ke arah John, dan mereka bisa melihat bagaimana ada gerakan yang muncul hologram logo organisasi, tampak hanya berputar putar tidak jelas... Beberapa saat kemudian...
"John... matikan koneksimu, karena kita semua harus segera bersiap. Orang-orang bawah tanah, sudah memberiku signal untuk bersiap. Kita akan naik pesawat Angkatan Udara kota Okinawa, yang akan pergi ke luar negeri. Jadi .. jangan berpikir jika kita akan naik pesawat VIP class kali ini." tiba-tiba Chang mengingatkan anak-anak muda itu.
John, Fujitora dan Tantri melihat ke arah Chang sejenak. Tetapi melihat Chang sudah berdiri, dan mengambil back pack, akhirnya mereka mengikuti laki-laki muda itu, Tidak lama kemudian, ke empat anak muda itu segera keluar menuju ke arah akses pintu, dan kemudian keluar sambil berjalan berurutan.
__ADS_1
****************