Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 142 Tanggapan Remeh


__ADS_3

Setelah mengetahui Tantri hamil, Zorra tambah over protective pada gadis itu. Pasangan suami istri itu akhirnya memilih menetap di negara Finlandia, yang menurut mereka meskipun dingin, tetapi negara itu tampak damai. Pemandangan alam sekitar sangat indah, sehingga setiap hari mereka bisa  me refresh pikiran mereka,


"Honey... sudah siap roasted bake dengan keju kesukaanmu di atas meja. Jangan lupa, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi vegetable, salad buah dan sayur ikut melengkapi.." Zorra memanggil istrinya yang sedang membaca majalah kehamilan, untuk melakukan sarapan pagi.


"Terima kasih kak.., jika begini terus tubuh Tantri lama lama menjadi bulat. Praktis semua pekerjaan rumah, kak Zorra semua yang menangani," gadis itu tersenyum, kemudian dibantu suaminya kemudian berdiri,


"Jangan terlalu banyak berpikir honey, berjalan kaki dan beraktivitas dengan perut sebesar ini pasti sangat menyiksa bukan. Aku masih sanggup meratukanmu, jangan terlalu banyak memikirkan hal-hal yang tidak penting.." sambil membawa istrinya menuju ke meja makan, Zorra memberikan tanggapan,


Laki-laki itu sangat perhatian dengan istrinya, sambil berjalan beberapa kali Zorra mencium harum rambut Tantri yang tergerai. Satu tangannya juga mengusap perut Tantri yang mulai membuncit. Sekecil apapun interaksi antara pasangan suami istri itu, membuat orang lain merasa iri dengan mereka. Setelah mereka tinggal sendiri dalam sebuah rumah, mereka memang melakukan semua kegiatan pribadi hanya berdua. Nanny yang mereka bayar, hanya bekerja untuk pekerjaan berat, dan tinggal dalam paviliun terpisah yang menjadi satu dengan tempat tinggal mereka,


"Hati-hati honey.." setelah menarik kursi untuk tempat duduk istrinya, Zorra membantu Tantri duduk.


Gadis itu kemudian duduk, dan mulai memegang pisau serta garpu. Zorra melihat dan akan mengambil alih, tetapi gadis itu menolaknya.


"Janganlah begitu kak.., Tantri juga ingin bergerak. Jika hanya mengangkat pisau untuk memotong roti, Tantri masih bisa. Kak Zorra, fokus dengan makanan kakak sendiri saja. Kita makan bersama.." akhirnya Tantri mengajak makan bersama.


"Okay okay honey.. kita mulai makan sekarang.." Zorra tertawa kecil, dan laki-laki itu mulai fokus dengan piringnya sendiri.


Terlihat satu cup black coffee menemani laki-laki itu makan, beda dengan minuman Tantri. Zorra menyiapkan mix fruit juice untuk menemani makanan gadis itu. Tanpa ada kata protes, Tantri mulai menikmati makanan itu. Mereka mulai menyuap potongan roti ke mulut, dan sesekali Zorra menggunakan tissue membersihkan sudut bibir Tantri yang terkena lelehan mayoinase.


"Apa rencana hari ini honey..., apakah kamu ingin jalan jalan." Zorra tiba-tiba bertanya pada gadis itu.

__ADS_1


Tantri menoleh ke arah suaminya, kemudian..


"Mau cari perlengkapan baby saja kak.. Tapi bukankah hari ini kak Zorra ada jadwal meeting bukan.." sambil menyesap juice, Tantri memberikan tanggapan.


"Semua bisa diatur honey... Itu hanya rapat rutin operasional bulanan saja, Aku masih bisa memantau via gadget, jadi tidak perlu khawatir. Aku akan menemanimu.., tunggu dua jam dari sekarang. Kita akan mencari perlengkapan untuk baby kita.." Zorra langsung menyetujui usulan dari istrinya,


"Baik kak..., juga tidak ada gunanya bukan, jika Tantri menjawab tidak mau. Selalu kak Zorra akan memaksa untuk ikut menemani.." Tantri menjawab sambil lalu.


Tiba-tiba...


"Cup... istriku memang hafal bagaimana kebiasaan suaminya, Benar-benar aku tidak mengira, akhirnya aku bisa memiliki istri, gadis yang sudah aku incar sejak masih duduk di High Junior School. Gadis tergalak, dan populer dimana tidak sembarang laki-laki bisa medekat.." Zorra mencuri ciuman dari gadis itu,


Wajah Tantri bersemburat merah, dan menoleh ke arah suaminya yang senyum cengar cengir melihatnya.


"Ha... ha... ha..., istriku memang cerdas.." bukannya berhenti, Zorra malah memeluk Tantri dan memberikan ciuman di pucuk kepala gadis itu,


Pasangan suami istri itu selalu seperti itu, dimanapun mereka akan menunjukkan kemesraan dan keharmonisan hubungan mereka. Nanny maupun penjaga, pasti akan memilih untuk menghindar jika tanpa sadar, mengetahui kemesraan pasangan itu.


**************


Kamppi Helsinki Mall...

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Tantri dan Zorra sudah berada di mall terbesar yang ada di kota Helsinki. Mall itu terletak tepat di pusat kota Helsinki, dalam jarak berjalan kaki singkat dari stasiun kereta api pusat, Kamppi Shopping Centre adalah salah satu yang terbesar di negara ini, dengan hampir 100 toko dan lebih dari 40 restoran dan kafe. Di sini juga terdapat pusat transportasi umum terbesar, dengan tiga terminal untuk perjalanan lokal dan ke seluruh negeri, dan di tingkat terendah terdapat stasiun Metro.


"Kita masuk ke dalam saja honey.., lebih banyak gerai yang menyediakan perlengkapan untuk baby kita.." Zorra menggandeng tangan istrinya, dan mereka kemudian masuk ke dalam,


Banyak pengunjung yang masuk ke mall tersebut, sehingga Zorra ingin mendapatkan suasana yang lebih privat. Menggunakan escalator, Zorra membawa Tantri naik ke lantai dua. Melihat ada sebuah merchant yang menyediakan perlengkapan baby untuk kelas premium yaitu Stadin Panimo, Zorra mengajak istrinya kesana. Dua pelayan merchant menyambut kedatangan pasangan suami istri itu,


"Selamat datang di merchant kami Tuan dan Nona.. Apakah ada yang dapat kami bantu..?" salah satu pelayan bertanya pada pasangan suami istri itu,


"Keluarkan koleksi new arrival untuk pakaian baby laki-laki.., dari pakaian, sampai semua perlengkapan pendukungnya.." mendengar perintah dari Zorra, salah satu pelayan terlihat mengerutkan keningnya.


Sepertinya pelayan itu meragukan apa yang diperintahkan oleh laki-laki itu, karena meskipun untuk ukuran orang Asia, tubuh Zorra tergolong tinggi, tetapi tidak untuk ukuran Eropa. Apalagi melihat tubuh Tantri yang terlihat mungil, mungkin mereka meragukannya,


"Baik Tuan.., nona.. silakan menunggu dulu di ruang tunggu. Kami akan mempersiapkannya.." satu pelayan tanpa prasangka segera memberikan tanggapan.


"Tapi sebelumnya mohon maaf Tuan.. Apa boleh seperti itu... Ingat Tuan.. pelanggan di merchant kami, bukan pelanggan sembarangan. Mereka juga selalu menantikan koleksi kami yang terbaik, jadi jangan semua dibawa hanya untuk dilihat-lihat saja. Jika koleksinya lusuh, tidak akan ada yang berminat lagi pada koleksi tersebut, meskipun  masih new arrival.." tiba-tiba pelayan satunya menyolot, seakan tidak mau membutuhkan pelayanan pada Zorra dan Tantri.


"Apa katamu pelayan... baru mendapatkan kepercayaan sebagai pelayan saja, kamu sudah bertingkah seperti ini..? Apakah kamu tidak tahu siapa kami..?" Zorra terpancing emosi mendengar perkataan itu.


Tatapan mata laki-laki itu tampak marah, dan Tantri memegang lengan bagian atasnya untuk mengendalikan suaminya,


"Sudahlah kak Zorra... kita pindah ke tempat lain  saja kak.. Tidak perlu buat keributan di tempat ini.." dengan khawatir, Tantri berusaha melunakkan suaminya.

__ADS_1


"Sabar honey... aku akan memberi pelajaran pada pelayan kurang ajar ini. Tidak tahu bagaimana harus memberikan service excellent pada tamu. Jika saja ini pelayan di tempat kerjaku, sudah aku lempar ke jalanan.." namun Zorra sudah tidak bisa untuk diajak bicara..


******************


__ADS_2