
Minggu pagi...
Ketika Tantri dan Zorra sedang bercengkerama dengan Abhimana di teras samping, tuan Chandra dan nyonya Monica menghampiri mereka. Karena urusan bisnis dan perusahaan, papa kandung dan mama kandung Zorra sudah terbang kembali ke Indonesia. Ada banyak hal yang harus diurus oleh mereka disana,
"Papa..., mama... kemarilah papa, mama... Abhimana juga sedang membuka mata, biar bertemu dengan oma dan opanya.." untungnya Zorra pas menoleh ke samping. Melihat kedua mertuanya, laki-laki itu memanggil mereka, dan memintanya untuk bergabung,
"Iya nak.. tidak ada aktivitas disini, jadi papa mengajak mama untuk mencari ABhimana." dengan cepat Tuan Chandra memberikan tanggapan.
Laki-laki itu mengajak istrinya untuk duduk di kursi panjang yang ada di depan putri dan menantunya. Ketika pasangan suami istri itu melihat ke arah stroller, terlihat mata ABhimana yang jernih tampak melihat ke arah mereka. Tidak diduga, bayi kecil itu tersenyum pada oma dan opanya...
"Opa... cucu kita tersenyum opa... Rupanya Abhimana sangat cerdas pa, bisa mengenal kita.." nyonya Monica menjerit bahagia, ketika melihat senyuman cucunya.
"Iya dong... masa opa dan papanya pinter, Abhimana tidak menurun dari kita.. Melihat hal ini, menjadikan opa tidak mau berpisah dengan Abhi ini.. Jika dibolehkan, oma dan opa akan ikut berada di Finlandia, agar bisa berdampingan terus dengan cucu kita.." tuan Chandra sangat responsif.
Mendengar perkataan papanya, Tantri merasa seperti ditotok jantungnya. Gadis itu tahu bagaimana sikap suaminya, yang kurang bisa mempercayai orang lain ada, atau berada dekat dengan kehidupan keluarganya. Wajah Tantri tampak pias..
"Papa... jadi papa dan mama mau juga berada di Finlandia agar dekat dengan Abhimana pa.." seperti memahami kekhawatiran istrinya, dengan cepat Zorra memberikan tanggapan atas perkataan mertuanya.
"Akan sangat munafik jika aku dan mamamu menjawab tidak mau Zorra... Ya pasti maulah.., karena di masa tua ini, orang tua manapun pasti akan ingin selalu berada di antara putri dan cucu mereka.." tanpa basa basi, tuan Chandra merespon perkataan menantunya.
__ADS_1
"Hemppph begitu ya... Okay pa, hari ini juga Zorra akan memanggil developer untuk membangunkan rumah untuk ditempati papa dan mama, tepat disamping bangunan mansion ini. Sebelum rumah untuk papa dan mama jadi, sementara tinggal dulu di paviliun seperti biasanya." di luar dugaan, ternyata Zorra menyambut baik keinginan dari mertuanya.
Tantri merasa terkejut, sama sekali tidak bisa menerima kata kata suaminya dengan akal sehat. Zorra yang terbiasa hidup menyendiri dari muda, kali ini bersedia ketambahan anggota keluarga baru, yakni papa dan mamanya. tantri sampai speechless, tidak mampu berkata apapun.
"Kamu sangat bijak nak Zorra... kami ini selalu merepotkanmu sejak dulu.. Maafkan papa dan mama ya nak, yang terlalu banyak keinginan." merasa tidak enak dengan menantunya, nyonya Monica menyela pembicaraan,
"Tidak masalah mama... papa.. Lagian meskipun kita berada di negara yang sama dan tinggal dekat, tapi kita beda rumah. Jadi kita tetap tidak saling mengganggu bukan.." Zorra segera memberikan tanggapan.
Hati Tantri menghangat, dan tanpa bicara apapun, Tantri memberikan pelukan erat pada suaminya. Gadis itu betul betul terharu melihat bagaimana sikap dan perlakuan suaminya pada kedua orang tuanya. Selama ini Zorra yang menjadi penolong keluarganya, bahkan ketika Tantri tidak ada di Indonesia,
'Ada apa honey.. aku paham apa yang kamu inginkan sayang. Kita akan tinggal bersama, meski beda rumah. Bahkan jika papa dan mamaku ingin juga tinggal disini, aku juga akan membangunkan rumah untuk mereka.." Zorra membalas pelukan istrinya, dan di depan kedua mertuanya laki-laki itu mengecup kening istrinya.
************
"Terima kasih kak... kak Zorra terlalu memanjakan Tantri. Apapun yang Tantri inginkan, tanpa mengatakannya, kak Zorra langsung memenuhi keinginan itu.." di dalam kamar, Tantri memeluk erat tubuh suaminya dari belakang.
Zorra menarik tangan istrinya, kemudian memberikan ciuman beberapa kali di tangan gadis itu. Pasangan suami istri itu dimanapun, tidak pernah merasa jengah atau malu selalu memamerkan kemesraan mereka. Bahkan terkadang, dari apa yang mereka lakukan , menjadikan para pasangan lain menjadi iri atas kedekatan mereka. Tetapi keduanya tidak pernah peduli, yang penting mereka saling mengisi dan memadukan hati mereka,
"Honey... kebahagiaanmulah yang menjadi sumber dari kebahagiaanku. Jadi dengan membahagiakanmu, sama saja aku juga membuat diriku ini bahagia. Kita ini adalah pasangan, harus saling mengerti apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak. Tenanglah, selagi suamimu ini masih ada, tidak akan pernah ada kesedihan dalam kehidupanmu dan juga Abhimana.." dengan lembut, akhirnya Zorra memberikan tanggapan,
__ADS_1
"Bagi Tantri... kak Zorra memang the best. Bukan hanya figur suami untuk Tantri, tetapi juga figur dewa penolong yang didatangkan Tuhan bagi kehidupan Tantri kak.. Sekali lagi, terima kasih kak untuk semuanya. Mungkin tidak cukup hanya sekedar ucapan terima kasih... tetapi Tantri siap memberikan hidup untuk kak Zorra.." Tantri menatap lembut ke mata suaminya,
Melihat hal itu, Zorra sepertinya tidak mau menyia nyiakan kedekatan itu. Laki-laki itu menarik tangan gadis itu, kemudian mendudukkan istrinya di atas pangkuannya. Tanpa permisi, ataupun bicara tiba-tiba tangan Zorra sudah menyusup masuk ke dalam pakaian istrinya..
"Mmmmpphh... kak.." mata Tantri langsung terlihat redup, ketika tangan laki-laki itu sudah mengusap lembut kulit halusnya.
"Sudah lumayan lama kita tidak melakukannya honey, bolehkan sekarang..?" suara Zorra sudah terdengar serak. Tatapan mata Zorra juga tidak kalah redup, seperti menahan sebuah keinginan...
Tantri tidak menjawab, karena gadis itu merasa malu. Namun ketika tangan laki-laki itu menahan ujung dagunnya, dan mengarahkan tatapan mata ke arahnya, Tantri hanya bisa menganggukkan kepala, sambil tersenyum malu..
"Terima kasih honey... kamu akan mengobati rasa hausku.." tidak mau menunggu lagi, Zorra langsung berdiri, dan tangannya langsung membopong tubuh istrinya.
Perlahan Zorra membawa tubuh istrinya menuju ke atas king size bed, yang tampak sudah menanti pasangan suami istri itu. Kedua pasang mata itu kembali saling berpadu, dan menyiratkan keinginan masing masing.. Di atas king size bed, Zorra membaringkan tubuh istrinya dan laki-laki itu berada di atasnya,
"Kamu seperti candu honey, tidak bisa membuatku berpaling sedikitpun.." Zorra berbisik di telinga gadis itu.
Ketika bibir itu berada di dekat telinga Tantri, laki laki itu semakin menundukkan wajah ke bawah. Tidak lama kemudian, lidah laki-laki itu sudah menelusur dan memberi jilatan di belakang telinga, dan bergeser ke leher istrinya...
"Mmmppphh... aakhh... kak.." leher Tantri terasa tercekat, tidak mampu mengeluarkan suara.
__ADS_1
*************