Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 118 Kunjungan Teman


__ADS_3

Zorra sedang membawa Tantri berjalan-jalan di taman bunga yang ada di lingkungan hotel. Tantri duduk di atas kursi roda, dan laki-laki itu mendorongnya dari belakang. Sebenarnya gadis itu mendesak untuk berjalan sendiri menggunakan kruk, sambil berlatih untuk mengendalikan tubuh, Tetapi dengan tegas, Zorra menolak, dan tidak ada pilihan lain bagi Tantri, selain hanya menurut kepada laki-laki itu.


"Bukankah itu bunga Edelweiss ya .., kenapa banyak tumbuh liar di taman bunga.." Tantri menunjuk ke arah kumpulan bunga berwarna cokelat itu.


Zorra melepaskan pegangan kursi roda, kemudian menghampiri bunga yang ditunjukkan Tantri. Tanpa bicara apapun, laki-laki itu mengambil beberapa tangkai kemudian membawanya kembali.


"Zorra... jangan sembarangan..! Bukankah bunga ini dilindungi, kenapa kamu mengambilnya secara serampangan.." Tantri terkejut, dan bertanya dengan nada keras pada kekasihnya.


"Tantri sayang... rendahkan volume bicaramu sayang... Ini negara Swiss, bukan Indonesia honey. Di negara ini, Edelweiss sebagai bunga nasional yang memiliki bahasa Latin Leontopodium Alpinum. Karena tumbuh di keramaian, hanya seperti ini tidak bisa berkembang. Aku akan membawamu ke pegunungan Alpen, untuk melihat betapa menariknya kuntum bunga di pegunungan tersebut.." Zorra tersenyum, dan menjelaskan tentang bunga tersebut.


Laki-laki itu mengulurkan kuntum bunga pada gadis itu, dan dengan mata berbinar gadis itu menerimanya..


"Di negara kita, bunga Edelweiss ini dilindungi dan diibaratkan sebagai bunga abadi. Semakin bunga ini kering, maka akan semakin indah, Aku ingin, cinta kita, hubungan kita juga akan abadi seperti bunga ini. Bahkan sampai kelahiran kita kembali, setelah kita tiada dari dunia ini.." dengan lembut, Zorra berbicara tentang bunga yang sudah berpindah tangan di tangan kekasihnya itu,


Tantri mendongak, dan mereka beradu pandang. Tatapan Zorra seketika melembut, setiap kali beradu pandang dengan kekasihnya,


"Terima kasih Zorra.. kamu selalu ada di sampingku. Dan ketika aku celaka, dimanapun kamulah yang selalu menjadi pelindungmu. Aku mencintaimu sayang..." Zorra kali ini yang giliran terkejut.


Meskipun beberapa kali Zorra mengatakan, dan juga menyatakan kepemilikan atas gadis itu. Namun belum pernah sekalipun, gadis itu mengutarakan perasaan kepadanya. Bahkan Zorra sempat memiliki pikiran buruk tentang hubungan mereka, Tantri hanya menganggapnya sebagai balas budi saja, Tetapi kali ini, laki-laki itu mendengar sendiri bagaimana Tantri mengutarakan perasaan kepadanya.,


"Honey... ulanglah sekali lagi sayang. Aku ingin mendengarnya..": dengan tatapan seperti memuja, Zorra meminta gadis itu untuk mengulanginya.

__ADS_1


Tantri menjadi malu, dan gadis itu menundukkan wajah ke bawah. Tetapi dengan cepat, ujung jari Zorra menahan dagu gadis itu, dan mereka kembali bertatapan. Wajah Tantri bersemburat murah, merasa ditatap secara langsung oleh kekasihnya itu. Dan Zorra terus menunggu sampai gadis itu mengatakan kembali perasaannya.


"Kak Zorra... Tantri mencintaimu.. Dan mulai kali ini, Tantri akan merubah panggilan, dengan menambahkan kata kak.." dengan tercekat, Tantri kembali mengucapkan perasaannya,.


Tetapi setelah mengucap kalimat itu, kembali Tantri tersipu malu. Gadis itu sontak mengangkat kedua telapak tangannya, dan menutup wajah menggunakan telapak tangan tersebut. Di luar dugaan, tiba-tiba Zorra berdiri...


"Hoyyy... kemarilah, aku akan menyampaikan sesuatu. Hari ini aku sangat bahagia, aku sangat gembira, karena gadis yang aku cintai, telah menyatakan perasaan, juga mencintaiku.. Berkatilah kami, doakan kami..." Zorra berteriak, memanggil orang-orang yang berada di sekitar taman bunga.


"Prok... prok... prokk..., congratulation, kamu beruntung dan berbahagia. Semoga ke depan, kebahagiaan selalu membersamai kalian berdua.." beberapa orang berkumpul, dan bertepuk tangan seperti melakukan selebrasi atas kebahagiaan Tantri dan Zorra.


"Terima kasih.., aku akan memberimu hadiah atas doamu untuk kami berdua. Pengawal, atur semuanya.." dengan antusias, Zorra memberikan tanggapan,


"Hurray... congrat.." seketika suasana menjadi semakin ramai  dan meriah, dengan ucapan Zorra.


***************


Beberapa saat kemudian...


Di ruang tamu Pant house hotel, duduk di sofa tiga laki-laki. Mereka adalah Chang, John, dan Fujitora. Ketiga laki-laki itu mengagumi kemewahan pant house yang ada di depannya. Furniture mewah dan mahal tampak terpajang, dan juga beberapa fasilitas lainnya, Dari arah kamar, tiba-tiba muncullah Zorra yang membawa Tantri dalam dekapannya. Laki-laki itu rupanya tidak mengijinkan Tantri menggunakan kursi roda, dan memilih membawanya sendiri dengan tangannya.


"Tantri... how about you.." melihat masih ada perban yang membalut paha gadis itu, tanpa sadar John berdiri dan berteriak.

__ADS_1


Tetapi tatapan laki-laki itu seketika surut, karena tatapan Zorra tampak mengintimidasi ke arahnya. Dengan satu tangannya, Fujitora menarik John agar laki-laki itu duduk kembali di sofa yang ada di belakangnya,


"Aku baik John..., karena dimanapun kak Zorra kekasihku ini selalu memantau, dan memastikanku aman,," dengan tatapan lembut, untuk menetralisir suasana Tantri melihat ke mata laki-laki itu.


Zorra tersenyum dan mengangguk senang, karena di depan ketiga laki-laki itu Tantri sudah membuat pengakuan untuk dirinya. Reaksi John kurang bagus, tetapi laki-laki itu berusaha menenangkan dirinya sendiri,. Fujitora mengangguk tanggap, dan laki-laki itu berdiri untuk menyambut kedatangan Tantri.


"Kami bertiga sangat mengkhawatirkanmu Tantr.. Sampai akhirnya kami memaksa untuk mengambil Off, untuk mencarimu. Untung Ms Rebecca baik,  dan memfasilitasi keberangkatan kami.." Fujitora yang sudah mengenal Zorra dengan baik, akhirnya mengambil alih pembicaraan.


"Terima kasih Fuji, Chang., John. Kalian bertiga memang selalu baik kepadaku, bukan hanya sebagai  rekan kerja, tetapi hubungan kita bertiga sudah seperti saudara. Terima kasih semuanya.." Tantri menangkupkan kedua telapak tangan di depan dadanya.


Dengan hati-hati Zorra mendudukkan kekasihnya itu di depan ketiga laki-laki itu. Setelah itu, Zorra ikut duduk di samping gadis itu.


"Tidak perlulah seperti itu Tantri... kita ini sudah sebagai keluarga sejak dulu bukan.. Oh iya, Celine sudah ditangkap, dan langsung dibawa ke Jenewa untuk diadili di kota itu.." Chang mengalihkan pembicaraan.


"hempphh... kasihan gadis itu sebenarnya.. Demi keluarga dekatnya, gadis itu sampai menjadi orang yang melupakan akal sehatnya. Mungkin akupun juga akan berperilaku demikian, jika aku berada dalam posisinya.." Tantri mengambil nafas panjang, kemudian memberikan tanggapan.


"Apa honey yang kamu katakan..? Aku kekasihmu ini, tidak akan pernah membiarkanmu berada dalam kesulitan apapun. Trust me.., dan jangan coba-coba untuk berpikir buruk.." tiba-tiba Zorra menyahut pembicaraan.


"Oh my God kak Zorra... Bukan seperti itulah.." Tantri merasa gemas, dengan respon kekasihnya itu.


Di depan ketiga laki-laki itu, Zorra memegang kedua pipi Tantri, dan pura-pura mencubitnya. Melihat keuwuan sepasang kekasih di depan mereka, ketiga laki-laki itu hanya menghela nafas dan geleng-geleng kepala.,

__ADS_1


***************


__ADS_2