
Ketika empat laki-laki yang tadi bekerja bersamanya sudah tertidur, Tantri menemukan sesuatu yang ganjil. Tetapi yang membuat gadis itu terkejut, traffict data keluar ke device yang tidak dikenal, berasal dari unit kerja dimana dia ditempatkan. Menemukan hal tersebut, Tantri melihat ke arah Donnie yang tertidur lelah sambil duduk bersandar,
"Aku tidak mungkin bertanya pada Donnie.. karena aku belum kenal bagaimana sebenarnya anak ini. Aku akan menyimpan dulu, dan besok akan aku beritahu pada Chang dan lainnya.." Tantri berpikir cerdas.
Meskipun Donnie akhir-akhir ini selalu bersama dengan dirinya, dan temannya yang lain, namun Tantri belum mudah untuk percaya. Laki-laki itu terlihat tampak misterius, sehingga Tantri masih berpikir untuk memberi tahu apa yang telah ditemukannya.
"Gila... apakah hal ini merupakan kesengajaan, Laboratorium ini membuat prototype peralatan kesehatan, untuk membantu manusia berumur panjang. Tetapi masak ada staf yang berlaku curang, menjual data pada pihak luar. Apakah hal ini, yang menyebabkan semua prototype gagal diproduksi, ada yang sengaja menahan informasi." Tantri tampak berpikir sendiri.
Otak gadis itu terus bekerja keras, berusaha mengingat rekan kerja dalam unit kerjanya. Selain Donnie, ada Celine, Peter, dan juga Dion. Tiba-tiba saja pikiran Tantri mengarah pada Celine, rekan kerja yang selalu menampakkan sikap tidak suka kepadanya.
"Mungkinkan Celine yang melakukan kecurangan, melihat sikapnya yang seolah olah tidak bersahabat denganku. Terus Dion, Peter, atau bahkan Donnie sebenarnya tahu akan hal ini. Hanya saja mereka sengaja merahasiakannya.." Tantri berbicara sendiri.
Beberapa saat, Tantri tampak berpikir.. Tiba-tiba..
"Hempphh... kenapa aku tidak mencoba meng hack data pribadi gadis itu. Siapa tahu, ada sesuatu yang disembunyikan oleh Celine, dan teman teman lainnya tidak ada yang tahu.." Tantri memiliki ide.
Dengan cepat, jari-jari tangan Tantri masuk dan melakukan Pentesting, untuk menerobos sistem keamanan perbankan. Cash flow menjadi cara mudah bagi Tantri untuk mendeteksi ada atau tidak kecurangan yang dilakukan oleh seseorang. Secara ilegal Tantri akan mencari tahu, data keuangan masuk dan keluar, dari rekan kerja yang ada pada unitnya.
"Benar benar gila... masak nama Celine Arth memiliki lebih dari tujuh rekening. Belum lagi, kepemilikan saham dan obligasi atas namanya langsung.." mata Tantri terbelalak ketika melihat rekening yang dipunyai Celine..
Dua rekening beralamat di Swiss, dan Canada menjadi target penyelidikan Tantri. Dua rekening itu memiliki track cash inflow yang sangat besar,
__ADS_1
"Jutaan dollar beberapa kali... Impossible... sebagai staf laboratorium bisa memiliki cash inflow sebanyak ini. Kecuali gadis itu melakukan kecurangan..." Tantri kembali berbicara sendiri.
Gadis itu tidak hanya berhenti pada arus kas masuk dan juga arus keluar, tetapi juga menelaah sumber dari mana dana itu berasal. Begitu melihat dana itu dikirimkan oleh perusahaan swasta yang memproduksi alat-alat kesehatan, kening gadis itu berkerut.
"Heytex Health... beberapa kali Celine mendapatkan kiriman dana dari perusahaan swasta itu, dan dimasukkan ke rekening gadis itu yang ada pada bank di negara Canada.. Apakah ada sesuatu yang disembunyikan oleh Celine, dan hal ini terkait dengan gagalnya peralatan produksi laboratorium akhir akhir ini.." Tantri mencoba membuat telaah.
"Hemppph ada juga dari perusahaan Platoon yang mengirimkan dana pada rekening bank yang ada di Swiss... Kamu sangat bodoh Celine... tidak bisa bermain cantik. " Tantri berbicara tentang Celine.
Mungkin karena tergiur dengan dollar, membuat Celine buta, tetapi tidak menyiapkan semuanya dengan baik.
"Tetapi aku juga tidak bisa menghakimi gadis itu.. Aku mungkin akan memancingnya, dan semoga saja gadis itu bekerja sama. Mau apa yang menjadi latar belakang dalam melakukan perbuatan kotor ini.." Tantri tidak sembarang menuduh.
Gadis itu memiliki pikiran akan bertanya dan menyelidiki apa yang menyebabkan, jika memang Celine terbukti melakukan perbuatan kotor tersebut. Beberapa saat kemudian, Tantri melihat ke arah teman-temannya yang tertidur lelap. Gadis itu menguap, kemudian perlahan bangkit dari posisi duduknya dan berjalan menuju ke atas bed. Untung saja, ke empat laki-laki itu tidur di lantai beralaskan karpet, dan juga di kursi sehingga tidak menganggunya.
Jakarta...
Mata Zorra menyipit, sejak tadi laki-laki itu fokus di depan layar laptopnya. Zorra bermaksud ingin mencari keberadaan Tantri di dunia maya, berharap gadis itu online. Tetapi laki-laki itu tidak paham, jika selama berada di karantina, Tantri memiliki email yang digunakan untuk bekerja. Apalagi keamanan dan jejak digital selama berada di karantina selalu diamati, sehingga Tantri tidak bisa sembarangan memanfaatkan waktu kerjanya,
"Lagi lagi Tantri lupa dengan janjinya padaku... Sudah lewat dua minggu, dari terakhir kali kita berpisah, namun belum pernah sekalipun gadis itu menghubungiku..." Zorra berbicara sendiri,
Tatapan laki-laki itu tampak tajam dan mengerikan. Merindukan Tantri setiap detik, dan ada rasa kecewa terbayang dalam wajahnya..
__ADS_1
"Kenapa aku percaya dengan ucapan gadis itu. Bukankah aku pernah ditinggalkan olehnya, dan aku malah mengantarkannya ke Jenewa. Tetapi sedikitpun gadis itu lupa akan janjinya padaku.." Zorra tampak geram, Beberapa kali laki-laki itu terus berbicara.
Tiba-tiba laki-laki itu mengangkat gagang telpon yang ada di atas meja kerjanya.. Beberapa saat kemudian, terdengar jawaban dari pesawat telpon tersebut.
"Segera datang kemari...!" dengan suara tegas, Zorra berbicara pada orang tersebut.
Tidak lama kemudian laki-laki itu meletakkan gagang telpon kembali ke tempatnya. Beberapa saat, pintu ruang kerja laki-laki itu diketuk dari luar, kemudian didorong dari luar.
"Selamat siang Tuan Zorra... apakah ada hal penting yang harus saya selesaikan.." seorang laki-laki muda seusia dengan Zorra, tampak bertanya pada anak muda itu.
"Bagaimana tugas terakhir yang aku perintahkan kepadamu. Sudahkah kamu melihat ada pergerakan dari nona Tantri..." tanpa melihat ke arah laki-laki itu, Zorra bertanya kepadanya,
"Belum mendapatkan informasi apapun Tuan.. Bahkan keberadaan terakhir gadis itu, juga sudah tidak bisa diendus. Secara logika, gadis itu bersama dengan Tuan Zorra di bandara. Namun... bandara manapun kita selidiki, tidak ada jejak nona Tantri.. Tuan.." dengan ketakutan, laki-laki itu memberikan laporan,
"Siapkan penerbangan untukku. Aku tidak akan bisa menunggu... siapkan keberangkatanku menuju ke Jenewa." merasa tidak puas dengan penjelasan dari laki-laki itu, Zorra membuat perintah,
"Tapi tuan... bisakah hal itu ditunda. Kita sudah menyebar undangan untuk penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham tuan.. Tuan besar pasti akan marah, jika tuan Zorra tidak hadir dalam rapat tersebut.." dengan ketakutan, lagi-lagi laki-laki itu mencoba menunda keinginan dari atasannya,
Tetapi untungnya Zorra tidak marah, anak muda itu berekspresi datar, tidak bisa ditebak.
"Atur ulang secepatnya, jangan banyak kata lagi.." suara dengan nada dingin akhirnya keluar dari bibir Zorra.
__ADS_1
************