
Setelah semalam bersama dengan Tantri, mau tidak mau Zorra mengantarkan gadis itu ke gedung WHO. Meskipun sudah ada petugas yang menjemput gadis itu, tetapi Zorra tidak semudah itu melepaskan Tantri. Zorra tetap memaksa masuk, dan memastikan jika kekasihnya itu akan aman. Tantri tidak banyak berkomentar, dengan adanya Zorra ikut bersamanya, ada rasa aman juga di dalam hati gadis itu,
"Zorra... aku rasa, cukup sampai disini saja kamu mengantarku. Chang, John, dan Fujitora sudah ada di dalam, kamu tidak perlu mengkhawatirkanku.." setelah masuk ke dalam ruang pertemuan, Tantri menahan laki-laki itu.
"Apakah kamu yakin akan aman disini Tantri...? Tidakkah kamu akan mengurungkan niatmu untuk bergabung dalam project WHO.." Zorra merasa enggan berpisah dengan gadis itu,
Tantri mendorong laki-laki itu keluar ruangan. Gadis itu cukup tahu diri, untuk tidak membicarakan masalah pribadi di gedung taraf internasional. Apalagi beberapa orang menatap mereka dengan pandangan menyelidik, dan membuat gadis itu menjadi risih.
"Harus berapa kali aku katakan kepadamu Zorra.. Trust me.., aku akan aman dalam project ini. Hanya saja, untuk menjaga keamanan dari project, keberadaan kami untuk sementara waktu memang tidak akan bisa ditembus. AKu harap kamu untuk bersabar Zorra..., percayalah aku pasti akan kembali untukmu.." Tantri menatap wajah kekasihnya itu.
"Bisakah kamu cancel semuanya Tantr.. untuk apa sebenarnya semua ini.. Jika hanya untuk harta, agar papa dan mamamu kembali tegak berdiri, aku akan mencukupinya Tantri..." Zorra tampak enggan.
"Zorra... bukan hanya harta yang menjadi masalahku Zorra. Aku ingin kamu paham kemauanku.. Aku ingin membuat papa dan mama bisa kembali melihat ke sekeliling dengan bangga, hanya dengan hal inilah aku akan bisa mengembalikan kepercayaan diri papa dan mama. Selain itu Zorra... aktualisasi diri juga akan tercapai, jika aku bisa bergabung dalam project ini.." Tantri tetap keukeuh berusaha menjelaskan.
Bukannya langsung memahami apa yang diucapkan Tantri, namun laki-laki itu malah menggenggam tangan gadis itu. Terlihat ada dua laki-laki berpakaian seragam tentara, tampak menghampiri Tantri, mungkin memberi tahu pada gadis itu, agar segera fokus dan kembali ke dalam ruangan, Tantri merasa tanggap, kemudian gadis itu memeluk erat tubuh Zorra, seakan enggan melepaskannya, Zorra berdiri mematung, dan tubuh laki-laki itu seakan kaku dan tidak tahu apa yang harus dilakukannnya.
"Aku harus segera masuk ke dalam Zorra.. Selamat bertemu lagi, semoga kamu bersedia untuk menungguku kembali. Dan aku janji, jika ada waktu luang, orang yang akan pertama kali aku hubungi adalah dirimu.." tidak tega melihat Zorra yang menatapnya dengan pandangan melarang, Tantri membuat janji.
Tanpa menunggu respon balik dari laki-laki itu, Tantri berjinjit dan memberikan ciuman sekilas di bibir laki-laki itu, kemudian membalikkan badan meninggalkan Zorra di balik pintu. Begitu Tantri masuk., dua laki-laki berpakaian dinas itu segera menutup pintu, dan barulah Zorra kembali tersadarkan,
__ADS_1
"Kamu kembali menghilang, dan meninggalkanku sendiri Tantri.. Aku tidak akan pernah melepaskanmu, dan memberimu kesempatan lagi, jika kamu sudah kembali kepadaku.." sambil tersenyum kecut, Zorra bergumam,
Laki-laki itu menatap pintu di depannya yang sudah tertutup rapat, kemudian perlahan pergi meninggalkan ruangan tersebut. Laki-laki itu berjalan gontai, seakan menanggung beban berat pada punggungnya. Jika dirinya adalah seorang perempuan, mungkin tangisan akan menjadi pelampiasannya.
***********
Di dalam ruangan...
John tersenyum melihat kedatangan Tantri, dan laki-laki itu bergeser tempat duduk untuk memberi kesempatan gadis itu untuk duduk. Terlihat ada beberapa berkas di atas meja yang ada di depannya, ketika Tantri sudah mulai duduk.
"Sudah tidak ada yang ditunggu lagi bukan...? Jika sudah tidak ada, seperti tadi yang aku katakan di depan, jika project ini adalah sebuah project rahasia. Tempat kalian mewujudkan ide, dan karya akan kami tempatkan pada sebuah teritori yang jauh dari jangkauan orang. Jadi aku harap, kalian berempat bisa mematuhi semua aturan tersebut.." sebuah perkataan tegas diucapkan laki-laki yang duduk di belakang meja, ketika Tantri sudah mulai duduk.
Tantri, John, dan Fujitora hanya menganggukkan kepala, sebagai tanda jika mereka menyetujuinya.
"Baiklah... sebelum kalian berempat akan tanda tangan kontrak perjanjian, pelajari dan baca dulu berkas yang sudah disajikan di atas meja. Pelajari, dan sampaikan pada kami, poin mana yang kalian tidak setuju. Kita masih akan bisa untuk mendiskusikannya.." tidak mau memperlama waktu, laki-laki itu meminta Chang dan rekan untuk mempelajari syarat dan ketentuan.
Tantri dan ketiga temannya segera mengambil berkas. Melihat pasal-pasal, tentang syarat, ketentuan, dan masalah keuangan, Tantri tidak begitu mempedulikannya. Karena tujuan utama bergabung dengan tim yang diinisiasi oleh Chang, memang bukan uang yang menjadi tujuan utamanya. Berusaha mengaplikasikan kemampuan IT, dan menyibukkan diri, menjadi tujuan pertama kalinya. Beberapa saat kemudian...
"Tuan... pada dasarnya secara pribadi, saya tidak keberatan dengan klausul yang tertulis dalam draft PKS ini. Namun.. apakah sesekali kita tidak diberikan waktu untuk me time... sekedar berhubungan dengan dunia luar, meskipun hanya via sambungan ponsel saja.." membaca salah satu klausul yang menyatakan untuk tertutup dengan dunia luar, Tantri mencoba melakukan negoisasi.
__ADS_1
Menyadari kekuatan yang dimiliki Zorra.., jika dirinya tidak bisa dihubungi untuk kurun waktu yang relatif lama, Tantri khawatir dengan tindakan yang bisa dilakukan oleh kekasihnya itu.
"Dari saya Chang... juga keberatan dengan klausul yang sudsh disampaikan Miss Tantri.." Chang ikut mendukungnya.
"Setuju..." dari samping, Fujitora dan John ikut menyetujui usulan Tantri dan Chang.
"Baiklah... saya akan mendiskusikan sebentar tentang permintaan kalian. Tunggu kami sebentar.." laki-laki itu meminta Tantri dan lainnya untuk menunggu,
Terlihat laki-laki yang menerima mereka, tampak berdiskusi. Mereka dengan serius membicarakan, dengan pertimbangan baik dan buruknya resiko yang akan mereka hadapi. Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya...
"Kembalilah kemari... Setelah kami diskusikan tentang keinginan kalian, kami memberikan persetujuan. Kalian berempat hanya bisa diijinkan keluar dari pulau tempat karantina kalian, maksimal satu bulan sekali. Sedangkan untuk bisa berkomunikasi dengan dunia luar melalui panggilan telpon, hanya bisa dilakukan satu minggu sekali. Tidak ada lagi perdebatan.." dengan tegas, laki-laki itu menyampaikan hasil putusan dari pembicaraan mereka.
"Baik terima kasih Tuan.. Karena sudah ada kesepakatan, kami tidak akan keberatan untuk tanda tangan pada berkas kerjasama." akhirnya Chang menyetujui isi perjanjian.
"Lakukanlah... kita akan selesaikan semuanya saat ini juga..."
Setelah ada koreksi sedikit dari isi perjanjian, dan setelah di print out ulang, berkas kembali diserahkan pada empat anak muda itu. Tanpa ragu, Chang memimpin tiga teman lainnya. Laki-laki muda itu segera menanda tangani berkas di depannya, dan tiga lainnya mengikuti.
***************
__ADS_1