Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 35 Memanfaatkan Peluang


__ADS_3

Terbias kekecewaan di wajah Mister Andriano karena mendapatkan penolakan dari Tantri. Laki-laki itu tersenyum kecut, kemudian bergegas meninggalkan tempat itu. Tetapi baru beberapa langkah, laki-laki itu berjalan, tiba-tiba setelah berbelok terlihat keberadaan Zorra tampak menghadangnya. Di bibir laki-laki muda itu, terlihat gelembung permen karet.


"Tumben sekali adikku yang tampan pagi-pagi begini sudah sampai di sekolah..?" Mister Andriano tampak basa basi. Laki-laki itu menyapa anak muda di depannya.


"Yah... anggap saja laki-laki tampan ini sedang menangkap basah, seseorang yang usil dan suka menikung dari belakang.." tidak tahu arah bicara kemana, Zorra bicara dengan sinis pada guru pengganti itu.


"Waduh... waduh.., jangan terlalu banyak lihat movie adikku sayang.. Saat ini, aku menjadi guru di sekolah ini, dan merupakan hal yang wajar bukan, jika aku harus datang lebih pagi dibanding kalian para siswa. Aku harus memonitor, dan mengantisipasi keadaan di sekolah.." dengan mengulum senyuman, Mister Andriano memberikan tanggapan.


Tatapan Zorra tampak tidak bersahabat. Anak muda itu berjalan mendekat, dan setelah tepat satu kaki di depan Mister Andriano, anak muda itu menghentikan langkahnya,


"Tapi ingat Tuan muda yang ganteng, dan manja.. Jika sampai terjadi sesuatu, bahkan hanya secuil saja kulit Tantri terluka, kamu akan berhubungan denganku. Orang bilang, darah lebih kental dari pada air, tetapi tidak untukku.." dengan seringai dan tatapan tajam, Zorra membuat ancaman pada Mister Andriano.


Guru pengganti itu merasa ngeri dengan sikap dari Zorra, dan sampai satu langkah kaki ke belakang, laki-laki itu mundur. Baru kali ini, Mister Andriano merasakan, kata-kata yang diucapkan adiknya itu penuh tekanan, dan intimidasi. Tapi belum sampai, laki-laki itu tersadar, Zorra sudah melangkahkan kaki pergi meninggalkan tempat itu,


"Sialan... kenapa adikku menjadi seperti itu. Apakah keadaan, atau lingkungan yang membentuknya sehingga berubah menjadi penuh wibawa seperti itu.." sepeninggalan Zorra, Mister Andriano menyandarkan punggung dan kepalanya di dinding yanga da di sampingnya.


Mulut laki-laki itu mengeluarkan gumaman, seperti tidak mempercayai apa yang baru saja terjadi. Bahkan degup jantungnya masih terasa, meskipun keberadaan Zorra sudah menjauh.


"Aku akan kembali ke ruang kerjaku dulu. Yah... paling tidak untuk mengendalikan nafasku. Jika bukan karena permintaan papa dan mama, aku tidak akan pernah bertindak gila. Membuntuti seorang gadis tomboy bernama Tantri. Hanya karena gadis itu dekat dengan Zorra, aku harus turun tangan untuk menyelidiki gadis itu." kembali Mister Andriano bicara sendiri. Sepertinya tatapan penuh ancaman dari Zorra adiknya, belum sepenuhnya hilang.

__ADS_1


Perlahan guru pengganti itu, melangkahkan kakinya menuju ke ruang guru.


************


Pelajaran pada jam pertama di kelas Tantri kosong. Suasana kelas menjadi ribut tidak terkendali, namun Tantri hanya diam tetap duduk di kursinya. Gadis itu mengeluarkan gadget dari dalam tasnya, dan tidak lama kemudian bahasa pemrograman sudah memenuhi layar gadgetnya. Tantri terbiasa menggunakan bahasa pemrograman Python, karena lebih simpel dan mudah digunakan.


"Bip... bip.. bip.." signal notifikasi menyala, sebagai pertanda ada programmer lain yang mengajaknya untuk berkomunikasi.


"Hempph... mengganggu saja.." dalam hati, gadis itu ngedumel. Namun tetap dikliknya signal tersebut, dan tidak diduga tersambunglah chat dengan seseorang di dunia maya beberapa hari yang lalu.


"Hi bro... jumpa lagi kita. Gimana tawaran terakhirnya, apakah kamu masih memiliki minat.." karena Tantri selalu menyembunyikan identitas gender dalam dunianya, lawan bicaranya tidak tahu jenis kelamin yang sebenarnya, Gadis itu juga mengiyakan setiap lawan bicaranya memangginya brother.


"Aku bisa travelling ke Singapura atau Jepang, sesuai preferensiku. Mungkin aku memanfaatkan fasilitas dan pendanaan dari pihak yang mengundangku.." bibir gadis itu membentuk senyuman, karena menemukan jawaban atas undangan dari lawan chatnya. Beberapa saat kemudian...


"Okay... aku akan terima tawaranmu. Tapi pindahkan tempat pertemuan di negara Jepang, tepatnya di kota Sapporo, karena aku menyukai ketenangan. Living cost, penerbangan kelas eksekutif, dan jangan lupa traveller cheque.." tidak mau mengalami kerugian, Tantri asal mengetikkan permintaannya,


Beberapa saat Tantri mengetikkan permintaannya, terjadi delay chat beberapa detik. Tetapi tidak lama kemudian, muncul signal lawan chat membuat ketikan.


"Kami menyetujui penawaran yang kamu berikan. Kode booking pesawat akan kita kirim via email, demikian juga untuk kode booking kamar hotel. Akomodasi mobil juga akan kami siapkan, dan saat ini kami minta akun PayPal untuk mentransfer down payment, sebagai ikatan dari perjanjian kita.." untuk mengikat tanda jadi Tantri, lawan chat segera menyetujui tawaran gadis itu, dan juga akan mengirimkan DP gaji awal gadis itu.

__ADS_1


"Good job.., senang bermitra denganmu.." setelah menjawab permintaan itu, tangan Tantri dengan lincah mengetikkan kode Paypal untuk keperluan pengiriman dana ke akunnya. Gadis itu memang tidak berani untuk menggunakan rekening bank, dan merasa jika pembayaran melalui surat elektronik lebih efektif.


Setelah masuk ke aplikasi Paypal secara online, gadis itu kemudian melakukan salin atau copy kode akunnya, kemudian paste pada chat dengan lawan bicaranya. Beberapa saat kemudian..


"Uang dalam mata uang Euro sudah kami transfer ke rekening PayPal. Jangan lupa untuk verifikasi di email anda.. Senang bekerja sama denganmu.." tidak menunggu proses ribet, uang langsung dikirimkan oleh mitra kerja gadis itu,


Senyum puas muncul di bibir Tantri, bisa menyalurkan hobby untuk mengurangi kegabutan, namun juga bisa mendapatkan uang. Beberapa saat, gadis itu kemudian membuka email untuk mengirimkan kode passport. Tapi baru melihat ada notifikasi email masuk, yang ternyata berisi tiket penerbangan kelas eksekutif, hotel bintang lima, kembali senyum  lebar terlihat di bibirnya.


"Tantri... how about you..? Sejak tadi, aku lihat dirimu senyum senyum sendiri.." tiba-tiba Evelyn mengagetkannya.


"Woww... kamu akan pergi ke Jepang Tantr... Mauuuuuu..." tidak sengaja, Evelyn ikut melihat tiket penerbangan Tantri, karena gadis itu sedang membuka di layar gadgetnya. Terlihat wajah teman sebangku Evelyn itu menunjukkan sikap pingin.


"Halah... ini hanya iklan masuk saja Velyn.. Aku memang sedang lihat-lihat dulu, karena aku bermimpi ingin mengelilingi negara terdisiplin itu. Setelah itu, tujuan selanjutnya adalah di negara Finlandia.." Tantri pura-pura hanya melihat iklan saja.


"Woalah Tantr.. aku pikir, kamu mendahuluiku pergi ke negara itu sendirian tanpa mengajakku. Akupun juga sama Tantr.., kata aunty ku, negara itu bersih dan sangat disiplin. Aku ingin berkeliling ke lokasi wisata yang ada di negara itu..." terlihat Evelyn sudah bisa menghilangkan rasa pinginnya.


Dalam hati, Tantri tersenyum meskipun merasa berdosa karena telah membohongi temannya itu.


*************

__ADS_1


__ADS_2