Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 18 Berkelahi


__ADS_3

Ke empat anak muda itu makan dalam diam, tidak ada satupun yang berbicara. Tantripun juga demikian, mulutnya tanpa henti mengunyah menikmati batagor yang ada di dalam piring, yang sejak tadi ada di tangannya. Bersama dengan Harry dan teman dalam club motor Spirit, gadis itu banyak mendapatkan pengalaman baru. Duduk ngemper di pinggir jalan sambil menikmati culliner, berkonvoi, dan banyak aktivitas baru yang dia peroleh.


"Tap.. tap.. tap... gedebuk..." tiba-tiba tidak jauh dari mereka duduk, terdengar ada suara orang berlari, dan terjatuh.


Ke empat anak muda itu saling berpandangan, dan untung saja piring mereka sudah kosong. Spontan setelah mereka berpandangan, mereka mengalihkan fokus penglihatan ke arah sumber suara, dan terlihat tiga orang laki-laki tengah mengangkat krah baju, laki-laki yang terjatuh ke tanah.


"Harry... Antok.., Irwan, beri pertolongan pada laki-laki itu, kasihan.. Masak satu dikeroyok tiga orang.."melihat pemandangan di depannya, Tantri bersuara.


"Tapi Tantri kita tidak mengenalnya, dan juga tidak tahu mana yang salah, serta yang benar. jika kita turut campur, bisa bisa mereka malah salah paham dengan kita.." Antok mencoba untuk mengajak bicara pada gadis itu.


"I know Antok.., tetapi bagaimanapun tetap tidak bisa dibenarkan pengeroyokan seperti itu. Semua bisa dibicarakan, tidak asal mengeroyok dan menganiaya orang itu.. Jika kalian tidak mau menolongnya, aku yang akan berlari ke tempat itu." Tantri tetap keukeuh dengan pendiriannya, dan mulai bersiap untuk mengangkat tubuhnya ke atas.


Tiba-tiba Harry berdiri, dan tangan laki-laki itu memegang bahu gadis itu, kemudian kembali mendudukkan Tantri di atas tikar. Tantri tidak berkutik, selain hanya menatap ke  arah Harry dengan tatapan jengkel.


"Bukk.... bruak..." terlihat laki-laki itu kembali mendapatkan pukulan, dan tubuhnya terjatuh ke belakang.


Harry segera berlari ke tempat kejadian, dengan Antok dan Irwan mengikuti di belakangnya. Tanpa bicara, Harry langsung membangunkan laki-laki yang terjatuh itu, dan melemparkan ke arah Antok.


"Siapa kamu..., jangan ikut campur dalam urusan kami. Minggir..." tampak laki-laki yang sedang menganiaya itu berteriak pada Harry.


Bukannya menjawab, Harry malah tersenyum sinis ke arah tiga laki-laki itu. Irwan dengan cepat, berdiri di samping boss nya. Mereka tampak menatap dan memindai ketiga laki-laki yang dengan pongah berdiri di depan mereka.

__ADS_1


"Tidak perlu bertanya siapa aku..., karena tindakanmu sudah seperti tindakan seorang binatang. Menghajar orang di tengah keramaian, dan kamu telah mengganggu kenikmatanku menikmati batagor. Apakah kamu perlu tahu, hukuman apa yang layak untuk kalian..." terdengar suara Harry yang balik bertanya pada para laki-laki itu.


"Kurang ajar, malah terlalu banyak ngebacot loe... Terimalah ini... bukk..." tampak laki-laki yang berperawakan besar mengangkat tangannya ke atas untuk mengarahkan pukulan pada Harry.


"Sett... bukk..." tiba-tiba Harry menggeser tubuhnya ke samping, dan pukulan laki-laki itu mengenai angin. Namun tidak diduga...


"Swing... dukk...." satu kaki Harry terangkat ke atas, dan laki-laki yang berkelahi dengannya itu tidak mampu menghindar. Tendangan kaki Harry bersarang di pinggang penyerang itu.


Melihat salah satu temannya terjatuh, dua orang yang datang bersamanya maju ikut menyerang Harry. Namun Antok dan Irwan dengan sigap maju ke depan, dan menghalangi serta memberikan serangan pada dua  orang itu. Tidak lama kemudian, enam orang itu sudah saling berkelahi. Tetapi karena sudah terlatih dalam aktivitas club motor, yang sering terlibat perkelahian, kelompok Harry tampak lebih unggul.


"Hentikan perkelahian...." tiba-tiba terdengar teriakan berwibawa.


"Sreett... bukk..." Harry tampak menarik baju laki-laki yang berkelahi dengannya, dan mendorong tubuh laki-laki itu ke arah laki-laki yang mengeluarkan suara.


"Pak Polisi... urus mereka. Kami tidak ada urusan dengan mereka, hanya karena mereka menghajar laki-laki itu, dan mengganggu selera makan kami, akhirnya kami terpaksa turun tangan untuk menyelesaikannya. Tapi kami tidak bisa berlama-lama di tempat ini pak, karena kami harus kembali ke sekolah." dengan tenangnya, Harry mengajak kedua polisi itu berbicara.


"Tunggu..." salah satu polisi itu berteriak.


Harry menghentikan langkahnya, kemudian berbalik badan. Demikian juga dengan Antok dan Irwan...


"Kami akan membawa ke empat laki-laki ini, tetapi jika kami membutuhkan keterangan darimu, kami tidak akan sungkan untuk mencari kalian..." polisi itu menjelaskan.

__ADS_1


"Baik pak, dengan senang hati. Kami bersekolah di Junior High International School. Cari Harry, Antok, dan Irwan, kami yakin petugas security sekolah mengetahui siapa kami.." setelah memberikan tanggapan, kembali ketiga anak muda itu kembali ke tempat mereka.


**********


Setelah menyelesaikan makan mereka, Harry dan Tantri serta kedua teman mereka, segera kembali ke sekolah. Baju yang dikenakan ketiga anak muda itu terlihat kotor, dan tangan Antok terlihat memar di bagian pergelangan tangannya. Setelah memarkirkan motor, Tantri segera membawa ketiga anak muda itu ke UKS.


"Tidak perlu Tantr... ini hanya luka lecet saja, tidak akan bahaya.." Antok tampak menolak ajakan gadis itu. Harry hanya diam saja, karena paham betul bagaimana sikap dan karakter Tantri.


"Diam Antok... menurut denganku kali ini saja. Tidak mungkin bukan, dengan penampilan acak-acakan kalian, langsung masuk ke dalam kelas. Paling tidak, hormati guru yang sedang mengajar, dan tidak membuatnya panik." ucapan tegas Tantri, membuat ketiga anak muda itu tidak bisa membantahnya.


"Hempphh... okaylah, kali ini kami akan menurut..:" akhirnya ketiga anak muda itu segera bergegas berjalan menuju ke arah UKS.


Namun baru beberapa langkah, mereka berpapasan dengan kepala sekolah, yang tampak tergesa berjalan dari arah belakang sekolah. Tanpa dikomando, Tantri, Antok dan Irwan teringat dengan kejadian terakhir kali, ketika mereka bertemu dengan laki-laki paruh baya itu.


"Selamat siang bapak Kepala Sekolah, kenapa kelihatan tergesa pak... Dari mana, dan ada urusan penting apa.." tidak diduga, Harry malah lebih dulu menyapa laki-laki itu.


"Oh kamu Harry... ada urusan tugas penting. Kenapa dalam jam pembelajaran seperti ini, kalian berempat malah keluyuran di luar kelas. Kalian membolos ya.." laki-laki itu tampak gugup, namun dengan cepat malah balik bertanya pada Harry dan kawan-kawan.


"Tidak pak Kepala, kebetulan tanpa sengaja, ketiga anak ini tadi terjatuh bersama. Saya menemani mereka, dan akan mengajak mereka ke UKS pak Kepala. Mari... permisi dulu.." tidak mau memperpanjang, dan menarik kecurigaan dari orang pertama di sekolah itu, Tantri segera menarik tangan Harry untuk meninggalkan tempat itu.


Antok dan Irwan tanggap, keduanya segera mengikuti Tantri yang tampak terburu menarik tangan Harry. Sedangkan Harry, hanya senyum senyum sendiri, melihat gadis itu menarik tangannya dan membawanya pergi bergegas dari tempat itu.

__ADS_1


***********


__ADS_2