Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 93 Kecurigaan


__ADS_3

Laboratorium...


Tantri memberi tahu hasil temuan yang mencurigakan tentang aliran dana masuk rekening atas nama Celine pada Chang. Gadis itu sengaja hanya memberi tahu Chang, untuk memblokade agar penyelidikannya tidak dicurigai lainnya. Ternyata ketika mereka berlima berkumpul di kamar Tantri malam itu, mendapatkan pengamatan dari tenaga security. Dengan tefas petugas security memberi teguran pada Tantri, dan yang lainnya.


"Aku curiga Chang... Celine memiliki itikad tidak baik. Bisa jadi, gagalnya beberapa alat kesehatan yang tengah diproduksi ada kaitannya dengan gadis itu. Celine aku kira menjual raw concept pada pihak luar, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan sesaat. Hal itu bisa dibuktikan, dari aliran dana masuk dari beberapa perusahaan besar, yang bergerak pada bidang alat kesehatan.." ucap Tantri.


Chang menoleh ke kanan kiri, dan ketika tidak melihat siapapun ada di dalam ruangan itu, Chang kembali melihat ke arah Tantri.


"Semua ada kemungkinannya Tantri... aku juga berhasil menemukan, dan menyandera kiriman draft yang didelivery via satelit. Sepertinya mereka bermain secara rapi, tidak mengandalkan jaringan internet, maupun wifi di dalam laboratorium. Mereka punya mobile provider, sehingga sewaktu waktu, arus keluar data tidak terdeteksi oleh keamanan perusahaan.." Chang memberikan tanggapan.


"Hempphh... jika memang semua itu benar adanya. Betapa licik perempuan itu, hanya demi segepok uang, bisa mempertaruhkan kesehatan seluruh dunia. Betul-betul mental yang kacau.." Tantri berkomentar tentang Celine.


Gadis itu sama sekali tidak pernah berpikir, ada seorang perempuan muda yang demikian liciknya bisa bekerja sama dengan pihak luar. Sekelas organisasi dunia WHO saja, bisa dibohongi, apalagi jika hanya rekan kerja, atau bahkan teman baik. Tantri sampai begidik membayangkannya..


"Kamu kenapa Tantr... kenapa responmu seperti itu.." melihat Tantri begidik, Chang melihat ke arah gadis itu dengan heran.


"Tidak apa Chang... hanya saja, pikiranku tidak sampai membayangkan betapa kejamnya Celine.. Dia itu seorang perempuan, kenapa bisa setega itu melakukan perbuatan yang buruk. Aku tidak habis pikir.." sahut Tantri.


Chang tersenyum melihat reaksi gadis itu. Beberapa saat, Chang merangkulkan satu tangannya ke pundak gadis itu...

__ADS_1


"Dunia itu lengkap Tantri... Ada yang baik, ada juga yang buruk. Ada yang cantik, ada yang pas pasan, dan ada juga yang jelek. Perbedaan itu ada, agar dunia bisa seimbang, ada balancing..." dengan suara pelan, Chang bersuara.


"Benar katamu Chang... semoga aku, dan juga kita semua terhindar dari semua keburukan. Tapi aku tidak akan demikian mudah melakukan justifikasi pada Celine. Siapa tahu, gadis itu memiliki dasar atau alasan kuat sehingga mau melakukan hal buruk tersebut. Siapa tahu juga, sebenarnya gadis itu berada dalam tekanan, dan tidak memiliki tempat untuk mengadukan masalahnya.." hidup di perantauan, membuat Tantri menjadi lebih dewasa dalam berpikir.


Asas praduga tidak bersalah, menjadi pedoman gadis itu. Tantri tidak mau, akan menyesal di kemudian hari karena sudah salah menilai tentang seseorang.


"Okay Tantr... sepertinya cukup waktu istirahat kita. Sekarang kita harus kembali ke tempat kerja kita, agar tidak menimbulkan kecurigaan dari teman-teman yang lain.." merasa sudah beberapa saat Chang dan Tantri meninggalkan teman-temannya, Chang mengajak gadis itu kembali.


Tantri menjawab dengan menganggukkan kepala, kemudian mengangkat pantatnya, dan berjalan mengikuti Chang keluar dari tempat mereka bicara. Baru saja mereka berjalan beberapa langkah, terlihat John melambaikan tangan ke arah mereka. Di belakang laki-laki itu, tampak Fujitora dan Donnie mengikuti di belakangnya.


"Itu mereka Chang.. Benar katamu, mereka ternyata mencari kita." Tantri menunjuk ke arah teman-temannya. Gadis itu mempercepat langkah kakinya, dan bergegas menghampiri tiga laki-laki itu.


**************


"Kamu tidak istirahat Celine... kok sudah sampai lebih dulu dari pada kami..?" untuk mengurangi kecanggungan, Donnie bertanya pada Celine. Sedangkan Tantri langsung berjalan menuju ke kursi kerjanya. Tanpa bicara Tantri menyalakan komputer, dan dengan cepat memasukkan password untuk bisa login ke sistem informasi.


"Aku lelah Donn... jadi sengaja tidak kemana mana. Lagian tadi pagi, aku sarapan sangat banyak, sehingga sampai sekarang perutku masih terasa kenyang.." sahut Celine yang sudah mulai hilang rasa terkejutnya.


"Okaylah.. kembalilah bekerja.. Aku juga akan melanjutkan draft kerjaanku, tadi pagi kepala bagian sudah meminta progress pekerjaan. Bagaimana denganmu Tantri.. apakah kamu tidak ada deadline mendesak.." Donnie juga bertanya pada Tantri.

__ADS_1


"Emmppphh.. aku sudah serahkan pekerjaanku tadi sessi pagi Dionn... Sekarang aku akan melakukan evaluasi, apakah program sistem cerdas yang aku buat, sudah bisa di run atau belum. Jika sudah, aku berencana untuk mengirim ke bagian desain, agar segera direalisasi pembuatan prototype." Tantri sengaja mengeraskan suaranya, untuk mengetahui bagaimana respon Celine.


Seperti yang sudah diduganya, Celine seperti melirik tidak suka ke arah Tantri. Namun Tantri mengabaikannya, dan sudah kembali fokus pada pekerjaannya sendiri. Terlihat jika Tantri hanya memancing Celine, tetapi tidak menanggapinya.


"Kamu memang bekerja secara silence, tetapi hasil akurat.." dari kursinya Donnie mengacungkan ibu jari, mengapresiasi keberhasilan Tantri.


Tantri tidak merespon balik, gadis itu hanya tersenyum dan melanjutkan aktivitasnya sendiri. Dari luar ruangan, terlihat Dion dan Peter berjalan masuk ke dalam ruangan. Dua laki-laki itu tanpa bicara sepatah katapun, langsung duduk di kursi kerja mereka.


"Dion... Peter.., kepala Bagian meminta progress kemajuan kerja kalian berdua. Secepatnya hasil kerja kalian ditunggu, aku bisa membantumu untuk mengirimkan hasil kerjamu.." Celine menoleh ke arah dua laki-laki itu, dan menyampaikan pesan yang didapatnya dari atasan.


"Kamu memang selalu membantuku Celine.. Aku juga malas bertemu dengan atasan, nanti lebih baik kamu yang antarkan hasil kerjaku ya. Karena tidak mungkin, jika aku menggunakan email untuk mengirimkan aplikasi, bisa di hack sama pihak yang tidak bertanggung jawab.." dengan santai Dion merespon,


"Aku masih akan cek ulang hasil kerjaanku.. kamu duluan saja Dion.." peter ikut menyahut.


Mendengar perkataan dari dua laki-laki itu, yang ternyata selalu mengirimkan hasil pekerjaan mereka via Celine, kening Tantri berkerut. Jika memang itu selalu dilakukan, maka kecurian data bisa bersumber dari hal itu. Tantri kembali teringat aliran dana yang sangat besar, yang masuk ke rekening gadis yang dicurigainya itu.


"Dion... Peter.., bukannya aku ikut campur nih.. Apakah tidak alangkah lebih baiknya, jika kalian yang mengantar sendiri hasil kerja kalian ke atasan. Karena menurutku, selain keamanan lebih terjamin, juga sebagai salah satu bentuk tanggung jawab kita.." tidak bisa menahan rasa ingin tahunya, Tantri akhirnya bersuara.


Semua yang ada di dalam ruangan menatap ke arah Tantri. terutama Celine, gadis itu menatap marah ke arah Tantri, sampai gigi gadis itu ditekan ke bawah.

__ADS_1


****************


__ADS_2