Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 134 Ingin Anak


__ADS_3

Papa dan mama Tantri menghampiri putrinya yang tengah duduk di soga lounge.. Zorra seakan tahu, jika kedua orang tua itu akan bicara hati ke hati dengan putrinya, sehingga laki-laki itu sengaja bergeser untuk memberi ruang pada istri dan mertuanya. Tantri bergeser, memberi ruang untuk mamanya, dan papa gadis itu duduk di depannya..


"Bagaimana kabarmu selama ini putriku..?? Mama dan papa sangat merindukanmu, tetapi tidak bisa mengetahui dimana keberadaanmu.." dengan suara pelan, mama Tantri bertanya pada gadis itu.


"Tantri tidak kemana-mana mam.., pa.. Setelah kasus papa, dan mama menghilang, Tantri bergabung dengan perusahaan di Jepang. Tetapi karena ada konflik dengan pemimpin organisasi, akhirnya Tantri melarikan diri dengan teman ke Rusia mam.. Beberapa tahun di Rusia, akhirnya Harry teman Tantri di High School datang dan ingin membawa Tantri. Tetapi lagi-lagi kak Zorra datang menyelamatkan Tantri mam.." gadis itu menceritakan perjalanannya.


"Keluarga kita banyak berhutang budi pada suamimu Tantri.. Zorra dan orang-orang suruhannya mengawal proses penyidikan papa, dan juga membawa mama ke tempat yang aman, sehingga terhindar dari hujatan. Selama itu, nak Zorra selalu menceritakan jika kamu berada di tempat yang aman, dan baik-baik saja.." papa Tantri menambahkan.


Tanpa sadar ada air mata menggenang di mata kedua orang Tantri.., dan melihat hal itu, Tantri tanpa sadar juga kedua matanya menggenang air mata.


"Iya ma.. Pa.., kak Zorra juga selalu membantu Tantri. Dan Tantri sangat bersyukur, akhirnya bisa menjadi istri dari kak Zorra.." air mata menetes dari sudut mata gadis itu, teringat dengan kebaikan serta kesabaran Zorra selama ini. Untuk menghilang dari kejaran laki-laki itu, bahkan Tantri selalu pergi tanpa memberinya kabar. Teringat dengan kekonyolan di masa lalu, membuat gadis itu tanpa sadar mengeluarkan air mata penyesalan,


Mama Tantri memeluk, dan beberapa kali tangannya mengusap punggung putrinya yang dulu sempat kurang memiliki hubungan dekat dengannya. Namun... dengan beberapa kasus yang menimpa keluarga mereka, ternyata mereka bisa kembali menjadi dekat.


"Oh iya pa... by the way, bagaimana dengan kasus yang menimpa papa. Apakah semua sudah selesai..?" teringat jika dirinya terkesan tidak peduli dengan kasus korupsi, dan pencucian uang yang dilakukan papanya, tiba-tiba gadis itu menanyakannya.


Tantri melepaskan diri dari pelukan mamanya, dan menatap ke arah papanya..


"Sudah selesai sayang, dan semua itu berkat campur tangan Zorra. Tetapi semua tidak sama lagi seperti dulu, setiap bertemu dengan rekan kerja, atau tetangga, papa masih merasa malu dengan kebejatan papa di masa lalu.." dengan suara pelan, dan tatap mata penuh penyesalan, papa Tantri membuat penjelasan.

__ADS_1


"Benar yang dikatakan papamu Tantr.. Begitu juga dengan mama, sampai mama berhenti dari semua kumpulan sosialita, arisan, dan lebih suka menyendiri." mama gadis itu menambahkan, Air mata menetes dari pipi mama Tantri yang mulai keriput.


"Sudahlah papa, mama.. lupakan semua. Kita kubur semua kenangan di masa lalu, dan jika papa serta mama tidak bisa melupakan semua kenangan buruk itu, kita bisa memulai semua hal baru pa.., ma.. Kita tinggalkan Indonesia, kita pindah ke luar negeri.." melihat kesedihan yang dirasakan kedua orang tuanya, Tantri merasa tidak tega.


Bukan hanya kedua orang tuanya, karena Tantri sendiri merasa terpuruk dengan kejadian yang menimpa keluarganya. Kala itu, dengan adanya kesempatan untuk bergabung dengan  timnya Chang, Tantri melarikan diri ke luar negeri. Gadus itu menutup kedua telinga, dan juga kedua matanya dengan rapat, tidak mau mendengar ataupun melihat pengadilan bagi papanya. Ternyata Zorra yang setia memberikan pendampingan, dan perlindungan untuk kedua orang tuanya..


"Tantri... jika kamu setuju, papa  dan mama ingin menghabiskan masa tua di kota ini. Papa masih memiliki tabungan untuk membeli property di kota ini.." tiba-tiba lamunan Tantri buyar, mendengar perkataan papanya.


"Apa pa.., ma.., mama dan papa ingin berada dan stay di kota ini. Jangan khawatir pa, ma... simpan tabungan papa untuk emergency. Tantri memiliki tabungan dengan angka yang lumayan pa.., dan akan Tantri gunakan untuk menyiapkan property dan semuanya untuk papa dan mama.." merasa belum pernah memberikan bantuan pada kedua orang tuanya, Tantri menanggapi perkataan kedua orang tuanya,


"Benarkah putriku.." mama gadis itu berusaha menegaskan.


***************


Beberapa hari sesudahnya...


Dengan sumber daya dan kekuasaan Zorra, kedua orang tua Tantri tidak menunggu lama memiliki property di kota Luzern, sebuah kota bagian dari negara Swiss. Sebuah rumah dengan halaman luas, yang banyak ditumbuhi pepohonan, dan menjadi sebuah hunian yang asri.


"Tempat ini sangat enak ya kak, udaranya dingin dan sejuk.." Tantri berkomentar tentang rumah kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Jika honey mau, kita juga bisa mendapatkan property tidak jauh dari tempat ini. Kota di negara Swiss memiliki tingkat keamanan tertinggi di dunia, dan juga pendidikan yang sangat bagus. Sangat cocok untuk anak anak kita nanti.." dengan bersemangat seperti biasanya, Zorra langsung memberikan tanggapan,


"Hadeh kak.. baru nikah beberapa hari, sejak kemarin bicara anak terus. Kan Tantri jadi malu kak.." Tantri menegur perkataan suaminya, dengan malu,


"Ha.. ha.. ha.., itu salah satu tujuanku menikah denganmu honey.. Ingat usia kita sayang, sudah 25 tahun bukan, sudah sangat cocok untuk menggendong anak anak.." bukannya berhenti, Zorra malah semakin menggoda istrinya.,


Merasa jengah dengan sikap suaminya, Tantri mencubit pinggang laki-laki itu. Tetapi dengan cepat Zorra menangkap tangan gadis itu, dan malah memberikan kecupan di atas punggung tangannya.


"Honey.. ayuk kita kembali ke hotel. Aku sudah kangen nih.." tiba-tiba Zorra memeluk Tantri, dan berbisik di telinga gadis itu.


Wajah Tantri memerah, dan gadis itu melihat ke sekitarnya, merasa khawatir jika ucapan suaminya ada yang mendengar. Tetapi laki-laki itu malah mempererat pelukannya..


"Lepaskan kak, malu lagi kalau sampai papa dan mama melihat kita.." merasa masih berada di rumah baru kedua orang tuanya, Tantri mengingatkan suaminya.


"Kalau tidak mau suamimu ini menjadi lebih gila, kita harus kembali sekarang honey.. Aku tidak bisa bertahan lama, untuk tidak memeluk tubuhmu erat.." bukannya terus menjauh, tetapi laki-laki itu malah semakin berani,


"Iya.. iya..., kita masuk ke dalam dulu, pamit sama papa dan mama.." merasa kesal, akhirnya Tantri mau tidak mau menuruti keinginan laki-laki itu.


"Ha.. ha.. ha.., istriku pokoknya yang paling penurut.. Ayuk.." Zorra segera bergegas menarik tangan gadis itu, dan mereka kemudian masuk kembali ke dalam rumah.

__ADS_1


***********


__ADS_2