
Hari-hari berikutnya...
Kening Tantri berkerut, ketika gadis itu sedang mencermati part yang dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Ketika gadis itu membuat simulasi, beberapa kali Tantri menemukan jika prototype rancangan mereka itu kurang presisi. Tantri menelaah, mencoba mencermati kembali untuk menemukan letak kesalahan,
"Hempphh... aneh sekali. Dengan fasilitas yang sangat maju, dan semua ergonomis.., kenapa pekerjaan sepele ini menjadi terhambat. Rasanya tidak mungkin, jika beberapa orang digabung dalam beberapa tim, tidak ada yang menyadari letak kesalahan ini.." Tantri berbicara dalam hati.
Mata Tantri terus memicing, dan merasa ada sesuatu yang salah. Apalagi jika melihat dan mempelajari file-file yang dikerjakan oleh Rheina.., seperti kesalahan ada dan dibuat oleh gadis itu.
"Apakah karena alasan ini gadis bernama Rheina itu diberhentikan..? Padahal cela dan kesalahan dari konsep ini sangat jelas, dan semua di share ke Google Drive. Seharusnya semua bisa saling berkoordinasi dan memberikan masukan, untuk tercipta project ini..:" Tantri terus berpikir serius.
"Mmmmppph... tetapi sepertinya aneh, dan ada unsur kesengajaan. Apakah dari atas, tidak ada pengecekan, dan monitoring ke bawah.." Tantri tidak bisa berhenti berpikir.
Gadis itu malah sedikitpun belum menyentuh draf project yang dirancangnya bersama dengan tiga tim lamanya. Kali ini, Tantri ditugaskan untuk menelaah konsep alat bantu berjalan, yang lama belum bisa terealisir bentuk produk jadinya. Dan setelah beberapa hari mempelajari, ditemukan keanehan serta kejanggalan..
:"Ketika istirahat aku akan mencoba bertanya pada Donnie.., kenapa project sekecil ini tidak selesai-selesai. Aku harap, anak itu tidak pelit untuk berbagi informasi.." akhirnya Tantri memiliki ide.
Tanpa disadari oleh Tantri, dari kursinya Celine terus mengamati cara kerjanya. Bukan hanya Celine, dua laki-laki disampingnya, Dion dan Peter juga beberapa kali mencuri pandang ke arahnya. Bukannya Tantri tidak tahu, tetapi Tantri enggan meresponnya, dan pura-pura tidak melihat ke arah mereka,
"Mau beribu-ribu kali kamu mempelajari file Rheina, kamu tidak akan bisa menemukan apa-apa anak baru.. Jika kamu menemukannya, berarti kemampuanmu berada di atas kami.." tiba-tiba Peter bersuara.
Merasa kata-kata itu ditujukan untuknya, Tantri menghentikan aktivitasnya, kemudian melihat ke arah laki-laki itu.
"Karena aku masih anak baru Peter.. aku harus lebih banyak belajar. Tidak langsung sok pintar, masuk ke pusat masalah, tetapi hanya berusaha tahu dan mempelajari dimana letak kesalahan yang sebenarnya.. Aku hanya khawatir saja, jika sebenarnya kesalahan ini sudah ditemukan, tetapi sengaja tidak dicari jalan keluarnya. Atau ada yang memang sengaja membuat kesalahan, karena mungkin ada tawaran lain yang lebih menyenangkan." dengan santai, Tantri memberikan tanggapan sambil tersenyum,
__ADS_1
"Halah.. jangan sok menjadi pahlawan kesiangan kamu Tantri.. Kamu meragukan kemampuan kami apa...?" tiba-tiba Celine menyolot, dan mengucapkan kata-kata sinis.
"Hey... hey..., aneh sekali kamu Celine. Tanpa permisi, atau isyarat tiba-tiba saja kamu bicara buruk pada Tantri. Apakah karena Tantri ini masih anak baru, jadi kamu meremehkan kemampuannya.." di luar dugaan, dari kursinya Donnie memberikan pembelaan pada Tantri.
"Untuk apa kamu ikut campur Donnie.. mau jadi pembela anak baru ini.." Celine memutar kursinya, dan melihat ke arah Donnie yang menatapnya dengan kesal.
"Sudah Donnie.. abaikan saja. Wasting time... jika kita meladeni orang yang sengaja mencari masalah dengan kita. Fokus dengan apa yang kamu kerjakan Donnie.." merasa tidak nyaman karena ribut ketika jam kerja, akhirnya Tantri mengingatkan Donnie.
Apalagi terlihat Dion melihat ke mereka dengan tatapan tidak suka. Meskipun laki-laki itu tidak berkomentar, tetapi terlihat dari ekspresi wajahnya. Melihat Tantri dan Donnie kembali fokus, dan mengabaikan perkataannya, dengan sewot Celine akhirnya diam. Peter juga kembali fokus pada pekerjaannya..
*************
Beberapa saat sesudahnya...
Seperti biasanya, tantri dan Donnie segera keluar dari ruang kerja ketika jam istirahat datang. Mereka selalu menghabiskan waktu istirahat di restaurant, karena kesempatan bagi mereka untuk bertemu dengan sesama laboran lainnya. Chang, John, serta Fujitora juga selalu bersama dengan Tantri dan Donnie.
Chang, John, serta Fujitora menghentikan aktivitas makan mereka, dan melihat ke arah gadis itu. Mereka juga ingin tahu apa yang menjadi fokus pembicaraan Tantri.
"Sudahlah Tantri... fokus saja pada apa yang kamu kerjakan. Tidak perlu melakukan penyelidikan apapun, daripada nasibmu nanti berakhir seperti Rheina.." seperti ada rahasia tersimpan, Donnie memberikan tanggapan.
"Bentar.. bentar Donn... Maksudmu berarti Rheina pasti mendapatkan fitnah atas sesuatu yang tidak dilakukannya.. Apakah benar apa yang aku tebak Donnie..?" Tantri tampak serius.
Donnie diam, dan laki-laki itu dengan santai melanjutkan makan siangnya. Tantri masih penasaran, dan hanya melihat Donnie makan, demikian juga dengan tiga teman laki-laki Tantri.
__ADS_1
"Please Donn... ceritakan padaku. Aku harus lebih banyak belajar untuk tahu Donnie, agar aku tidak salah melangkah ke depannya.." Tantri terus mendesak Donnie untuk bicara.
"Hemppphh... tidak bisakah kamu habiskan dulu makananmu Tantri.. Kami pasti akan membantumu, makanlah dulu..!" Fujitora menyela pembicaraan.
"Baik guys... sorry aku mengganggu makan siang kalian.." Tantri akhirnya melanjutkan makan siangnya
Sejenak meja tempat lima anak muda itu duduk terdengar tenang. Hanya suara pisau dan garpu beradu dengan piring yang terdengar. Tidak ada satupun yang bicara.. dan setelah beberapa saat..
"Donnie.. aku harap kamu tidak mempersulit Tantri teman.. Ceritakan apa yang diminta Tantri, ada kejadian apa sebelumnya pada unit kerjamu..!" Chang akhirnya berbicara pada Donnie.
John dan Fujtora juga menatap Donnie, dengan sorot mata penuh harap. Demikian juga dengan Tantri, gadis itu tampak antusias..
"Untuk cerita persisnya aku juga kurang paham teman.. Hanya saja, sebelum Rheina meninggalkan laboratorium, gadis itu berpesan padaku, untuk berhati-hati. Katanya ada manusia menyerupai ular dalam unit kerja, dan aku dipesan harus berhati-hati ke depannya.." akhirnya Donnie bercerita.
Tantri terdiam, dan muncul kecurigaan dalam hatinya, jika kepergian Rheina dari laboratorium itu memang ada unsur kesengajaan. Gadis itu mungkin sengaja di fitnah, karena sudah menemukan sesuatu.
"Apa pendapatmu Tantri..." Chang bertanya pada Tantri akhirnya.
"Kali ini aku belum berpendapat Chang. Hanya saja, untuk kamu Donnie.. Tenanglah, aku tidak akan melibatkanmu, semua akan menjadi konsekuensi untukku sendiri." Tantri berusaha menenangkan Donnie.
"Tidak bisa begitu Tantri.. Jika kamu maju, aku akan mendukungmu. Aku sengaja diam, karena selama ini aku tidak memiliki partner untuk menyampaikan rasa ingin tahuku.." Donnie memberikan tanggapan.
"Hempphh... unik dan menarik. Jangan khawatir, nanti malam aku akan membantumu untuk mencari tahu. Kita bisa bobol sementara keamanan situs, dan kacaukan fragmen beberapa detik saja.." akhirnya Chang ikut menambahkan.
__ADS_1
"Yap... selamanya kita adalah satu tim Tantri.. Dan untuk kamu Donnie, selamat bergabung.." John mempertegas.
**************