Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 97 Kejar-kejaran


__ADS_3

Donnie akhirnya mengantar Celine kembali menuju paviliun tempatnya tinggal. Laki-laki itu tidak memaksa gadis itu untuk bercerita tentang masalahnya, namun berusaha menjadi laki-laki yang baik dan penuh perhatian. Di depan pintu kamar Celine, gadis itu menghentikan langkahnya..., kemudian.


"Donnie.. aku tidak akan memintamu untuk mampir ke paviliunku, karena aku merasa sangat lelah. Aku ingin menghabiskan waktuku di malam ini, untuk beristirahat.." Celine melihat ke mata Donnie, dan menolak jika laki-laki itu akan mengikutinya masuk.


"Tidak apa Celine.. jangan salah artikan kebaikanku ini padamu. Pure.. aku tidak ada niat buruk apapun, hanya ikut merasa simpati saja melihatmu bersedih.. Istirahatlah.., aku akan kembali juga ke paviliunku. Sama denganmu juga, aku akan istirahat malam ini.. Aku balik ya Celine.." Donnie tidak memaksa, laki-laki itu akhirnya berpamitan,


"Terima kasih Donnie.. kamu masih mau menemaniku. Masih berempati seperti dulu.." meski dengan senyum samar, Celine mengucapkan terima kasih pada Donnie..


Laki-laki itu tersenyum dan menganggukkan kepala, Tidak lama kemudian, Donnie membalikkan badan dan berjalan meninggalkan depan kamar Celine. Gadis itu tidak bergegas masuk ke dalam kamar, tetapi tetap melihati punggung Donnie, sampai laki-laki itu tidak terlihat lagi..


"Haruskah aku menjalin pertemanan lagi dengan Donnie..? Tapi aku ragu, dulu Rheina yang mengacaukan pertemanan kami, sekarang ada Tantri.." sejenak Celine tampak ragu.


"Tapi, bukankah Tantri juga memiliki tiga teman laki-laki, dan mereka tampak akrab. Jadi tidak mungkin bukan, jika gadis itu ada hubungan dengan Donnie.." gadis itu masih bimbang, seperti berada dalam pertentangan pikirannya sendiri.


"Ah kenapa juga aku malah memikirkan Donnie.. Keselamatan Clayton jauh lebih penting, aku akan berusaha lagi malam ini untuk menghubungi orang-orang yang menahan Clayton. Jangan sampai adikku satu-satunya menjadi korban kejahatan mereka.." begitu mengingat kembali adik laki-lakinya, Celine segera membuka kunci pintu.


begitu pintu kamar terbuka, gadis itu langsung menyeruak masuk ke dalam. Sebelum masuk, Celine meyakinkan jika pintu kamar sudah kembali dikuncinya, merasa khawatir akan terjadi lagi seperti kejadian tadi siang. Karena sikap sembrononya, ketika dirinya sedang bersitegang dengan pemilik perusahaan medis, Tantri menemukannya.


"Tapi.. apa yang bisa aku lakukan.. Bagaimana aku menghubungi manusia manusia kejam itu, karena merekalah yang selalu menghubungiku selama ini..? Dan setiap aku mencoba untuk menghubunginya, selalu nomornya tidak tersambung.." terlihat Celine tampak bingung.


"Aku akan mencobanya, siapa tahu malam ini menjadi malam keberuntunganku. Mencoba pasti lebih baik.." dengan harapan bisa mengetahui kabar adik kandungnya, Celine mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya.

__ADS_1


Gadis itu mencoba melakukan panggilan balik pada nomor ponsel yang tadi siang menghubunginya. Namun.., beberapa saat kemudian..


"Mohon maaf.., nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif, atau berada di luar jangkauan.." mendengar jawaban yang muncul, wajah Celine tampak merah karena marah.


Celine kembali mencobanya, menekan panggilan keluar, namun tetap saja jawaban tidak bisa dihubungi yang kembali didengarnya...


"Sialan... kenapa aku selalu apes. Clayton.. bagaimana kabarmu dik.., aku harap dimanapun kamu, mereka memperlakukanmu dengan baik.." gadis itu hanya bisa meratap.


Tidak ada yang bisa dilakukannya, karena masalah ini menyangkut juga teman-temannya. Tiba-tiba Celine kembali teringat kewajiban yang harus dipenuhinya, agar bisa membebaskan Clayton..


"Aku akan mencoba lagi.., siapa tahu aku bisa mencari tahu, konsep apa yang sudah dibuat teman-teman. Dalam keadaan ini aku tidak bisa berpikir sedikitpun, jadi akupun juga tidak bisa berkarya untuk menghasilkan sesuatu." berpikir tentang ancaman yang diterima tadi siang, Celine tidak jadi beristirahat.


Gadis itu segera beranjak dari tempatnya, kemudian menyalakan komputer yang ada di meja. Sambil menunggu proses booting, Celine berjalan menuju ke wastafel kemudian membasuh wajahnya beberapa kali.


**********


"Kecurigaanku pada Celine semakin besar. Melihat adanya cash inflow pada beberapa rekeningnya, hal itu sudah tidak wajar. Dan ketika tadi tanpa sengaja mendengarnya meratap, gadis itu juga seperti berada dalam tekanan. Apakah hal itu yang memicunya sehingga berani melakukan penyimpangan...?? Bahkan tidak menghiraukan posisi keberadaannya saat ini.." Tantri masih terus berpikir.


"Mmppphh... jika benar apa yang aku perkirakan, berarti malam ini gadis itu pasti tidak beristirahat. Celine pasti akan berselancar, mengintip siapa yang melakukan progress malam ini. Aku akan melihatnya..." tiba-tiba Tantri tersenyum, dan gadis itu beranjak dari posisi berbaringnya.


Seperti tidak mau membuang kesempatan, Tantri mengeluarkan laptop dari laci meja. Gadis itu segera menekan tombol power, dan setelah beberapa saat laptopnya sudah mulai menyala. Dengan cepat, Tantri memasukkan kode akses, untuk bisa login pada sistem laboratorium yang mempekerjakannya,

__ADS_1


'Aku harus pakai akses silence.. aku juga tidak mau terdeteksi keamanan, dan diketahui dari nomor IP.." Tantri cukup berhati-hati..


Lama menjadi hacker, membentuk gadis itu untuk lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu. Dengan ketat Tantri menyembunyikan identitasnya, dan merupakan pekerjaan yang mudah untuknya, Tidak lama kemudian, gadis itu sudah masuk ke sistem..


"Ada traffict asing yang masuk, dan tidak terdeteksi IP nya.. Apakah ini cara kerja Celine..?? Jika benar, malam ini kamu perlu bermain-main denganku.." senyuman terbit di bibir Tantri,


Tantri segera mengaktifkan proxy server berbasis web lokal yang dimilikinya, sehingga lokasi dimana dirinya login bisa disamarkan. Senyuman kembali muncul di bibirnya, ketika..


"He.. he.. he... HideMyAss. Cara mudah dan murahan... ini makananku ketika masih SMP. Lihat saja, apa yang aku lakukan padamu.." dengan cepat, Tantri membuat akses blokade, sehingga gerakan lawan tidak bisa bebas bergerak.


Blokade itu berlangsung beberapa saat, dan dengan cepat Tantri mendesak gerakan. Tiba-tiba..


"Bip.. bip.. bip.. siapa kamu, berani merecoki pekerjaanku.." terlihat tulisan chat seperti running text muncul..


"Pekerjaan... atau sampingan? Hentikan perbuatan burukmu, sebelum semuanya terekspos, dan kamu berurusan dengan aparat keamanan.." Tantri masih bertenggang rasa. Gadis itu mencoba berkomunikasi..


"Gila kamu... apakah kamu tidak berkaca, apa yang kamu lakukan dengan masuk pada sistem laboratorium. Apakah bermaksud untuk mencuri data..?" tanpa sadar, lawan membuka dirinya.


"Data... not important for me... Aku bisa mencari, dan bahkan membuatnya sendiri. Aku masuk ke sistem, karena sudah curiga akan ada yang beraksi malam ini.. Yah.., daripada membuat rekening seseorang gendut, sampai memiliki sembilan rekening atas namanya, lebih baik aku mengamankannya bukan.." tidak tanggung tanggung, bukannya menyembunyikan identitas, Tantri malah langsung mengeskpos.


Tidak ada reaksi terlihat dari aktivitas lawan, tetapi tiba-tiba tanpa Tantri sadari, ternyata hacker itu sudah keluar dari sistem.. Beberapa saat kemudian...

__ADS_1


******************


__ADS_2