
Food Court
Tantri hanya memesan siomay dan lychee tea, sedangkan Evelyn memesan mie ayam bakso, dan Coca cola tampak berada di atas nampannya. Melihat kedua gadis itu makan dengan lahap, tanpa sedikitpun risih atas keberadaannya di tempat itu, Mister Andriano senyum-senyum sendiri. Laki-laki itu sejak tadi hanya diam, sambil mengaduk hot coffee di depannya,
"Mister tidak makan siang..,.?" merasa risih akan tatapan laki-laki itu, akhirnya Tantri bertanya pada guru muda tersebut.
"Tidak Tantr... aku hanya pingin coffee saja. Sebenarnya mengantuk sejak pagi, tetapi karena ada kelas pertama, akhirnya aku abaikan saja sejak tadi.." laki-laki itu dengan santai menjawab. Bahkan tanpa meminta ijin darinya, Mister Andriano mengambil sendok garpu bekas digunakan gadis itu, kemudian mengambil satu potong kentang dan memasukkan ke dalam mulutnya.
Melihat hal itu, Evelyn menjadi kaget dan terhenyak, dan gadis itu menginjak kaki Tantri dengan sepatunya. Jika mereka makan menggunakan peralatan yang sama, hal itu berarti sama saja mereka sudah berciuman bibir. Tetapi terlihat Tantri malah santai, tidak bereaksi.
"Jika Mister mau, Tantri bisa memesankan untuk Mister Andriano. Jika Mister mengambil jatah makanku, bisa-bisa aku kelaparan dong nantinya.." melihat laki-laki di depannya itu malah mengambil potongan siomay lainnya, dengan halus Tantri menegurnya,
"Tidak perlu Tantr... aku hanya penasaran saja sejak tadi melihat kalian berdua. Makan tanpa risih dilihat oleh siswa lain, merasa jika foos court ini hanya ada kalian berdua apa.." laki-laki itu tersenyum santai.
"Mister Andriano saja yang tidak nyadar. Bukannya kami yang dilihati siswa lain, tetapi karena ada Mister di meja ini, makanya kita jadi pusat perhatian. Jika tidak percaya, coba Mister pindah dari meja ini, pasti tatapan mereka akan mengikuti kemana Mister berada..." Evelyn ikut menyahut,
"Betul sekali Velyn..." Tantri mengacungkan ibu jari, memberikan dukungan atas kalimat gadis itu.
"Ha.. ha.. ha.." bukannya tersinggung karena merasa terusir dari tempat ini, laki-laki itu malah tertawa terbahak.
__ADS_1
Sepertinya apa yang terjadi kali ini, merupakan hiburan bagi laki-laki itu. Apalagi di dekat pintu masuk food court, tatapan Salsa seperti akan menelan mereka berdua hidup-hidup.
"Lah kok Mister malah tertawa, siapa nih yang lucu.." Tantri menyela tertawa Andriano, dan laki-laki itu menghentikan tertawanya, kemudian melihat ke arah dua gadis di depannya itu.
"Kalian berdua ini lucu.., ingat jika di kelas, hubungan kita adalah guru dan murid, Tetapi jika di luar kelas, kita berteman, okay..." laki-laki membuka telapak tangannya, meminta persetujuan dua gadis itu.
"No... di lingkungan sekolah,you are the teacher, and I am the student. Jika tidak setuju, kami akan memaksa.." ingin mempertahankan reputasi di sekolah, Tantri menyangkal perkataan dari laki-laki itu.
Mister Andriano tidak menunjukkan reaksi apapun, hanya menatap ke wajah Tantri dengan fokus. Menyadari bagaimana perhatian Mister Andriano pada Tantri, Evelyn merasa ada sesuatu pada diri laki-laki itu. Tetapi gadis itu diam saja, dan melanjutkan menghabiskan makan siangnya.,
"Hey Tantr... aku cari-cari kamu nih sejak tadi.. Untung aku bertemu Salsa, dan gadis itu mengatakan jika dirimu ada di tempat ini.." tiba-tiba, terdengar suara Harry yang mengajak bicara pada Tantri.
"Aku kebetulan cuman sarapan sedikit tadi pagi Harr.., jadinya lapar. Untuk apa kamu datang mencariku.." dengan tetap melanjutkan menghabiskan minuman, Tantri bertanya pada laki-laki itu.
"Mmmpphh... ada sesuatu hal penting sih, yang ingin aku bicarakan denganmu. Tetapi tidak mungkin dong, ada dua orang luar di tempat ini.." seperti menyindir keberadaan Evelyn dan Mister Andriano, Harry asal bicara.
"Woyy... jaga kata-katamu Harry...! Aku tidak suka. Mereka berdua datang kemari denganku, dan sekarang dengan tanpa bersalah, kamu mengatakan mereka tidak pas ada disini. Kamu dan Antok lah yang tidak pas Harr..., pergilah kami mau melanjutkan makanan kami.." tidak mau menyinggung dua orang yang lebih dulu bersamanya, Tantri berbicara sedikit kasar pada Harry.
Antok merasa tanggap dengan kata-kata yang diucapkan Tantri, dan anak muda itu menarik tangan Harry untuk berdiri. Harry merepon tindakan Antok dengan agak marah, tetapi melihat Antok menganggukkan kepala, akhirnya laki-laki itu mau mengalah.
__ADS_1
"Istirahat kedua, kita ketemu sebentar Tantr.. Kali ini, aku dan Harry ingat jika ada kepentingan lain.." Antok menyeret tangan Harry, dan memberi tahu Tantri.
Tantri tidak memberikan respon lisan, hanya mengangkat tangan untuk menjawab ucapan Antok. Evelyn terlihat kecewa, melihat Harry pergi lagi, dan Mister Andriano menatap dengan penuh tanda tanya pada gadis di depannya.
"Siapa tadi Tantr... your boy friend..?" Tantri kaget dengan pertanyaan guru muda itu, sampai gadis itu mengangkat wajah dan menatap laki-laki itu.
"Mister... Tantri masih free, tapi teman laki-lakiku banyak. Kami berteman dekat, dan memang sering kumpul bareng di club motor Spirit, dan Harry adalah yang mengkoordinirnya." tidak mau laki-laki itu salah sangka, Tantri menjelaskan.
Bibir laki-laki itu tertangkap membentuk garis senyum, hanya saja segera kembali membuatnya normal. Sedangkan karena makanan dan minumannya sudah habis, Tantri berpikir untuk kembali ke kelas..
"By the way..., aku dah kenyang. Mister, Evelyn aku mau kembali ke kelas, bagaimana dengan kalian...?" tanpa rasa sungkan, Tantri akhirnya berpamitan pada dua laki-laki itu.
Gadis itu langsung berdiri, dan memegang gelas kemudian meminumnya sampai habis. Evelyn mengikuti Tantri, diapun ikut berdiri.
"Pergilah kalian... nanti aku juga akan menyusul kalian. Kan tujuan kita berbeda, aku ke ruang guru, sedangkan kalian ke kelas .." hanya Mister Andriano yang tetap bertahan di tempat itu.
"Okay... bye Mister.." Tantri berjalan duluan, dan Evelyn mengucapkan kata berpisah pada laki-laki itu.
Mister Andriano senyum senyum sendiri melihat kedua gadis itu berjalan meninggalkannya. Beberapa saat kemudian, akhirnya laki-laki itu berdiri dari tempat duduknya. Tanpa melihat ke kanan kiri, dimana banyak tatap kekaguman melihat ke arahnya, laki-laki itu terus berjalan meninggalkan food court. Tetapi baru saja, laki-laki itu keluar dari food court, tiba-tiba ada tangan menariknya tanpa memberikan celah untuknya bertahan. Laki-laki itu terlihat emosi, tetapi melihat siapa yang membawanya, mister Andriano hanya bisa menatap tajam.
__ADS_1
************