Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 139 Keluar dari Laboratorium


__ADS_3

Beberapa minggu sesudahnya...


Setelah melakukan perundingan, dan penanda tangan semua berkas kerja sama baru, akhirnya tibalah Tantri harus dibawa pergi oleh suaminya. Tidak ada yang mampu menghalangi atau membelokkan keinginan pasangan suami istri itu, dan wajah kecewa semua petinggi laboratorium merelakan kepergian Tantri, Sebuah helikopter sudah berada di halaman laboratorium, dan pesawat itu khusus datang untuk menjemput pasangan suami istri itu.


"Selamat jalan Tantri.. tetap berkirim kabar dimanapun berada. Kita tetap teman, tetap sahabat meskipun kita terpisah jarak dan waktu.." Chang mewakili John serta Fujitora, berbicara pada Tantri.


"Terima kasih Chang.., terima kasih atas kesempatan yang berhasil aku dapatkan, Karenamu Chang, aku bisa memiliki banyak pengalaman, dan bisa sampai ke tempat ini.." tanpa sadar air mata menggenang di kelopak mata gadis itu, ketika harus berpisah dengan tiga temannya itu.


Semua tidak mengira, jika perpisahan Tantri dan tiga temannya, yang juga disaksikan oleh beberapa orang di laboratorium, bisa menjadi sesedih ini. Zorra dengan sabar menunggu, memberi kesempatan pada istrinya untuk berbicara dengan tiga temannya.


"Aku yang berterima kasih padamu Tantri.. Dengan ketrampilan yang kamu miliki, akhirnya kita bisa terdampar di tempat bergengsi ini. Sukses selalu dimanapun kamu berada nantinya, dan jangan lupa kita harus agendakan ada pertemuan nantinya.." Chang memberikan tanggapan.


John dan Fujitora mengulurkan tangan untuk menjabat tangan gadis itu, dan ketika dua laki-laki itu memeluk Tantri, sebagai bentuk salam perpisahan, mata Zorra sudah terlihat menatap tajam. Tetapi untungnya laki-laki itu bisa mengendalikan perasaan cemburunya, dan membiarkan keempat teman itu mengucapkan salam perpisahan. Untungnya Tantri juga bekerja sama, dan menerima pelukan perpisahan itu. Beberapa saat kemudian..


"Kita semua saling berutang budi teman, dan kita harus mengikhlaskan semuanya. Selamat tinggal Chang.., Fuji.., John. Sukses juga untuk kalian, aku berangkat ya.." akhirnya Tantri segera berpamitan, karena tidak mau melihat suaminya menunggu terlalu lama.


"Okay selamat jalan, take care.." tiga laki-laki itu mengiringi Tantri, yang segera disambut pelukan oleh suaminya.


Zorra tampak dengan penuh kasih, mengusap air mata yang menggenang di mata istrinya, kemudian membawa gadis itu menuju helikopter yang sudah menunggu mereka. Dengan hati-hati, karena merasa khawatir jika Tantri merasa bising, Zorra memasangkan head phone di telinga gadis itu, kemudian membantu Tantri naik ke atas helikopter.


"Naiklah dulu honey.., aku akan menyusulmu di belakang.." Zorra meminta Tantri untuk naik lebih dulu.


"Baik kak.." akhirnya Tantri dengan dibantu Zorra, mulai naik.

__ADS_1


Tampak co pilot membantu gadis itu dari atas, dan akhirnya Tantri berhasil masuk dan duduk di dalam helikopter, Tidak seperti helikopter lainnya, bisa dikatakan helikopter itu seperti jet pribadi yang mewah. Interior helikopter terlihat sangat dihias rapi dan mewah, dan di dalam aroma harum tercium sampai ke hidung Tantri. Tidak lama kemudian, Zorra ikut naik ke atas. Laki-laki itu melambaikan tangan, sebagai bentuk salam perpisahan pada penghuni laboratorium.


"Apakah helikopter sudah bisa diterbangkan Tuan Zorra...?" pilot helikopter bertanya pada laki-laki itu.


"Siap.. berangkatlah, dan hati-hati.." Zorra segera memberi perintah.


Tidak lama kemudian, helikopter itu mulai terbang ke atas. Zorra menyandarkan kepala Tantri pada sisi bahunya, dan tersenyum melihat kesedihan yang masih belum hilang dari wajah cantik Tantri..


"Sudahlah honey... semua untuk masa depan kita. Dengan terpaksa, kita memang harus pergi dari tempat ini. bukankah kita juga masih bisa memberikan kontribusi untuk kemanusiaan..." Zorra tampak memberikan hiburan pada gadis itu.


"Mmmmppph.. iya kak, hanya saja, Tantri terharu karena berpisah dengan tiga teman Tantri, yang sudah seperti keluarga bagi Tantri selama ini.." sambil terisak Tantri memberikan tanggapan.


"Baiklah... aku tidak akan melarangmu menangis, kalau bisa membuat hatimu tenang." dengan sabar, Zorra memberi ijin pada istrinya.


********************


Mata Tantri mengerjap melihat gugusan salju di depan matanya. Selama ini, gadis itu tidak pernah bermain salju dan menikmatinya secara langsung. Jika musim dingin tiba, Tantri lebih suka menghabiskan waktu untuk berselimut tebal di dalam kamar, atau mengenakan long coat duduk di depan layar komputer. Tetapi kali ini, dengan ditemani suaminya, gadis itu bisa menikmati pemandangan indah itu secara langsung. Saat ini pasangan suami istri itu berada di Diavolezza, St. Morris, Swiss.


"Apakah honey menyukainya sayang..?" melihat istrinya antusias, Zorra bertanya pada gadis itu.


"Sangat senang sekali kak, baru kali ini Tantri menikmati indahnya salju. Selama ini, jika musim dingin tiba, Tantri hanya mengeluh karena merasa dingin. Tetapi melihat hamparan salju, gondola, gletzer sedemikian indahnya, ternyata semua harus disyukuri." dengan perasaan senang, Tantri memberikan tanggapan,


"Hempph... jika begitu aku berhasil menyenangkan hatimu honey. Kita akan berkeliling dulu, menikmati keindahan dunia. Masalah pekerjaan perusahaan, yang penting masih ada koneksi jaringan internet, aku akan menyelesaikannya.." laki-laki itu membawa kabar bagus.

__ADS_1


"Benarkah kak... terima kasih ya kak. sudah membuat Tantri bahagia." gadis itu menoleh, dan menengadahkan wajah melihat ke arah suaminya.


Zorra tersenyum, dan menundukkan wajah, memberikan ciuman mesra pada istrinya. Kebahagiaan pasangan suami istri itu, sangat terlihat. Mereka terlihat sebagai pasangan yang serasi, saling melengkapi kekurangan masing-masing..


"Kita naik gondola, atau jet sky honey.. Sayang jika sudah sampai di tempat ini, kita tidak menikmatinya. Hamparan salju itu, sayang untuk kita lewatkan.." melihat banyak orang berjalan untuk menikmati pemandangan, Zorra menawarkan pada istrinya.


"Jet sky saja kak... kita bisa menggunakan untuk berdua. Tantri ingin menuju ke gundukan salju di atas sana, dan mengambil beberapa gambar.." Tantri menyambut baik ajakan suaminya.


"Okay noted... ayuk kita ke bawah. Pengawalku sudah menyiapkan jet ski untuk kita.." Zorra segera memegang tangan istrinya, dan berjalan menuju ke tempat jet sky yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka.


Tidak lama kemudian, pasangan suami istri sudah sampai di tempat jet sky. Zorra membantu istrinya untuk naik, setelah dirinya naik terlebih dahulu. Tangan kanan Zorra memutar anak kunci dan jet sky itu siap untuk dikendarai.


"Apakah kak Zorra bisa mengendarainya..?" teringat dengan posisi suaminya saat ini, Tantri dengan ragu bertanya pada kemampuan suaminya,


"Hempphh... rupanya istriku meragukan kemampuanku ya. Ayuk kita coba.." setelah meletakkan kedua tangan Tantri di pinggangnya, dan meminta gadis itu untuk menyandarkan kepala di punggungnya, perlahan jet sky mulai berjalan.


Jet sky itu melaju perlahan, karena banyak orang di tempat itu. Tetapi ketika sudah melewati batas, dimana pengunjung tidak bisa masuk tanpa kendaraan, Zorra mulai menjalankan lebih cepat.


"Woww... asyik kak... Apakah kita bisa naik ke puncak gunung itu kak..?" melihat ada gunung yang diselimuti dengan keindahan salju, tangan Tantri menunjuk ke arah kanan.,


"Bisa.. tapi nanti kita naik dengan gondola. Terlalu dingin, jika kita naik jet sky menuju ke atas. Kita nikmati dulu bagian bawah, baru nanti kita naik ke atas.." dengan sabar, Zorra menuruti keinginan Tantri.


***********

__ADS_1


__ADS_2