
Tidak lama kemudian, Tantri akhirnya mengantarkan Celine ke bagian informasi objek wisata tersebut. Dan untungnya Celine juga mudah untuk diajak bekerja sama, gadis kecil itu diam, tidak merasa takut sama sekali dengan Tantri. Petugas bagian informasi segera membuat pengumuman melalui mic yang suaranya bisa menjangkau ke semua area objek wisata.
"Kak Tantri.... nanti jika mommy Celine tidak datang, Celine harus tinggal dengan siapa dan dimana...?" tiba-tiba gadis kecil itu menarik ujung atasan yang dikenakan oleh Tantri. Tatapan gadis kecil itu tampak menyedihkan, dan hati Tantri menjadi terkesiap. Sesaat Tantri juga tidak bisa melakukan apapun, merasa bingung untuk menjawab pertanyaan itu.
"Kenapa kak Tantri diam... apakah bisa Celine ikut kakak...?" Tantri kembali kaget dengan pertanyaan kedua yang diajukan oleh gadis kecil itu.
Ada rasa iba yang cukup sedih melihat keadaan gadis kecil itu, Meskipun ditinggalkan sendiri, tetapi semua yang melekat di tubuh Celine, Tantri tahu jika semuanya merupakan barang branded. Berarti latar belakang gadis kecil itu bukan latar belakang sembarangan,
"Tenanglah Celine..., jangan berpikiran yang tidak tidak. Yakinlah, jika mommy atau daddy mu pasti akan segera mencarimu kemari. Dengarlah, petugas bagian informasi sedang mengumumkan ke seluruh penjuru, yang mengabarkan keberadaanmu disini. Jika kamu yakin, kakak juga yakin mommy mu pasti akan datang.." Tantri memaksakan diri untuk tersenyum,
"Baik kak..., tapi Celine merasa ragu kak..." Celine menyahut dengan suara kecil.
Tantri terdiam, dan pandangan matanya diedarkan ke seluruh area yang ada di sekitarnya. Objek wisata pada hari ini terlihat sepi, dan seharusnya jika seseorang merasa kehilangan putri, akan segera menyadarinya. Tetapi Tantri seperti tidak melihat satupun dari orang-orang yang lewat itu merasa kehilangan. Keraguan akhirnya ikut merambat kepadanya.
"Kenapa pikiranku juga menjadi buruk ya, seperti ikut meragukan keyakinan Celine. Tidak mungkin bukan, jika aku membawa ke laboratorium, aku pasti akan mendapatkan peringatan untuk hal ini.." saat ini, jadilah Tantri yang menjadi merasa bingung.
Dalam keadaan seperti ini, Tantri kembali terkejut ketika ingat jika dirinya sudah meninggalkan teman-temannya tanpa pamit satu patah katapun.
"Damn it..., aku melupakannya. Pasti Chan, John, dan juga Fujitora mencariku kemana-mana... Aku harus segera kembali mencari mereka, tapi bukankah itu mereka..." ketika Tantri berpikir untuk kembali mencari teman-temannya, dan sejenak meninggalkan Celine di tempat ini, terlihat Chan serta dua laki-laki itu sedang berjalan menuju ke bagian informasi. Tanpa berpikir panjang, Tantri melangkahkan kaki untuk menemui teman-temannya. Tapi..
__ADS_1
"Kak... kak Tantri jangan pergi, jangan tinggalkan Celine sendiri..." spontan Tantri melihat ke arah gadis kecil itu. Air mata terlihat kembali menggenangi kelopak mata Celine, dan Tantri langsung berjongkok kemudian menghapus air mata tersebut.
"Kakak tidak pergi jauh Celine... kakak hanya mau menemui teman-teman kakak..." Tantri berusaha meredakan kesedihan Celine. Gadis itu mendekap tubuh Celine yang tampak sedih. Untungnya ketiga anak muda itu sudah mengetahui keberadaan Tantri, dan mereka segera menuju ke tempat Tantri berada. Melihat keadaan di depannya, ketiga laki-laki itu hanya beradu pandang.
"Siapa anak kecil ini Tantri..., kamu tidak berniat untuk membawanya bukan..?" melihat hubungan emosional yang terjalin antara Tantri dan gadis kecil itu, Chan tampak khawatir.
Ketiga laki-laki itu mengawasi interaksi antara teman satu timnya itu, dengan Celine.
"Kita akan menunggu dulu disini teman, kita tunggu sampai mommy atau keluarga Celine datang kemari. Kasihan jika kita biarkan gadis ini terlantar sendirian. Tadi Celine terpisah dari keluarganya, dan aku menemukannya berada tidak jauh dari sebuah gazebi, yang ada di dekat jembatan. Aku membawanya kemari, karena aku tidak bisa membiarkannya sendiri.." Tantri berusaha menjelaskan, dan ketiga laki-laki itu hanya mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti.
*********
Tantri dan ketiga teman laki-lakinya duduk terdiam di ruang tengah. Mereka sedang memikirkan bagaimana akan melakukan treatment pada Celine, karena sampai objek wisata tutup, keluarga gadis itu tidak datang terlihat untuk mencari keberadaan gadis itu. Celine sendiri masih merasa shock, dan saat ini gadis itu sedang tertidur pulas di kamar untuk istirahat Tantri.
"Jangan melihatku seperti ini teman, aku menjadi merasa bersalah pada kalian semuanya. Namun... aku juga tidak bisa membiarkan Celine sendiri, hati nuraniku tidak mengijinkannya.." Tantri tersenyum pahit, melihat ketiga teman laki-lakinya sejak tadi tampak melakukan konfirmasi padanya,
"Aku paham Tantri... tapi terus apa yang harus kita lakukan. Tidak akan mungkin bukan, kita akan membawanya ke laboratorium, bisa dirajam oleh militer kita nantinya. Tempat itu merupakan tempat rahasia, kita tidak bisa membawa apapun yang diperkirakan akan membahayakan organisasi.." Chan berusaha menjelaskan.
Tantri merasa sangat bersalah.., tetapi juga bingung apa yang akan dilakukannya.
__ADS_1
"Kita tenang dulu.., atau kamu bisa menggunakan pengaruhmu di dunia bawah Chan. Tanyakan tentang siapa yang membuang Celine ke tempat itu, karena aku curiga keberadaan Celine yang ditinggalkan di sana merupakan kesengajaan." Fujitora membuat usulan.
John menyetujui apa yang dikatakan Fujitora, dirinya ikut menganggukkan kepalanya..
"Tapi Fuji..., tidak mudah dan tidak murah untuk membuat pengumuman di grup bawah tanah. Padahal kita tidak tahu asal usul Celine, dan apakah tidak akan wasting time and wasting money..." Chan membuat pertimbangan.
"Chan.. ini bukanlah masalah uang atau sumber daya yang hilang.. Ini masalah humanity, dan juga masalah moral, serta empathy. Jika perlu, potong semua biaya pencarian keluarga Celine, dari honorku yang belum terbayarkan. Akan cukup bukan..." tiba-tiba Tantri memotong pembicaraan Chan.
Mendengar perkataan Tantri, ketiga laki-laki itu melihat ke arah gadis itu. Namun tidak lama kemudian..
"Aku setuju dengan pendapat Tantri, potong juga bagianku..." tidak diduga, ternyata John dan juga Fujitora memiliki pemikiran yang sama. Kedua laki-laki itu mendukung penuh usulan Tantri...
Chan terkejut, dan laki-laki yang menjadi pemimpin tim itu hanya bisa menatap ketiga temannya itu bergantian. Tidak lama kemudian, Chan akhirnya menyandarkan punggung di kursi yang didudukinya...
"Baik.., baiklah.., jangan melihatku seperti itu. Seakan-akan, aku tidak memiliki belas kasihan sedikitpun bukan... Aku akan menghubungi orang yang aku percaya, untuk mengedarkan identitas dan wajah Celine di dunia bawah. Untuk masalah uang yang harus dibayarkan untuk kompensasi, aku akan mengajukan ke organisasi, karena kasus force majeur..." akhirnya Chan memberikan persetujuan.
Ketiga anggota lainnya tersenyum, dan John menepukkan telapak tangannya ke telapak tangan Tantri, serta Fujitora juga ikut melakukan toss. Chan hanya geleng-geleng kepala melihat ketiganya, namun tidak diduga laki-laki itu berdiri dan menjatuhkan tubuhnya yang besar ke arah John dan Fujitora... Sesaat ke empat orang itu tertawa bersama, atas kedekatan hubungan di antara mereka.
*************
__ADS_1