Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 124 Pemeriksaan


__ADS_3

Para petinggi pada Divisi Packaging duduk di ruang meeting dengan kepala menunduk ke bawah. Orang-orang itu tidak mengira, jika tanpa pemberi tahuan terlebih dahulu, ada Tim Auditor yang akan memeriksa pada divisi tersebut. Karena cepatnya waktu, mereka belum sempat menyiapkan segala sesuatunya, sehingga hanya kegugupan yang terlihat ketika Zorra dan dua anggota timnya berada pada divisi tersebut.


"Pada pemimpin divisi, coba jelaskan Konteks divisi yang anda pimpin, dan Interested Party yang terkait dengan divisi ini. Terkait dengan hal tersebut, Risk / Opportunity apa saja yang ada di bagian/divisi ini..? Jawab dengan singkat, tanpa berbelit.." Zorra memulai pertanyaan dengan pernyataan standar. Laki-laki itu tampak ingin memancing sendiri, tentang komitmen para petinggi pada divisi ini,


Sebenarnya pertanyaan itu hanya pertanyaan standar, tetapi karena tidak siap, lima orang yang memiliki kuasa pada divisi packaging terlihat gugup.


"Hanya pertanyaan standar saja, kalian satupun tidak ada yang berani memberikan tanggapan. Melihat hal ini, malah menimbulkan kecurigaan pada tim audit. Pesan saya, dimanapun kalian ditempatkan, jaga selalu amanah dengan baik. Jangan sekali sekali berperilaku curang, karena banyak tanggung jawab moral yang ada di pundak kalian.." Zorra memberikan nasehat pada para pejabat itu.


Tidak ada yang menyanggah, atas semua perkataan yang disampaikan Zorra. Mereka tertunduk malu, tidak berani beradu pandang dengan Zorra.


"Tuan Zorra bertanya, tidak adakah salah satu dari para pejabat sekalian yang akan memberikan tanggapan..:" Wang merasa geram, karena tidak ada yang bicara dari divisi packaging.


Lima orang itu saling berpandangan, kemudian salah satu dari mereka mewakili timnya yang lain.


"Divisi kami sebagai divisi terakhir setelah proses produksi, yang langsung akan masuk bagian pengiriman. Tidak bisa dipungkiri, banyak risk terutama risk yang berasal dari human sendiri, untuk tetap memiliki ketetapan hati. Selain itu, dari segi keamanan packaging, kami rasa tidak perlu dijelaskan, karena Tuan Zorra dan dua lainnya pasti sudah sangatlah paham.." akhirnya manajer divisi memberikan jawaban.


"Selain itu, opportunity untuk berbuat curang tanpa sepengetahuan divisi lain, juga sangat tinggi Tuan. Tetapi semua kembali pada komitmen tim kami, untuk tetap menjaga amanah sebaik-baiknya.." lanjut manajer divisi tersebut.


Mendengar tanggapan itu, bibir Zorra mengeluarkan senyuman smirk. Wang dan Askar membuka-buka laporan divisi itu, yang tadi diberikan oleh sekretaris divisi tersebut. Diskusi tanya jawab tersebut berlangsung hampir satu jam, dan dari ketidak siapan memberi jawaban tersebut, Zorra dan tim bisa mendapatkan beberapa catatan. Setelah beberapa saat...


"Hemppphhh... baiklah Tuan Gerardd... untuk sesi tanya jawab sepertinya sudah selesai. Untuk melihat apa yang terjadi dalam kondisi aktual, kami akan turun ke lapangan. Rangkuman hasil wrapping, nanti akan kami berikan pada divisi ini.." Zorra akhirnya mengakhiri sesi tanggung jawab,

__ADS_1


Wajah Tuan Gerrad terlihat pias, ketika mendengar pernyataan yang disampaikan oleh Zorra.. Tanpa menunggu tanggapan dari divisi packaging, Zorra beserta Wang, dan Askar segera berdiri, untuk melanjutkan mereka melakukan sidak langsung ke bawah.


"Kita langsung ke bawah Tuan Zorra.." Askar bertanya pada Zorra.


"Benar Askar, Wang.. kita tidak boleh membuang-buang waktu disini. Keberadaanku pada laboratorium berbatas waktu, sehingga harus mempercepat eksekusi.." Zorra memberikan jawaban.


Askar dan Wang menganggukkan kepala, tetapi kemudian bergegas mengikuti Zorra yang sudah melangkahkan kakinya. Tuan Gerrad berdiri, dan melihat ke arah timnya yang juga terlihat pias, Sesaat mereka merasa panik, tetapi tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Sesaat semua menjadi blank, dan tidak ada jalan keluar untuknya.


************


Di lapangan..


"Apakah hal ini sering terjadi, atau hanya kali ini saja..?" dengan tegas Zorra bertanya.


"Mmmppphh... sering eh tidak.. baru kali ini.." dengan gugup, salah satu karyawan berusaha menjawab.


:"Jangan mencoba berbohong, karena kegugupan kalian menjadi bukti, jika saat ini kamu sedang berbohong. Ingat, tanggung jawab moral dengan masyarakat di luar sana, menjadi beban moral yang harus kita tanggung. Jadi, jangan berusaha untuk berbuat curang.." Wang bertanya dengan nada tinggi.


Tiga karyawan itu diam dan menundukkan kepala. Keberadaan para pejabat divisi tersebut, yang meskipun tidak ikut turun ke bawah, tetapi dengan tatapan mengintimidasi tampak menindas para karyawan itu.


"Kita tambahkan pada catatan saja, jika temuan tidak hanya pada para pejabat, tetapi ternyata di karyawan bagian bawahpun, mereka ikut terlibat.." Askar menambahkan,

__ADS_1


"Tidak.. tidak.., kami hanya orang suruhan, dan menjalankan sesuai dengan yang diperintahkan oleh manajer, dan supervisor kami. Jangan libatkan kami.." ternyata dengan kalimat tegas yang diucapkan Askar, karyawan menjadi keder.


Mereka berusaha untuk membela dan melindungi diri mereka masing-masing.


"Hempphh... kenapa tidak dari awal tadi kalian bekerja sama. Apakah kalian semua takut dengan pemimpin kalian..? Yang perlu kalian pahami, keberadaan kami pada laboratorium ini, lebih berkuasa dari pemimpin kalian. Jadi.. aku harap kalian semua memahami apa yang aku sampaikan.." Askar kembali berbicara.


"Ba.. baik Tuan.. Kami akan menjawab semua yang akan Tuan tanyakan. Tetapi tolong lindungi kami, jangan sampai kami bernasib naas seperti teman kami yang lain.." salah satu dari mereka menjawab dengan ketakutan.


"Apa yang kamu katakan..? Teman kami yang lain... berarti pernah ada penghakiman pada divisi ini.." mendengar kegugupan dari karyawan itu, Zorra mengejar dengan pertanyaan.


Tidak ada yang mau menjawab pertanyaan dari Zorra. Mereka hanya saling bertatapan dengan ketakutan, karena telah kecolongan membuat pengakuan.


"Hempphh baiklah.. kalian bisa tutup mulut untuk menyelamatkan kondisi kalian. Tetapi kami tidak akan berhenti untuk terus melakukan pemeriksaan. Wang.., Askar.., lakukan audit forensik. Jangan sampai kecurangan yang mereka lakukan, membahayakan milyaran nyara di dunia ini.." merasa dead lock, Zorra membuat perintah.


Orang-orang itu tetap diam, karena mereka tidak tahu apa yang akan mereka lakukan. Dengan cekatan, Wang dan Askar segera melakukan pemeriksaan. Rekaman video, kamera., dan memberi tanda pada lembaran-lembaran file menjadi fokus mereka saat ini. Zorra melirik ke arah pintu, dan dengan tatapan marah para pejabat Divisi Packaging melihat ke arah mereka.


"Kalian tidak akan bisa lari dari penemuan ini. Pertanggung jawaban kalian akan dilakukan secara perdata, dan juga pidana karena telah membahayakan banyak nyawa di dunia ini.." Zorra bergumam lirih.


Tidak lama kemudian, Zorra ikut membantu Wang dan Askar, melakukan pemeriksaan, dan juga mengambil beberapa barang yang bisa mereka gunakan sebagai bukti. Mereka sudah terlihat seperti penyidik profesional, dan sedikitpun tidak mau berdamai.


***********

__ADS_1


__ADS_2