
Beberapa hari sesudahnya..
Tantri dan Zorra melaksanakan tanggung jawab di lanoratorium sesuai dengan porsi mereka masing-masing. Meskipun tidak ada yang membuat pengumuman, jika mereka berdua adalah pasangan, tetapi melihat Zorra yang sering berkunjung ke paviliun, maupun mengantar Tantri berangkat dan pulang kerja, orang-orang sudah tidak berani mendekati Tantri. Zorra seperti membuat pagar di sekeliling gadis itu, sehingga orang lain merasa segan untuk mendekat.
"Tantri... apakah kamu merasa nyaman dengan apa yang terjadi pada dirimu akhir-akhir ini..?" tiba-tiba Donnie bertanya pada gadis itu.
Tantri yang sedang melakukan realisasi gambar peralatan menggunakan Artificial Intelegence, menghentikan aktivitasnya. Gadis itu melihat ke arah Donnie..
"Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud Donnie.. Nyaman tentang apa..?" Tantri yang memang merasa bengong, balik bertanya pada laki-laki itu.
"Hempphh... itu lho keberadaan auditor yang selalu menemanimu kemanapun kamu pergi. Kita jadi tidak ada waktu, hanya untuk sekedar diskusi saja. Karena tatapan auditor itu, seperti tatapan membunuh siapapun yang berani berada di dekatmu.." Donnie menjelaskan apa yang dimaksudnya.
"Ha.. ha.. ha... Donnie, Donnie. Ya nyaman-nyaman sajalah, kan aku jadi memiliki pengawal di dalam laboratorium ini. Untuk mencegah juga sih, agar kejadian dulu itu tidak terulang lagi.. Betul-betul sebuah pengalaman yang sangat buruk, dan jika teringat kejadian itu, jujur aku masih ngeri.." sambil tertawa, Tantri menanggapi pertanyaan Donnie.
Sebenarnya Donnie ingin meminta bantuan Tantri, atas keahlian dalam meretas data untuk menemukan keberadaan Rheima, yang sudah beberapa waktu menghilang, Dengan ditangkapnya Celine, Donnie merasa berkewajiban untuk menemukan gadis itu, tetapi mustahil untuk bisa menemukannya sendiri.
"Apakah kamu ada maksud dengan pertanyaanmu hari ini Donnie..?" melihat reaksi Donnie, Tantri untungnya sadar jika ada sesuatu yang tidak beres pada laki-laki itu.
Donnie tersenyum getir, kemudian menatap ke wajah Tantri yang juga tengah menatapnya dengan rasa ingin tahu. Ada keraguan dalam hati laki-laki itu, apalagi ketika teringat keberadaan Zorra di laboratorium ini.
"Katakan padaku apa yang menjadi masalahmu Donnie..! Sebisa mungkin aku akan membantumu dengan kemampuanku.." melihat Donnie yang hanya terdiam, akhirnya Tantri menawarkan bantuan pada laki-laki itu.
"Benarkan Tantri... dan apakah tidak masalah jika laki-laki bernama Zorra itu tahu.." masih ragu dengan Zorra, Donnie mempertegas pertanyaan.
__ADS_1
Tantri tersenyum, kemudian...
"Aku sudah menduga sebelumnya Donnie, pasti keberadaan Zorra membuatmu seperti ini. Jangan ragu untuk mengatakan kepadaku, jika memang kamu membutuhkan bantuanku. Keberadaan Zorra di tempat ini, hanya untuk memastikan keamananku di laboratorium, tetapi tidak membatasi pertemanan kita.." gadis itu menenangkan Donnie.
"Baiklah Tantri.. terima kasih sebelumnya. Aku butuh bantuanmu, untuk menemukan keberadaan Rheima saat ini.. Dengan kemampuan meretasmu yang sangat tinggi, aku yakin kamu dapat mencari dan menemukannya.." akhirnya dengan lirih, Donnie mengatakan apa yang ingin diketahuinya.
"Aku akan berusaha untuk membantumu Donniee.. Tetapi aku akan melakukannya ketika kita sedang tidak dalam waktu kerja, kamu tahu bukan apa yang sedang aku kerjakan. Nanti selepas makan malam, aku akan langsung mencarinya.." setelah mengambil nafas panjang, akhirnya Tantri memberikan jawaban yang melegakan.
"Benarkah Tantri, kamu bersedia membantuku.." Donnie merasa tidak percaya, dengan jawaban gadis itu.
Tantri kembali tersenyum, dan menganggukkan kepala..
"Sekarang kembali bekerja Donnie.. aku yakin Ms Rebecca akan menagih karya kita.." melihat wajah Donnie seperti kembali memiliki harapan, Tantri mengajak laki-laki itu kembali pada pekerjaannya.
"Okay.. makasih Tantri.." sahut laki-laki itu.
*************
Di dalam kamar...
Zorra melihat ke arah kekasihnya yang tampak serius. Sudah beberapa saat Zorra berada di dalam kamar Tantri, tetapi gadis itu mengabaikannya. Karena merasa diabaikan, Zorra mendekat dan memeluk gadis itu dari belakang. Tantri mengangkat wajahnya, dan menatap ke arah kekasihnya.
"Ada apa kak..??" merasa tidak paham, gadis itu bertanya pada Zorra.
__ADS_1
Jari Zorra menyentil hidung Tantri, karena ternyata gadis itu mengabaikannya sejak tadi.
"Aku sudah beberapa saat di tempat ini, tetapi fokusmu sejak tadi hanya melihat ke layar gadget. Apa yang sedang kamu pikirkan, sampai tidak menyadari kehadiranku.." dengan nada lembut, laki-laki itu bertanya,
"Owalah... sorry kak.. Aku penasaran saja, sejak tadi ingin mencari informasi tentang keberadaan mantan kekasih Donnie kak.. Pertama-tama, aku melokalisir negara, dan kota terakhir kali terdengar kabar tentang gadis itu.." akhirnya Tantri menceritakan apa yang sedang dilakukannya.
Zorra tersenyum, dan merasa lega dengan apa yang dilakukan kekasihnya itu. Merasa penasaran, Zorra menarik kursi, kemudian duduk di sebelah Tantri..
"Apakah aku diijinkan untuk membantumu honey, daripada sejak tadi diacuhkan saja..?" dengan suara pelan, Zorra bertanya kembali.
"Iiihh.. kenapa sih kak Zorra suka menggoda. Mau bantu ya bantu saja, tidak usah bertanya.." tangan Tantri mencubit pinggang Zorra, dan laki-laki itu malah tertawa.
"Ha.. ha.. ha.., kenapa aku malah yang dianiaya honey.. Okay, okay, siapa nama lengkap gadis yang sedang kamu cari sejak tadi itu.."
Tantri menyerahkan gadgetnya untuk dilihat oleh laki-laki itu, dan Zorra menganggukkan kepala setelah membaca nama lengkap gadis itu. Rheima Catherine Jonas.., sebuah nama yang banyak dimiliki oleh orang lain. Tetapi karena ada nama negara, terakhir kali gadis itu berada, Zorra tersenyum dan memasukkan nama gadis itu di layar laptopnya..
"Hempphh... ternyata kak Zorra bisa juga meretas dan masuk ke dalam sistem. Laki-laki ini tidak pernah mengatakan kepadaku, jika memiliki keahlian sebagai hacker juga. Melihatnya dengan lincah, memasukkan sandi dan berselancar masuk, sepertinya keahlian ini bukan baru dimiliki oleh kak Zorra.." Tantri terkesima dengan kepintaran kekasihnya.
Jari-jari Zorra dengan lincah menekan keyboard, dan matanya dengan fokus terpaku menatap layar yang ada di depannya.
"Kenapa menatapku dengan tidak berkedip, apakah baru sadar jika kekasihmu ini ternyata memiliki wajah tampan.." tanpa sadar Tantri terus menatap Zorra tanpa bicara. Rupanya laki-laki itu tahu, dan balik menggoda gadis itu..
"Sejak kapan nih, kak Zorra menjadi tidak punya malu seperti ini.." Tantri pura-pura ngambek denganĀ sikap kekasihnya.
__ADS_1
Zorra tersenyum dan menarik tangan Tantri, dan gadis itu terjatuh di pangkuan laki-laki itu. Setiap berada di dekat, dan bersentuhan dengan kulit Zorra, gadis itu merasa seperti tersetrum. Seketika gadis itu hanya diam, tidak bisa melakukan apapun, dan malah berharap sesuatu akan terjadi dengan laki-laki itu. Tanpa sadar, Zorra mendekatkan wajahnya ke arah gadis itu, dan tidak menunggu lama, pasangan kekasih sudah kembali berciuman dengan mesra.
************