
Beberapa saat kemudian...
Setelah Tantri dan ketiga teman laki-lakinya bertemu, Zorra segera mengajak mereka untuk berangkat menuju Jeneva. Di dalam pesawat pribadi, Zorra tidak mengijinkan Tantri duduk bergabung dengan teman-temannya. Laki-laki itu tampak mendominasi dan menguasai Tantri, dan gadis itu hanya diam tidak melakukan protes sedikitpun.
"Zorra... tidakkah kamu mengijinkan barang sebentar saja Tantri berbincang bersama kami. Banyak hal yang harus kami bicarakan, terkait rencana lanjutan dalam ruang karantina.." John berusaha untuk mengajak Tantri berkomunikasi.
"Tidakkah itu bisa ditunda John..., tidak lama lagi bukannya kalian berempat akan masuk karantina. Kali ini waktu Tantri untuk bersama denganku, jadi jangan kamu sibukkan dirimu untuk menggangguku.." dengan nada tidak suka, Zorra memberikan tanggapan,
John tersentak mendapatkan respon sinis tersebut, tetapi untungnya Chang memberi isyarat padanya untuk mengikuti apa yang dikatakan Zorra..
"Zorra.. tidakkah kamu terlalu kejam pada teman-temanku. Mereka bermaksud baik, karena semenjak aku dan Fujitora meninggalkan rumah pondok, kami belum berbincang kembali. Sejak tadi, kamu terus mendominasi Zorra.. kamu menguasaiku sendiri.." Tantri akhirnya ikut bicara. Gadis itu mencoba melunakkan hati Zorra, yang sudah klaim menjadi kekasihnya itu.
"What you say honey...?? Aku kejam.. bukankah yang kejam adalah ratuku ini, yang telah meninggalkanku di Jepang sendiri. Aku seperti kehilangan arah kala itum tidakkah kamu masih mengingatnya.." Zorra tersenyum smirk, kembali mengingatkan kenangan tiga tahun lalu,
Mendengar perkataan itu, tidak ada yang bisa dilakukan Tantri. Gadis itu hanya tersenyum nyengir, dan tidak bisa lagi membela dirinya. Zorra tersenyum penuh kemenangan, dan tanpa menghiraukan tiga laki-laki yang melihat ke arah mereka, laki-laki itu merangkul Pundak Tantri. Gadis itu berusaha menghindar karena malu dengan teman-temannya, namun...
"Janganlah kejam kepadaku honey... sudah bertahun-tahun mengacuhkanku, sekarang malah menjauh dariku lagi.." Zorra pura-pura ngambek.
Tantri tersenyum melihat sikap kekanak kanakan Zorra, dan tidak diduga Tantri malah mencubit gemas pipi Zorra. Laki-laki itu kaget dengan sikap Tantri, dan malah mendekatkan wajah ke arah wajah gadis itu. Zorra tidak mau kalah, sebuah ciuman gemas dilakukan laki-laki itu di pipi Tantri.
"Zorra.. jaga sikap dong.. Kita tidak sendiri di tempat ini, jangan seperti inilah. Aku malu.." jika tadi Zorra yang pura-pura ngambek, kali ini Tantri yang merasa sebal dengan sikap laki-laki itu.
__ADS_1
"Untuk apa malu... kita harus tunjukkan honey pada teman-temanmu, Tantri bukan gadis yang bebas, tetapi sudah memiliki plat kepemilikan. Di larang siapapun untuk mendekatimu.." Zorra malah tersenyum sambil menggoda gadis itu.
"Ge er.. memang aku sudah memberikan pendapat atas keinginanmu itu... Ngarep.." Tantri melengoskan pandangannya ke samping.
Melihat Tantri kembali mengabaikan tidak membuat Zorra berhenti. Laki-laki itu malah kembali memeluk Tantri, dan menghujani pipi gadis itu dengan ciuman bergantian...
"Uhuk... uhuk..., jangan menganggap kami seolah obat nyamuk Zorra, Tantri.. Kami tahu, jika Tantri adalah milikmu. Tapi tidak begitu juga kali... kasihanlah pada kami para laki-laki jomblo.." dari kursi lain, Fujitora pura-pura terbatuk.
"Iya tuh... sadar diri dong, ada orang lain dalam pesawat ini.." Chang ikut menambahkan. Sedangkan John hanya terdiam, laki-laki itu sepertinya belum ikhlas melihat kedekatan Tantri dengan Zorra, Meskipun pada Chang dan Fujitora, John sudah mengatakan hanya menganggap Tantri sebagai adik. tetapi ternyata hatinya tidak bisa dibohongi, ada rasa nyeri melihat kemesraan antara Zorra dan gadis itu.
"Urus saja aktivitasmu bertiga Fuji...! Biarkan aku dan Tantri mengisi waktu, sebelum kalian kembali memisahkannya denganku.." dengan santai, Zorra memberikan tanggapan
Tantri hanya tersenyum malu dari tempat duduknya, dan menangkupkan kedua tangan diarahkan pada tiga teman-temannya.
****************
Ketika pesawat sudah landing di Bandar Udara Internasional Cointrin Jenewa, Zorra tidak mengijinkan Tantri langsung masuk ke dalam karantina, Laki-laki itu meminta waktu satu hari untuk bersama dengan kekasihnya itu, dan gadis itu tidak menolak. Rupanya Tantri sendiri juga merasa senang bertemu kembali dengan Zorra, dan seperti ada urusan yang belum selesai antara dirinya dengan laki-laki muda itu.
"Apakah kamu tidak mengantuk Tantri..., malah keluar lagi dan datang kemari..?" Zorra bertanya pada gadis itu, ketika melihat Tantri mendatanginya.
Saat ini Zorra sedang mengisap rokok di balkon depan kamar hotel yang mereka tempati. Mereka berada di lantai dua belas, tempat kamar Suites dengan pemandangan yang sangat elok.
__ADS_1
"Tidak Zorra.. aku ingin menemanimu malam ini.." di luar dugaan, ketika Tantri bersama dengan teman-temannya, gadis itu merasa malu.
Tetapi ketika berada berdua dengan Zorra, gadis itu tidak merasa sungkan menjalin komunikasi kembali dengan laki-laki itu.
"Kemarilah... duduklah disampingku. Pemandangan malam hari kota Jenewa sangat indah, kita bisa melihatnya dengan jelas.." Zorra mengulurkan tangannya, dan meraih tangan Tantri.
Tanpa penolakan, Tantri mengikuti arahan Zorra, dan gadis itu duduk di samping laki-laki itu. Tiba-tiba sebuah syal dikalungkan Zorra di leher Tantri.., dan gadis itu melihat ke arahnya.
"Suhu udara sangat dingin dari tempat ini, kenakanlah untuk menghangatkan tubuhmu.. Aku tidak mau kamu sakit nantinya.." sebelum ditanya, Zorra sudah memberi penjelasan,
"Terima kasih Zorra.. terima kasih untuk semuanya. Sejak di Indonesia, Jepang, Rusia, sampai di Jenewa ini, kamu selalu baik, dan membantuku. Padahal aku memperlakukanmu dengan tidak adil.." tiba-tiba dengan suara lirih Tantri mengucapkan terima kasih.
"Ssstt... tidak perlu sungkan seperti ini sayang.. Kamu adalah kekasihku, apapun akan aku lakukan untukmu, juga untuk keluargamu sayang.." dengan kata-kata lembut, Zorra memberikan tanggapan.
Kedua anak muda itu saling menatap, dan tidak tahu siapa yang memulai, kedua wajah itu saling mendekat. Ketika kedua wajah itu hampir bertubrukan, tiba-tiba Tantri memiringkan kepalanya, dan...
"Cup... mmmppphh..." dengan berani Tantri memberikan kecupan pada bibir Zorra, tetapi belum sempat gadis itu menghindar, dengan sigap bibir Zorra menangkap bibir kenyal gadis itu.
Pasangan muda itu kembali berciuman di bibir, dan kedua bibir itu saling menyatu, saling menyesap manis masing-masing. Ciuman itu berlangsung lama, di balkon kamar atas, di bawah remang-remang lampu malam hari. Deru nafas Tantri terdengar terburu-buru, dan dengan rakusnya Zorra tidak melepaskan kesempatan itu. Ketika nafas Tantri sudah akan habis, perlahan Zorra melepaskan ciuman itu...
"Kamu menggemaskan sayang, sangat memancingku malam ini.." tatapan mata Zorra meredup, dan tatapan itu penuh minat pada gadis di depannya itu.
__ADS_1
Pipi Tantri memerah merasa malu mendengar ucapan Zorra, dan menundukkan wajahnya ke bawah. Tetapi jari tangan Zorra menahan dagu gadis itu, dan kembali laki-laki itu memberikan ciuman balik di bibir Tantri.
******************