Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 42 Menghilang


__ADS_3

Tantri tidak bisa tidur, karena pembicaraan dengan papa dan mamanya masih memenuhi pikirannya. Gadis itu sudah mencari tahu apa yang terjadi dengan kedua orang tuanya, dan sesuatu yang sudah diperkirakan lama, akhirnya kejadian juga akhirnya.


"Aku sedikitpun tidak akan pernah merasa khawatir dengan disitanya semua asset papa, aku akan bisa menyesuaikan pola konsumsiku. Tapi..., bagaimana dengan mama, dan apakah harus aku ikuti kemauan papa dan mama untuk pergi meninggalkan negara ini..." berbagai pikiran terulas dalam pikrian gadis itu.


"Mama sudah terbiasa hidup dalam kemewahan, begitu juga dengan papa. Kehidupan hedon papa dan mama, yang selalu menghabiskan waktu dengan perempuan muda, ataupun laki-laki muda, akan membuat papa dan mama agak susah untuk menyesuaikan nantinya..." gadis itu terus berbicara sendiri.


Namun semakin lama Tantri berpikir, tidak ada jalan keluar yang berhasil ditemukannya. Apalagi bayangan, dimana keluarganya akan menjadi bulan-bulanan khalayak ramai, karena kasus korupsi yang dialami papanya, akan menjadi beban terberat yang harus dihilangkannya. Hal itu, mungkin juga yang menjadi pemikiran mamanya, Nyonya Monica.


"Apa aku memang bisa hidup dalam bayang-bayang sebagai seorang anak koruptor nantinya... Banyak yang dirugikan papa, dan meskipun aku tidak ikut meraup keuntungan itu, namun semua fasiltas yang aku peroleh dari papa, merupakan bagian dari kejahatan yang papa lakukan. Sepertinya aku memang harus pergi meninggalkan negara ini..." tiba-tiba Tantri teringat dengan tawaran untuk menjadi tim coding dari teman di dunia maya.


Meskipun secara langsung, mereka berdua belum pernah bertatapan langsung, Tantri tidak ada kekhawatiran mempercayai laki-laki itu.


"Hemppphh... aku memang sepertinya harus mencoba tawaran itu. Sekaligus melarikan diri dari kehidupan keluargaku yang hancur, dan cerai berai. Aku tidak peduli harta, mau disita aku juga tidak akan keberatan. Namun... jika sampai namaku, dan juga papa serta mama menjadi bulan-bulanan di masyarakat, mungkin hal itu yang tidak mau aku dengar..." Tantri kembali berpikir sendiri.


"Baiklah aku harus memulai hidupku sebelum semuanya berakhir.. Aku akan mendahului untuk bersiap-siap..." tiba-tiba gadis itu kembali duduk di atas ranjang.


Tatapan Tantri mengitari kamarnya yang sangat mewah, dan lengkap dengan semua fasilitas. Tidak ada sedikitpun yang merasa sayang untuk ditinggalkannya, karena memang gadis itu juga jarang menggunakannya. Perlahan, gadis itu bergeser dan duduk beberapa saat di pinggir ranjangnya. Setelah mengambil nafas beberapa saat, akhirnya tangan Tantri mengambil gadget, dan tidak menunggu lama, jarinya sudah dengan cekatan bermain di atas layar gadget.

__ADS_1


"Aku terima tawaranmu.., jemput aku di bandara Changi besok siang.. Aku akan mencari penerbangan pagi..., dan aku tidak mau tawar menawar, atau tawaranku akan gagal..." gadis itu mem pressure lawan bicaranya.


"Yap... sesuai dengan tebakanku, kamu pasti akan bergabung dengan laboratoriumku. Kamu akan berdaya di tempatku, karena dengan otak dan keahlianmu, kamu akan menjadi asset berharga untuk perusahaan kita..." laki-laki di seberang itu, segera mengiyakan tanpa berpikir,


Senyuman smirk seketika terbit di bibir gadis itu. Perlahan Tantri melepaskan gadget di atas ranjang, kemudian gadis itu berjalan menuju ke walk in closed untuk menyiapkan baju dan perlengkapannya. Tidak lama kemudian, satu trolly besar, tote bag sudah berisi dengan semua perlengkapannya. Meskipun tidak tahu apa yang akan dilakukannya di kemudian hari, namun sepertinya Tantri sudah mantap untuk meninggalkan negara ini.


*************


Keesokan paginya...


Zorra terkejut, karena mendapatkan kabar dari Evelyn jika Tantri pagi ini tidak ada di sekolah. Dan beberapa kali, anak muda itu sudah mencoba menghubungi gadis itu, namun tidak ada sahutan darinya, karena memang ponselnya sedang tidak aktif.


Tapi Zorra juga tidak dapat berpikir yang aneh-aneh, karena baru saja anak muda itu jalan dari ruang kelas gadis itu. Bahkan tanpa sadar, anak muda itu juga bertatapan dengan Harry yang ternyata juga dari kelas Tantri. Kedua anak muda itu tidak menemukan dan juga tidak mendapatkan kabar tentang gadis itu.


"Zorra... harusnya kamu tahu ada dimana Tantri...? Bukannya tadi malam, dari Siloam Hospital kalian masih bersama.." dengan sikap yang tidak enak, Harry bertanya pada Zorra.


"Terima kasih Harry..., akhirnya kamu mengakui bukan, jika aku dan Tantri saat ini lebih dekat. Tapi, akupun juga tidak tahu, karena tadi malam kita pulang sendiri-sendiri. Aku hanya mengantarkan Tantri sampai ke depan gerbang rumahnya, itupun aku lakukan karena sudah malam hari. Untuk selanjutnya, maaf ya Harry..., aku belum bisa konfirmasi dengan Tantri,.." Zorra tersenyum smirk, dan memberikan tanggapan atas ucapan Harry.

__ADS_1


Harry terlihat tidak suka atas ucapan laki-laki itu. Namun tidak ada yang bisa dilakukannya, karena Zorra sudah pernah menolongnya. Jika dirinya saat ini tidak akan mencari tahu keberadaan Tantri, mungkin Harry tidak akan menyapa anak muda itu.


"Kali ini aku percaya padamu Zorra..., tetapi kenapa gadis itu tidak meninggalkan pesan apapun. Temanku yang aku minta untuk mencari tahu di rumahnya, juga tidak memberikan kabar jawaban. Katanya rumah gadis itu tertutup rapat, dan bahkan ART juga tidak terligat,,." Harry yang memang sudah meminta orang untuk mencari keberadaan Tantri di rumahnya, menjelaskan,


Zorra terkejut, dan kening anak muda itu sampai berkerut. Anak muda itu merasa, tidak ada sesuatu yang mencurigakan dari gadis itu, ketika mereka jalan tadi malam, Dirinya ke rumah Tantri seperti biasa meskipun hanya sampai di depan gerbang rumahnya,. Tetapi hari ini, Tantri seolah lenyap tanpa ada kabar berita apapun,


"Harry... ada yang ingin aku sampaikan kepadamu, tetapi kita harus menjaga berita ini dari Tantri. Aku tidak mau, gadis itu menjadi malu atau merasa down perasaannya..." tiba-tiba dengan terengah, terlihat Antok datang dan menyampaikan berita pada Harry.


Harry dan Zorra bersamaan melihat ke arah laki-laki muda itu. Antok menyerahkan ponsel kepada Harry, dan Harry membacanya sekilas. Raut wajah Harry terlihat merah padam setelah membaca berita yang diperlihatkan Antok kepadanya.


"Apa yang kamu baca Harry..., apakah menyangkut tentang Tantri..?" Zorra yang memang belum mengenal keluarga gadis yang sedang dicarinya itu, mencoba mencari tahu.


"Mungkin hal inilah yang memicu keluarga Tantri menghilang pagi ini..." Harry bergumam, dan menyerahkan ponsel ke tangan Zorra.


"Tapi kita tidak boleh menghakimi Tantri Harr..., sepertinya gadis itu tidak tahu apa yang dilakukan oleh papanya. Menerima suap dengan memanfaatkan posisi di Kementerian merupakan tuduhan berat untuknya..." Antok berbicara lirih.


Zorra yang sudah membaca berita itu ikut termenung. Meskipun melihat rumah, dan juga fasilitas di rumah gadis itu terbilang mewah, namun Tantri terlihat tidak pernah pamer dan bergaya hedon. Penampilan gadis itu masih sebatas wajar, bahkan teman-teman lain di sekolah melebihi penampilan dibanding dengannya.

__ADS_1


****************


__ADS_2