
Setelah selesai mengurus perpindahan papa dan mama Tantri, akhirnya Zorra kembali ke laboratorium bersama dengan istrinya. Laki-laki itu sudah melakukan negosiasi dengan Ms Rebecca, dan para petinggi lainnya, untuk membersamai istrinya. Selain itu, Zorra dan ketiga rekannya juga menjadi tim yang bertanggung jawab pada Total Quality Management. Tim itu bertanggung jawab untuk memastikan hasil karya para programmer dan laboran, sampai pada pihak yang bertanggung jawab tanpa ada penyimpangan sedikitpun,
"Selamat datang kembali Miss Tantri.., Tuan Zorra.. Saya ditugaskan oleh Ms Rebecca untuk mengantarkan anda berdua, menempati paviliun baru, yang lebih luas dari paviliun sebelumnya tempat anda berdua menginap.." baru saja pasangan suami istri itu turun dari mobil, tampak petugas yang berjaga di bagian front line menyambut pasangan suami istri itu.
"Pindah... lalu bagaimana dengan semua barang dan perlengkapan di kamarku sebelumnya.." merasa tidak ada pembicaraan sebelumnya, Tantri balik bertanya,
"Semua sudah kami pindahkan Miss, sesuai intruksi terakhir yang disampaikan oleh Tuan Zorra. Bukankah demikian Tuan Zorra.." petugas itu mengalihkan jawaban pada suami Tantri.
Kening Tantri berkerut, karena sedikitpun suaminya tidak membicarakan hal tersebut. Dan ternyata menurut petugas itu, semua atas persetujuan dari suaminya.
"Apakah benar kak Zorra.., yang disampaikan oleh Miss Rara..?? Kenapa kak Zorra tidak mengajak bicara Tantri sebelumnya.." merasa dilangkahi, Tantri mengalihkan pertanyaan pada suaminya,
Zorra tidak menjawab, hanya tersenyum dan menganggukkan kepala., Tanpa bicara, tangan laki-laki itu sudah melingkar pada pinggang Tantri, kemudian mengajak gadis itu berjalan menuju arah yang ditunjukkan oleh petugas bernama Rara. Tidak mau berdebat di depan orang lain, Tantri diam mengikuti arah suami membawanya. Beberapa saat mereka berjalan..
"Kenapa sih kak.., kak Zorra selalu main rahasia rahasiaan seperti ini. Kita ini suami istri kak, apa baik jika semua kak Zorra lakukan tanpa bicara terlebih dulu dengan Tantri.." Tantri kembali mengulang pertanyaan,
Laki-laki itu tertegun dan menghentikan langkah kaki beberapa saat..
"Honey.. bukan begitu maksudku sayang.. Aku hanya ingin mempersiapkan yang terbaik untukmu, tanpa perlu membuatmu repot. Namun... jika semua yang aku lakukan, ternyata tidak membuat hati istriku berkenan, aku minta maaf sayang. Ke depan, hal sekecil apapun, aku akan selalu mengajak istriku bicara.." khawatir membuat istrinya kecewa, Zorra kemudian menjelaskan,
__ADS_1
"Benarkah kak.., Tantri tidak mau jika ucapan kakak hanya sebagai ritual bibir semata." gadis itu masih sangsi dan meragukan perkataan suaminya,
"Benar sayang... I.m swear... Kita lanjutkan lagi perjalanan kita honey. Aku harap istriku menyukai paviliun kita yang baru.., karena aku sendiri yang memilih dan membuat pengaturan.." laki-laki itu kembali menganggukkan kepala. Selanjutnya Zorra mengajak istrinya itu melanjutkan langkah mereka.
Tantri diam saja, namun dia tetap mengikuti kemana suaminya pergi membawanya. Tidak berapa lama, sebuah paviliun yang terlihat mewah meskipun baru dilihat dari sudut luar, terlihat di depan Tantri. Selama ini, gadis itu hanya tahu, jika hanya tamu terhormat laboratorium atau petinggi yang mendapatkan tempat untuk tinggal di paviliun itu. Tetapi tangan Zorra terus menggamitnya, kemudian berjalan menuju ke pintu paviliun tersebut.
"Mmmpphh... kak Zorra.., apakah kita tidak keliru kak.. Ini paviliun siapa kaka.." merasa bingung, Tantri mengkonfirmasi pada suaminya,
Zorra diam dan hanya tersenyum, tetapi tangan kanan laki-laki itu memasukkan anak kunci, dan tidak lama pintu kamar paviliun tersebut terbuka.
"Masuklah honey.., tadi aku belum memberi tahumu ya, Mulai saat ini, sampai kontrakmu habis bekerja di laboratorium ini, kita akan menempati kamar ini.." sambil tersenyum, Zorra mengajak gadis itu masuk.
"Tenanglah... Ms Rebecca sudah memberiku ijin honey.. Karena karyamu, pihak laboratorium mengapresiasi dengan memberikan fasilitas terbaik untuk kita. Ayuk kita masuk, kita akan lihat-lihat bagaimana kondisi di dalam.." Zorra terus meyakinkan istrinya, dan membimbing gadis itu untuk masuk ke dalam.
Begitu mereka masuk ke dalam, pandangan Tantri kembali terbelalak melihat pemandangan di depannya. Beberapa bulan tinggal di laboratorium, Tantri merasa tidak pernah melihat fasilitas lengkap dan mewah seperti yang ada di depannya. tetapi kali ini, semua ada di kamarnya.
************
Hari-hari berikutnya..
__ADS_1
Sebagai seorang istri, Tantri sudah bisa memposisikan dirinya sebagai seorang istri, dan juga sebagai seorang pekerja. Begitu juga dengan Zorra, laki-laki itu juga tidak membatasi pergaulan istrinya, dan bahkan selalu menemani dan memberikan support untuk semua yang dilakukan Tantri,
"Tantri... selamat ya, maafkan aku.. Karena kesibukanku menemukan Rheima, aku baru tahu perkembangan hubunganmu dengan Zorra.. Sekali lagi selamat ya..." Donnie yang ternyata sudah kembali dari cuti panjangnya, memberikan ucapan selamat pada gadis itu.
"Iya Donnie... selalu dahulukan kepentingan pribadi kita, apalagi jika hal itu menyangkut masa depan.. By the way.., bagaimana kabar gadis bernama Rheima.., Donnie. Apakah gadis itu masih mau menemuimu," Tantri tersenyum, dan memberikan tanggapan.
"Mmmppphh.... semua sulit Tantri. Dan hanya dengan waktu beberapa hari saja, akan sulit untuk kembali mendekati gadis itu. Aku tidak mengira, luka di hatinya sangat dalam, bahkan hanya untuk menerimaku saja, gadis itu tidak mau melakukannya.." Donnie tersenyum pahit, lamunan laki-laki terlihat oleh Tantri.
Mendengar perkataan Donnie, sejenak Tantri mengalami speechless. Bagaimanapun Tantri tidak tahu, sebenarnya apa yang telah terjadi pada mereka berdua, sehingga sangat hati-hati sekali untuk memberikan tanggapan.
"Mungkin lho Donn..., butuh waktu untuk membuktikan keseriusanmu. Berbekal bad practices, dan perlakuanmu serta teman-teman telah betul betul telak melanggar batas sabar gadis itu. Kamu harus berusaha ulang, bagaimana menundukkannya kembali, tetapi itupun jika kami serius Donnie.." Tantri hanya bisa berkomentar secara umum.
Terkait masalah percintaan, Tantri memang tidak bisa berbicara banyak. Mengingat dalam sepanjang hidupnya, gadis itu hanya berpacaran sekali dengan Zorra yang kini sudah menjadi suaminya. Itupun terjadi karena kegigihan dan paksaan dari Zorra, sehingga jika kala itu Zorra memutuskan untuk menyerah, maka sampai saat ini, mereka tidak akan terjalin sebuah hubungan suami istri.
"Benar Tantri... aku butuh waktu yang lumayan lama untuk bisa kembali sabar, telaten dalam men treatment Rheima. Aku hanya menyampaikan beberapa bukti pada gadis itu, yang meskipun gadis itu menyatakan jika tidak memerlukannya lagi. Aku memberikan bukti, yang menunjukkan jika dia tidak bersalah, dan namanya sudah dibersihkan.." lanjut Donnie.
"Upaya yang bagus Donnie, good job. Aku mengapresiasi tindakanmu. Mungkin sanksi masyarakat, sanksi sosial atau bahkan dari keluarga Rheima, sudah membuat gadis itu terluka dalam, Kamu harus lebih banyak berusaha, dan aku yakin kamu pasti akan berhasil DOnnie. Terus berusaha.." Tantri hanya bisa memberikan dukungan atas perjuangan yang akan dilakukan Donnie.
***************
__ADS_1