Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 60. Penyelesaian Masalah


__ADS_3

Kedua orang tua Celine tersenyum melihat penolakan Chang. Tetapi bagaimanapun kedua orang itu berpikir, jika gadis itu membutuhkan pertolongan. Tanpa mereka ketahui, dengan waktu singkat informasi tentang Tantri, dan juga alasan kepergian ke negara Jepang tersebut, sudah ada di tangannya. Beberapa saat kemudian...


"Tuan Chang... jangan sepihak hanya ingin mengambil keuntungan dari Miss Tantri. bagaimanapun, untuk saat ini kita harus bisa menyelesaikan masalah Tantri. Tidak akan butuh waktu lama, dari pihak Embassy hanya meminta beberapa hari agar Miss Tantri, bisa melakukan ujian penyetaraan. Sebagai ketua Tim, pastilah Tuan Chang akan bisa meyakinkan Ketua Organisasi. Bukankah demikian...?" sambil tersenyum penuh misteri, papa Celine memberikan tanggapan,


Chang kaget dan terhenyak, tidak mengira jika laki-laki di depannya yang tampak tenang itu, ternyata bisa mengetahui apa yang diri dan timnya lakukan. Menyadari hal itu, tidak ada pilihan lain bagi anak muda itu, selain menyetujui apa yang menjadi harapan Tantri, dan juga keluarga Celine,


"Hempphh..., sepertinya tidak ada alasan bagi saya untuk menolak bantuan yang ditawarkan oleh Tuan. Apalagi Tantri juga membutuhkan legalitas dari studinya. Jika begitu, saya akan mengajukan dispensasi untuk gadis ini, namun secepatnya harus segera kembali ke pulau Shikoku.." mendengar pria yang membawanya ke negara ini sudah bisa bekerja sama, Tantri mengambil nafas lega,


Di samping Chang, John dan Fujitora juga menunjukkan ekspresi senang. Kedua orang tua Celine menganggukkan kepala, kemudian berbicara beberapa patah kata dengan asisten pribadinya. Setelah menunggu lagi beberapa saat, tiba-tiba Celine menarik tangan Tantri..


"Daddy... kak Tantri sudah selesai bukan. Celine ingin menemani kak Tantri beristirahat di kamarnya daddy.., karena kak Tantri terlihat masih lelah.." semua yang ada di dalam ruangan menoleh ke arah Tantri dan Celine. Mereka tidak menduga, jika gadis kecil itu akan sangat memperhatikan Tantri.


"Celine sayang... kakak dan juga kak Chang, kak John, serta kak Fuji kurang nyaman untuk beristirahat di mansion ini sayang. Jika daddy dan mommy Celine mengijinkan, kami ingin segera berpindah ke hotel. Di tempat itu, kami akan lebih leluasa untuk beristirahat.." sambil mengusap kepala gadis kecil itu, Tantri berusaha merayunya. Melihat apa yang dilakukan kedua orang tuanya atas permintaan Celine, sepertinya tidak ada salahnya, jika Tantri mengambil kesempatan lebih.


"Benar Celine... lihatlah luka di tubuh kak Chang dan kak John. Mereka butuh istirahat dengan segera.." Fujitora menambahkan, sambil menunjuk ke arah Chang dan John.


Celine ikut melihat ke arah mereka, dan semua yang berada dalam ruangan itu kaget, dan tidak mengira jika keempat tamu mereka, akan menjadi tidak tahu malu seperti itu. Tetapi...

__ADS_1


"Daddy... mommy..., benar yang diucapkan kak Tantri, dan kak Fuji. Apakah hotel untuk kakak kakak yang menolong Celine sudah disiapkan daddy...?" di luar dugaan, Celine segera bertanya pada daddy nya.


Terlihat laki-laki dewasa itu mengambil nafas panjang,  berusaha menetralisir perasaannya.


"Akio... antar ke empat tamu putriku ke hotel Gran Hyatt Tokyo. Perketat keamanan, dan tempatkan mereka di Pant House. Miss Tantri masih akan tinggal beberapa hari lagi di kota ini.." tanpa menanggapi perkataan putrinya secara langsung, namun laki-laki itu langsung memberikan perintah pada orang suruhannya,


"Siap Tuan besar, segera kita kondisikan. Jika mereka berempat sudah siap untuk berangkat sekarang, maka kita akan persiapkan semuanya.." tanpa ada bantahan, orang suruhan itu segera menyanggupi,


Semua mengambil nafas lega, dan akhirnya kedua orang tua Celine mengakhiri pertemuan itu. Wajah gadis kecil itu terlihat ceria, karena keinginannya dengan cepat dikabulkan oleh kedua orang tuanya. Tidak lama kemudian, Chang dan ketiga temannya segera berpamitan untuk menuju ke hotel yang sudah dipersiapkan untuk mereka.


**************


Ke empat anak muda itu duduk di ruang tamu yang ada di Pant House. Mereka sedang menikmati makanan yang disediakan oleh mereka,. betul-betul pelayanan yang sangat memuaskan, karena bukan hanya main menu, tapi beraneka buah dan camilan juga tersedia di dalam ruangan itu.


"Tantri... ternyata Celine sangat terkesan dengan pertolongan yang kamu berikan, Gadis kecil itu bisa membalasnya, dan tanpa sadar malah memberikan solusi lain, terkait legalitas pendidikan, dimana kamu saat ini membutuhkannya.." John memulai pembicaraan,


"Hempphh.... benar John. Aku sendiri juga tidak mengira, akan seberuntung ini keadaanku. Padahal, setelah project selesai, aku baru akan kembali ke Indonesia untuk mengurus Ujian Penyetaraan disana. Tapi ternyata, nasib baik sangat berpihak kepadaku..." sambil tersenyum, Tantri menjawabnya,

__ADS_1


Tiga laki-laki yang berada dalam ruangan itu mengangguk anggukkan kepalanya. Tetapi Chang terlihat gusar sendiri, seperti ada yang dipikirkan olehnya. Untungnya, Tantri bisa melihat ada kegalauan yang dirasakan oleh laki-laki muda itu.


"Chang... aku melihatmu seperti sedang berpikir serius. Hal apa yang kamu pikirkan Chang... katakan pada kami. Siapa tahu kami semua akan bisa menawarkan bantuan.." merasa sudah sebagai tim beberapa saat, Tantri membuka fokus pembicaraan.


Mendengar pperkataan Tantri, John dan Fujitora ikut melihat ke arah Chang. Laki-laki yang diajak bicara itu hanya melihat ke arah tiga temannya, kemudian tampak tersenyum kecut.


"Katakan Chang... kita sudah sebagai tim, dan hubungan kedekatan kita bahkan sudah seperti saudara. Katakan pada kami, secepatnya kami akan membantumu memikirkan cara.." Fujitora menambahkan, dan John ikut menganggukkan kepalanya.


"Hempphh... baiklah. Baru saja, Ketua Organisasi melakukan panggilan padaku. ternyata orang-orang di laboratorium tahu tentang apa yang kita lakukan, dan bahkan berita kita tersebar di internet. Ketua Organisasi memarahiku, karena dianggap telah menyebar luaskan identitas kita..." akhirnya Chang menjelaskan dengan pelan,


John dan Fujitora terhenyak, karena tidak pernah berpikir akan ada efek yang terjadi. Mereka saling berpandangan, namun...


"Jika hanya itu masalahnya, aku akan mencoba berusaha untuk membersihkannya Chang. Beri aku tablet sekarang, dan beri aku waktu maksimal lima menit saja..." perkataan Tantri membuat tiga anak muda itu menatap ke wajahanya.


Gadis itu hanya tersenyum, dan Chang yang memang sudah mengetahui track record tentangnya, mendadak teringat kompetensi yang dimiliki oleh Tantri. Tidak menunggu lama, sebuah tablet diberikan Chang ke tangan Tantri dengan segera. Gadis itu segera mengambil tablet dari tangan Chang, dan meletakkan di pangkuannya...


"Tantri.., apa yang akan kamu lakukan...?? Hati hati dengan apa yang akan kamu lakukan..." berpikir jika Tantri akan melakukan sesuatu yang melanggar ruler, John mengingatkan,

__ADS_1


Tantri hanya tersenyum, dan tidak menanggapi peringatan yang diberikan oleh John. Jari jari tangan gadis itu, seperti menari di atas qwerty keyboard tablet yang ada di pangkuannya. Dengan pandangan tegang, ketiga laki-laki itu melihat Tantri yang tampak serius,


***********


__ADS_2