
Bolshoi Ussuriysky
Tantri langsung masuk ke dalam kamar, begitu kembali ke rumah setelah memenuhi janjinya bertemu dengan Harry. Kata-kata tegas anak muda itu, yang masih sama seperti dulu, selalu ingin mendominasi membuat gadis itu merasa kesal. Ketiga teman satu timnya, hanya saling berpandangan ketika melihat gadis itu nyelonong masuk ke dalam kamar, tanpa berkata apapun pada mereka.
"Hey... hey... apa yang terjadi dengan Tantri guys... Sepertinya aku lihat ekspresi sangat tidak senang, setelah menjumpai teman laki-lakinya dari Indonesia itu.." Chang berbisik memberi tahu John dan Fujitora.
Wajah John juga terlihat keras, ikut merasa terpancing dengan sikap yang ditunjukkan Tantri..
"Berarti mereka tadi sedang tidak baik-baik saja. Jika tahu seperti ini, aku tadi pasti tidak akan mengindahkan larangan Tantri, sehingga aku bisa menghajar laki-laki itu.." dengus John dengan kesal..
"Ooopss... sabar dulu John.. janganlah bertindak impulsive. Kita juga tidak tahu bukan, bagaimana hubungan Tantri dengan laki-laki itu... Siapa tahu, mereka memang pernah menjalin sebuah hubungan, dan kepergian Tantri membuat laki-laki itu merasa kehilangan.." Fujitora meminta John untuk bersabar,
"Aku tidak peduli, bagiku masa lalu ya tetaplah masa lalu. Jangan pernah berani mengganggu Tantri untuk saat ini.. Jika memang benar, Tantri pergi meninggalkan laki-laki itu, ya pastilah karena laki-laki itu tidak baik.. Tidak perlulah, kamu membelanya seperti itu Fuji..." merasa tidak suka dengan perkataan Fujitora, John menyolot balik.
"Apa-apaan ini kalian, kenapa kalian berdua malah yang menjadi ribut seperti ini...? Biarlah Tantri seperti itu, agar hidupnya menjadi lebih bermakna, tidak monoton seperti ini.. Jujur teman... aku merasa tidak enak hati dengan Tantri, karena akulah yang meminta dan merayunya untuk bersedia bergabung dengan tim kita.. Ternyata, kita juga tidak tahu akan berakhir seperti ini.." terlihat Chang melerai dua anak muda itu.
Melihat sikap yang ditunjukkan Chang, dan terlihat ada kesedihan di wajah laki-laki itu, Fujitora serta John menjadi terkejut., Dua laki-laki itu tidak mengira, betapa besar rasa perlindungan yang ditunjukkan Chang pada Tantri... John dan Fujitora mengambil nafas panjang, kemudian...
"Iya Chang... kami sedikit terprovokasi. Akupun akan melakukan seperti yang kamu lakukan Chang, untuk menjaga gadis itu, dan melihatnya seperti adik kita.. Kita berempat dalam pelarian, dan sudah sekian lama kita tinggal bersama, hanya kedekatan dan kasih sayang layaknya saudara, yang terjalin antara kita.." Fujitora menepuk pelan bahu Chang,
__ADS_1
Chang tersenyum dan melihat ke arah Fujitora, dan tidak lama kemudian laki-laki itu menganggukkan kepalanya. John yang sebenarnya menaruh rasa pada Tantri, terdiam sejenak seperti sedang berpikir. Tetapi tidak lama kemudian...
"Okaylah.. aku akan menjadi seperti kalian berdua, selalu akan menjadi support system untuk Tantri.. Aku harus merubah rasa sayangku pada gadis itu, layaknya rasa sayang seorang kakak terhadap adiknya. Terima kasih guys.., sudah membuatku sadar.." akhirnya John merentangkan kedua tangannya, dan memeluk Chang dan Fujitora bersamaan.
"Benar John... akhirnya kamu menyadarinya juga.. Akan lebih abadi hubungan sayang antara adik dan kakak John, daripada hubungan sayang antara laki-laki dan perempuan. Tidak menjadi masalah, jika hubungan itu tidak bertepuk sebelah tangan, tetapi jika sepertimu.., hanya akan ada rasa cemburu dan emosi setiap waktu.." Fujitora ikut memberikan nasehat untuk laki-laki itu.
"Apa yang dikatakan Fuji benar adanya.. Aku, kamu, dan kita akan selalu ada untuk Tantri.." Chang menyahut juga,
**************
Beberapa saat kemudian...
Chang yang masih duduk di sofa terkejut melihat pintu kamar Tantri terbuka dari dalam. Tidak lama kemudian, gadis itu keluar dan sudah dalam keadaan rapi. Chang mengerutkan keningnya, merasa herang serta bingung melihat gadis itu.
"Aku ingin segera keluar dari kota ini Chang... jika bisa secepatnya.." kata-kata yang terucap dari bibir gadis itu lebih mengejutkan.
"Hey girl... what happened.. Keberangkatan kita ke Jenewa.., masih dua hari lagi, tidak bisa maju dengan seenaknya sayang.. Kenapa kamu tiba-tiba berubah pikiran seperti ini, apa yang sebenarnya terjadi.." dengan sabar, Chang mengurangi intonasi kalimatnya.
Laki-laki itu berdiri, kemudian berjalan mendekat ke arah gadis itu... Seperti ada kebingungan dan juga kesedihan di wajah Tantri, dan hal itulah yang membuatnya tidak tega..
__ADS_1
"Aku harus pergi menghindari Harry Chang.. secepatnya. Anak muda itu tidak semudah yang kamu pikirkan, karena dia akan melakukan berbagai cara untuk mewujudkan ambisinya.." akhirnya Tantri menyuarakan apa yang membuatnya risau.
"Duduklah dulu Tantri... kamu harus tenang berpikir dulu. Jangan suka bersikap impulsive.." dengan sabar, Chang mengarahkan gadis itu untuk duduk di atas sofa.
Setelah memastikan Tantri bisa duduk, Chang segera mengambil air mineral di atas meja, kemudian memberikannya pada Tantri. Pada awalnya gadis itu menolak, tetapi Chang terus memaksanya untuk minum. Akhirnya perlahan, gadis itu meminum beberapa teguk dan meletakkan kembali gelas di atas meja..
"Harry itu teman laki-lakimu dari Indonesia bukan... yang baru beberapa saat tadi kamu jumpai.. Apakah ada yang salah girl.." dengan kata-kata lembut, Chang akhirnya memberikan tanggapan atas ucapan Tantri.
Gadis itu menganggukkan kepala secara perlahan..
"Ceritakan tentang Harry padaku Tantr... semoga aku bisa melakukan penilaian secara singkat tentang anak itu.." Chang meminta agar gadis itu bercerita..
Tantri melihat ke manik mata laki-laki bermata sipit itu, dan setelah menghirup nafas panjang, akhirnya gadis itu bercerita. Butuh waktu beberapa saat, karena Tantri dengan runtut menceritakan tentang Harry, club motor dan lain-lainnya. Sampai akhirnya...
"Hempphh... sepertinya sangat complicated Tantri.. Anak muda itu sepertinya memang tidak muda menyerah, dan akan terus mengejarmu sampai dimanapun.." Chang kembali menghirup nafas dalam..
"Lalu apa rencanamu sekarang Tantri... dan apakah waktu dua hari saja kita tidak bisa menunggunya.. Akan ada pengawalan yang ketat untuk memastikan keamanan kita nantinya.. Semua sudah diatur oleh pihak WHO.. " lanjut Chang, yang sepertinya juga ragu dengan kata-katanya sendiri.
"Aku tidak bisa terus bertahan disini Chang... ijinkan aku pergi duluan.. Di mana nanti kita bertemu lagi, aku akan menghubungimu.. Harry tidak akan diam, waktu kali ini merupakan waktu yang tepat untuk pergi, karena aku yakin, nanti malam anak itu pasti sudah akan menyanggongi tempat kita. Jika sampai tidak diijinkan ,membawaku, Harry pasti akan ikut kemanapun kita pergi.." dengan tatapan puppy eyes, Tantri melihat ke arah Chang,
__ADS_1
Tidak ada ketegaan melihat tatapan itu, dan Chang hanya bisa kembali terdiam beberapa saat.
***********