Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 149 Rapat


__ADS_3

Melihat peserta rapat sudah duduk di kursinya masing-masing, Tantri mengakhiri aktivitas melihat berkas yang ada di depannya. Tatapan tajam berkelas gadis itu diarahkan ke semua tim kerjanya, dan ketika Lucy mengawali dengan menjadi moderator rapat, Tantri fokus melihat ke arah perempuan itu.


"Di depan kita sudah hadir ibu Direktur, yang juga sekaligus owner dari boutique tempat kita bekerja. Ke depan, ibu Direktur akan menyampaikan beberapa masukan atas kinerja kita, dan mungkin juga akan membutuhkan beberapa konfirmasi dari kita semua. Saya berharap, kalian bekerja sama dan memaparkan apa yang beliau minta.." Lucy mengawali acara rapat koordinasi.


Semua peserta rapat fokus melihat ke arah perempuan itu, dan karena sudah tahu bagaimana cara kerja boss mereka, para peserta rapat sudah siap dengan berkas mereka masing-masing.


"Untuk selanjutnya, forum rapat Lucy serahkan kepada Ibu Direktur, silakan Miss Tantri untuk mengambil alih forum.." dengan sopan, Lucy menyerahkan forum pada Tantri,


Tantri tersenyum, kemudian mengedarkan pandangan sekali lagi ke seluruh ruangan, kemudian..


"Terima kasih Lucy... sudah menghantarkan saya untuk masuk pada forum rapat. Jadi.., agenda kali ini saya tidak akan berputar putar mencari masalah. Aku berharap, masing-masing penanggung jawab divisi untuk melaporkan hasil kerja kalian dalam dua minggu ini.." Tantri segera mengambil alih forum.


Tidak mau bertele-tele, Tantri langsung meminta para penanggung jawab aktivitas untuk membuat laporan, sebelum dirinya memberikan saran, atau meminta konfirmasi.


"Baik ibu Direktur... saya sebagai penanggung jawab garda depan tim pemasaran. Dari beberapa merchant yang kita miliki di negara ini, semua berjalan lancar sesuai yang kita harapkan. Hanya saja, ada daerah yang memiliki suhu paling dingin, yaitu di wilayah daerah Rovaniemi memiliki permintaan yang paling sedikit. Bahkan jika tidak bisa mendongkrak penjualan di wilayah itu, bukan profit yang kita dapatkan, tetapi bisa kerugian.." Faraz membuat laporan. Gadis itu menayangkan data tambahan pada slide yang ditampilkan dalam power point, dilengkapi dengan grafik peningkatan penjualan di beberapa  wilayah, dan juga penurunan di wilayah lain.


"Untuk divisi kami Ibu Direktur... untuk kegiatan operasional juga pada dasarnya berjalan lancar. Hanya saja, karena masih ada penumpukan stock di beberapa gudang, proses produksi memang sengaja kita kurangi, dengan harapan untuk mengurangi jumlah stock yang belum terjual.." bagian operasional juga membuat laporan,


Dengan fokus, dan bahkan tidak menyela, Tantri mendengarkan laporan yang disampaikan penanggung jawab kegiatan satu persatu. Hanya beberapa kali, Tantri membuat coretan pada kertas memo yang ada di depannya. Beberapa saat kemudian...

__ADS_1


"Untuk semua anggota tim.. kalian sudah bekerja dengan cara yang sangat luar biasa. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu kita cermati bersama.." Tantri memulai tanggapan.


"Yang penting untuk kita ingat adalah, bisnis kita adalah bisnis fashion dan pernak pernik perlengkapannya. Meskipun target pasar kita adalah baby, kids, dan juga mama muda.. Tetapi untuk fashion, ada usia sampai berapa lama, sebuah produk bisa bertahan untuk tetap terpajang di store, Untuk itu, aku tidak setuju dengan pengurangan produksi di bagian operasional, hanya karena ada penumpukan barang di gudang.. Bagian pemasaran, siapkan program discount untuk produk lama, yang penting kita tidak rugi untuk mengurangi penumpukan barang di gudang.." dengan cepat, Tantri membuat analisis.


Bukan hanya analisis, tetapi saran untuk perbaikan ke depan, juga meluncur keluar dari bibir perempuan muda itu. Bahkan kepintarannya sebagai programmer, sama sekali tidak terlihat pada forum itu. Para peserta rapat mengangguk anggukkan kepala, sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Direktur mereka.


"Ditambah lagi... untuk colour bagi produk kids, gunakan warna dasar dengan kombinasi yang bagus. Tetapi untuk mama muda.. ikuti trend yang berlangsung saat ini.." bukan hanya bagian produksi yang mendapatkan wejangan, tetapi satu persatu setiap divisi mendapatkan masukan dari gadis muda itu.


Semua peserta rapat merasa fun mengikuti proses koordinasi, karena atasan mereka tidak memberikan pressure, melainkan lebih mengutamakan kerja tim, dan kerja sama. Rapat berlangsung sampai hampir dua jam, dan ketika teringat dengan suaminya yang menunggu di kafe, akhirnya Tantri ijin untuk keluar duluan..


"Silakan ibu Direktur... Lucy akan mengambil alih rapat..' dengan sopan Lucy memberikan tanggapan,


**************


Dengan wajah cerah, Tantri keluar dari tempat kerjanya dan bermaksud untuk mendatangi suaminya di cafetaria depan kantor. Namun... gadis itu malah terkejut, karena dengan senyum cerah ternyata suaminya sudah menjemputnya di depan pintu lobby..


"Lah... baru saja Tantri akan menyusul kakak ke cafe.. Malah sudah ada disini.." Tantri tersenyum, kemudian mendatangi suaminya.


Di depan para karyawan lobby, Tantri tidak malu menjabat tangan dan mencium punggung tangan suaminya. Meskipun berada di luar negeri, namun Tantri tidak lupa dengan etika serta kebiasaan yang berlaku di Indonesia. Bagaimana adab seorang istri bersikap pada suaminya. Tanpa malu juga, Zorra menarik tubuh istrinya dalam pelukan beberapa saat, kemudian memberikan kecupan di kening gadis itu,

__ADS_1


"Honey sih.. tadi bilang rapat tidak akan lama. Ternyata dua jam lebih, ya aku harus menyusul dan menghentikan dong. Tapi.. untungnya honey sudah keluar.." sambil tersenyum, Zorra menjawab,


"Hemppphh...  mesti.." Tantri langsung memberikan tanggapan.


"Okay.. kita langsung keluar saja.. Honey pasti lapar kan, kita akan mencari makan dulu, barulah kita pulang ke rumah, untuk istirahat.." menyadari jika perempuan yang sedang hamil, lebih sering merasa lapar, Zorra bergegas mengajak istrinya untuk keluar dari kantor.


"Okaylah... Tantri ikut saja.." tidak ada pilihan lain.


Tantri dan Zorra akhirnya berjalan menuju ke pintu keluar. Petugas security dengan hormat mengangguk, dan membukakan pintu mobil. Zorra terlebih dulu membantu istrinya masuk, kemudian menutup pintu dengan pelan. Meskipun ada driver yang bisa melakukannya, tetapi untuk istrinya Zorra selalu sendiri memberikan pelayanan. Perlahan setelah memastikan pintu mobil tertutup, laki-laki itu kemudian berjalan memutari mobil, dan masuk di sisi Tantri duduk..


"Tujuan kita kemana Tuan Zorra.." sebelum menjalankan mobil, driver bertanya tentang tujuan mereka,


"Kita mencari makan dulu.. antar kami ke Savoy Restaurant.." dengan tegas, Zorra menjawab.


"Siap tuan.." sambil menjawab, driver menginjak pedal gas mobil. Perlahan mobil berjalan meninggalkan depan lobby perusahaan kecil, tempat Tantri berkantor.


Zorra melihat ke arah istrinya, dan ketika melihat istrinya menyandarkan kepala di sandaran kursi, dengan lembut laki-laki itu memegang sisi kepala Tantri. Tidak ada perkataan di antara pasangan suami istri itu, tetapi karena sudah ada chemistry antara mereka, Tantri segera menyandarkan sisi kepala di bahu suaminya. Zorra tersenyum, dan kembali memberikan ciuman lembut di kening gadis itu.


"Tidurlah sebentar honey.. aku akan membangunkanmu jika sudah sampai di restaurant.." Zorra berbisik meminta istrinya untuk istirahat sejenak.

__ADS_1


***********


__ADS_2