Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 31 Mencari Tahu


__ADS_3

Mister Andriano menatap tajam ke mata laki-laki muda yang menariknya. Tetapi ketika mengetahui siapa yang melakukannya, perlahan sorot mata tajam itu mulai menyurut. Mister Andriano tersenyum manis, dan malah menyandarkan punggung ke dinding yang ada di belakangnya.,


"Kenapa kamu malah senyum seperti mengejekku kak....?? Apa tujuanmu datang ke sekolah ini, apakah ingin mengacaukan kehidupanku...?" ternyata laki-laki itu adalah Zorra, yang menatap tajam ke mata Andriano.


"He.. he.. he.., kamu ini aneh Zorra.. Aku ini laki-laki bebas, free man guys... Akan melakukan apapun, tidak perlulah untuk meminta persetujuanmu. Sama bukan, ketika kamu memutuskan untuk keluar dari rumah, meninggalkan papa dan mama.." Andriano malah bicara seakan mempermainkan Zorra.


"Apa urusanmu kak..., bukankah kakak sudah terlalu excited, terlalu menikmati juga kehidupan di luar negeri, Sampai lupa bukan, jika memiliki adik juga yang ada di Indonesia.. Karena kepergian kakak, apakah kakak tahu, bagaimana harapan papa dan mama, seakan mereka menumpahkan semua harapannya kepadaku.. Dan sekarang kakak kembali pulang, yang seharusnya membantu papa di perusahaan, tetapi malah akan mengacaukanku.." dengan nada marah, Zorra tampak menumpahkan kekesalannya pada laki-laki itu.


Andriano hanya tersenyum dan terus menatap adiknya itu. Kedatangannya ke sekolah ini, bukan karena keinginannya, namun karena mendapatkan perintah dari mamanya untuk mengawasi pergaulan Zorra. Mereka berdua adalah kakak beradik, hanya saja Andriano anak angkat keluarga Zorra.


"Tet... tet.. tet..." tiba-tiba bel tanda masuk kelas sudah berbunyi.


"Kembalilah ke kelasmu Zorra.., tidak baik kita ribut di sekolah. Jika dilihat guru-guru, kamu sendiri yang akan merasa malu.." Andriano malah menepuk bahu Zorra, dan akan melangkahkan kaki meninggalkan anak muda itu.


Tetapi...,


"Breekk...., jangan harap demikian mudahnya kamu meninggalkanku kak.. Kamu hutang penjelasan kepadaku, untuk apa datang ke sekolah, menyamar sebagai guru pengganti, dan mengajak makan siang Tantri.. Kamu lihat kak, jika terjadi sesuatu pada gadis itu, maka kak Andri akan berurusan denganku.." Zorra bukanlah anak muda yang mudah untuk dijinakkan,


Melihat kakaknya dengan sengaja, ingin meninggalkannya sendiri, anak muda itu menahannya. Satu tangan Zorra masih mencekal lengan atas Mister Andriano. Kedua laki-laki itu saling menatap tajam, seakan ingin bertahan pada kemauan mereka masing masing,


"Zorra.. ingat keberadaan kita saat ini ada dimana.. Jika kamu ingin mengajakku ribut, kenapa kita tidak lakukan ketika ada di rumah. Mama sangat merindukanmu Zorra... jangan permainkan hati orang tua.." tiba-tiba Andriano memberikan nasehat pada adiknya.

__ADS_1


"Jangan mengalihkan fokus pembicaraan kak Andri.. Apakah dengan membawa mama dalam pembicaraan kita disini, aku akan dengan mudah melepaskan kakak..?" bukannya terpengaruh dengan kata-kata kakaknya, namun Zorra malah tersenyum sinis.


"Hempphh.., terserah apa yang menjadi asumsimu Zorr... Aku harus masuk ke kelas XII B untuk menggantikan materi yang seharusnya diampu oleh Mister Robin. Jangan memperlambat langkahku...!" dengan kasar, Mister Andriano menyentakkan tangan Zorra yang masih mencengkeram lengan atasnya,


Tanpa melihat lagi ke belakang, Andriano berjalan meninggalkan Zorra sendiri. Ditinggalkan dengan kasar oleh kakaknya, membuat Zorra hanya mengambil nafas panjang. Rasa kesal masih terlihat di wajah anak muda itu.


"Sialan... aku harus membasuh mukaku dulu. Aku tidak mau, karena jengkel dengan kak Andri, mukaku terlihat lusuh.." setelah mengambil nafas beberapa kali, akhirnya Zorra segera berjalan menuju ke kran yang ada tidak jauh dari tempatnya berdiri.


Anak muda itu segera memutar kran, kemudian menggunakan air yang mengalir untuk membasuh wajahnya beberapa kali.


*************


Sepulang sekolah...


"Tantri... ikutlah denganku! Ada yang ingin kami konfirmasikan denganmu.." Harry berteriak memanggil gadis itu.


Terlihat Tantri mengambil nafas panjang, kemudian bergegas mendatangi Harry dan teman-temannya yang lain. Di depan mereka, gadis itu melakukan toss dengan menepukkan telapak tangannya, ke telapak tangan teman-temannya.


"Aku mau ikut kalian, tapi aku tidak mau pergi sampai malam Harr.., Antok. Aku masih harus minum obat penghilang rasa nyeri.." menggunakan alasan luka di lengan kanannya, Tantri mencoba mencari alasan,


"Okaylah... segeralah naik ke motor...!" begitu mendengar konfirmasi Harry, gadis itu segera naik ke boncengan laki-laki itu.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Ducati yang dikendarai Harry segera meninggalkan gerbang sekolah, dan diikuti oleh lima motor lainnya. Tanpa Tantri sadari, ada sepasang mata laki-laki yang mengamatinya ketika dengan mudahnya gadis itu naik ke boncengan motor Harry. Namun laki-laki muda itu hanya tersenyum smirk, dan tidak menahan kepergian gadis itu.


"Hempphh... Tantri, hatimu tidak bisa ditebak. Terlalu misterius.. sampai semua orang yang dekat denganmu, semuanya kamu terima dengan baik..." laki-laki muda itu, yang ternyata adalah Zorra berbisik pelan.


Tanpa melihat kemana-mana lagi, Zorra segera menurunkan papan seluncurnya, dan tidak lama kemudian, anak muda itu sudah meluncur di jalan raya untuk menuju ke apartemennya.


****************


Base Camp Club motor Spirit...


Wajah Harry tampak tegang, dan beberapa kali anakĀ  muda itu menghembuskan asap rokok dari bibirnya. Tantri yang terlihat santai, gadis itu duduk di bawah sambil menyelonjorkan kedua kakinya.,


"Tantri.. apakah benar seperti yang kamu katakan, kamu tidak tahu siapa yang sudah memberimu pertolongan, ketika anak anak Joxzin menyerangmu kemarin..." Antok tampak mengulang kembali pertanyaan yang sudah dilontarkan oleh Harry.


"Aku tidak tahu Antok, bukankah aku sudah menjawab. Kalian ini aneh, bukannya tidak senang ada orang yang sudah menolongku. Malah melakukan interograsi seperti ini..." Tantri tampak bereaksi tidak suka.


"Bukannya begitu Tantri... siapapun yang sudah menolongmu, tentu saja kami suka. Hanya saja, kami sudah mendatangi base camp Jokzin di Bandung, Tetapi kami menemukan base camp itu sudah porak poranda, bahkan bau amis darah masih terlihat di beberapa tempat. Kami mengira, kacaunya tempat itu, masih ada kaitannya dengan keributan denganmu Tantr..." agar tidak menimbulkan multi tafsir, Antok akhirnya menjelaskan.


"Hempphh..., begitu kah..? Atau jangan jangan, mereka yang telah memberiku pertolongan adalah aparat polisi. Buktinya mereka bekerja secara rapi, dan hanya beberapa orang saja, mereka bisa membersihkan mereka.." Tantri sengaja tidak memberi tahu pada mereka, jika orang-orang yang sudah menolongnya terkait dengan Zorra.


Masih jelas dalam ingatan gadis itu, Zorra mengambil mobil mereka, dan menitipkan kedua motor mereka pada orang-orang itu. Jika mereka tidak saling kenal, tidak mungkin semuanya akan terjadi..

__ADS_1


"Jika sampai polisi sudah mengendus anak-anak motor, berarti untuk sementara waktu kita harus hati-hati. jangan sampai, kita juga menjadi incaran dari mereka, dan kita tidak tahu apa yang terjadi.." sambil menghembuskan asap rokok dari hidungnya, Harry membuat pernyataan.


****************


__ADS_2