
Mobil yang dibawa Ashashi tiba-tiba dikemudikan dengan tidak beraturan, dan di belakang mereka terdengar suara tembakan yang diarahkan ke mobil tersebut. Tantri terkejut, dan secara reflek gadis itu menundukkan kepala ke bawah, dan membawa Celine mengikuti apa yang dilakukannya. John dan Fujitora, melihat ke arah belakang mencoba melindungi tubuh kedua gadis itu dengan tubuh mereka.
"Tenanglah Celine... Tantri, mobil ini antri peluru. Organisasi sudah menyiapkan pengamanan untuk kita, jadi jangan terlalu panik.." dari kursi depan, Chan memberi tahu kedua gadis itu.
"Tapi Chan... luka psikhologis yang akan dialami Celine, akan jauh lebih besar dampaknya. Aku harus menjaganya agar gadis ini merasa aman.." Tantri memberikan tanggapan.
Tiba-tiba dari arah depan, Chan tampak memberikan sesuatu pada Tantri. Ternyata sebuah earphone besar, dan seperti memahami apa yang dilakukan oleh Chan, gadis itu segera memasangkan ear phone tersebut ke telinga gadis kecil itu.
"Celine dengarkan musik ini sayang.., tetap menunduklah ke bawah..." setelah terdengar alunan musik, Tantri memberikan arahan pada gadis kecil di sampingnya itu.
Untungnya Celine memang penurut terhadapnya, karena gadis kecil itu segera menganggukkan kepalanya. Melihat Celine sudah bisa menguasai dirinya, Tantri kembali melihat ke arah tiga teman laki-lakinya. Meskipun ketiganya berusaha untuk kuat, tetapi jelas kelihat jika mereka sebenarnya juga merasa tegang. Hanya saja, mereka masih mencoba menanhannya..
"Apa yang terjadi sebenarnya Chan, mengapa bisa menjadi seperti ini..??" masih merasa bingung, Tantri meminta penjelasan.
"Aku tadi sudah mengatakan di awal bukan, jika Celine ini bukan main-main. Ada kelompok yang menginginkan Celine untuk dibawanya, sebagai sandera untuk menekan kedua orang tuanya. Dan sekarang, orang tua Celine juga sudah mengirimkan orang untuk menuju kemari. Bahkan mereka, juga melakukan perjalanan dari luar negeri untuk membawa putri mereka.." Chan kembali mengulang penjelasan.
"Terus kita berada dalam bahaya Chan..., bisakah kita menyelamatkan diri. Lihatlah.., dua mobil Jeep itu semakin mendekati mobil yang kita tumpangi.." melihat dua mobil di belakang mereka yang terus mendekat, Tantri kembali bertanya.
"Jangan khawatir Tantri, yakinlah dengan organisasi. Mereka tidak akan membiarkan kita, menjadi bulan bulanan mereka, Lagian yang sebenarnya mereka inginkan adalah Celine,.. keputusan terakhir kita bisa menyerahkan gadis kecil ini kepadanya, untuk menyelamatkan diri kita.." lanjut Chan.
"Gila kamu Chan.., Celine masih anak kecil. Dan teganya menggunakan dia sebagai umpan, untuk keselamatan kita. Aku tidak setuju, bagaimanapun keadaan kita, gadis ini harus selamat.." mendengar ucapan Chan, Tantri memprotesnya dengan nada tinggi..
John dan Fujitora sampai terkejut melihat reaksi Tantri, dan bahkan Celine menatap takut pada gadis itu.
__ADS_1
"Tenanglah Tantri... kamu jangan terpancing. Itu hanya hal yang sangat sangat terakhir, jika kita memang tidak memiliki pilihan lagi.." Fujitora ikut menjelaskan.
Tantri terdiam, dan secara spontan gadis itu memeluk tubuh kecil Celine, seperti memberikan perlindungan kepadanya. Tiba-tiba...
"Berpegangan Tuan... Non..." Ashasi berteriak dari belakang kemudi, dan seketika mobil yang dikemudikannya seperti kehilangan kendali.
"Bruak.... aaww...." karena peringatan yang diberikan laki-laki itu mendadak, tidak ayal kepala Tantri hampir membentur pintu mobil.
Untung saja dengan sigap, John menggunakan tangannya untuk melindungi kepala gadis itu. Hal itu belum selesai, karena...
"Brak... brak..." benturan kembali terjadi, sampai tubuh Celine terlonjak ke atas.
Dari arah kanan dan kiri, kedua Jeep yang mengejar mobil itu, memberikan serangan dengan membenturkan badan mobil mereka.
Seiring dengan kata-katanya, tiba-tiba mobil itu melakukan jumping dan arah mobil seperti tidak terkendali, karena kebetulan jalanan yang mereka lewati naik turun. Tantri menutup mata Celine dengan menggunakan kedua tangannya, dan dirinya sendiri juga tidak jauh lebih baik.
"Brakk... dukkk...." sesaat Tantri kehilangan kesadaran, Keningnya membentur sandaran kursi mobil di depannya, dan sejenak gadis itu merasa berkunang-kunang, dan kehilangan kesadaran. Teman-temannya yang lain juga hampir sama dengan dirinya...
***************
Beberapa saat kemudian...
"Min'na deteike…, dare mo tatakawanai…" tiba-tiba sayup sayup Tantri mendengar ada suara teriakan dalam bahasa Jepang yang memintanya keluar, dan tidak diperbolehkan untuk melawan.
__ADS_1
Gadis itu berusaha membuka matanya, namun sebuah sentakan tiba-tiba menarik tubuhnya. Dengan pandangan yang kurang jelas, atau kabur gadis itu melihat Celine berpegangan erat pada tubuhnya. Sebuah tangan kasar laki-laki tampak mencoba untuk mengeluarkan tubuhnya, Gadis itu sudah merasa pasrah, karena ternyata mobil yang dibawa Ashashi melompat turun ke jurang yang ada di pinggir jalan. Untung saja, jurang itu tidak terlalu dalam,
"Kak... bangun kak, Celine takut..." kepala Tantri tidak bisa mencerna dengan jelas, Ingatannya belum pulih, namun jerit tangis Celine seperti mengacaukannya,
"Bertahanlah Tantri... pertolongan akan segera datang. Jangan takut dengan ancaman dari mereka..." terdengar suara John, yang berusaha memberikan semangat pada gadis itu. Tapi..
"Dukk... jangan bertindak seperti pahlawan, jaga dirimu sendiri... Bukkk..., aaaww.." suara pukulan dan tendangan terasa menyayat telinga Tantri, dan teriakan John terdengar mengikutinya.
Tantri berusaha mempertahankan diri, ingatannya pada Celine yang meminta pertolongan kepadanya, Dalam pandangan yang belum jelas, melihat ada sebuah tangan yang masih berusaha akan memaksanya, tiba-tiba Tantri melompat sambil mengirimkan tendangan ke depan, Celine masih berada dalam dekapannya...
"Bukkk.... kurang ajar, ternyata kamu mau melawan kami ya... terimalah ini...." merasa mendapatkan perlawanan, laki-laki yang tidak jelas wajahnya itu, mendapatkan tendangan dari kaki gesit Tantri.
Laki-laki itu tidak tinggal diam, dan seketika bogem mentahnya ke arah gadis itu. Namun...
"Jangan berani kamu menyentuh kulit temanku... kruk..." terdengar suara tulang seperti dipatahkan.
Dalam pandangan yang kurang jelas, Tantri melihat Chan menahan serangan kepadanya, dan dengan gesit laki-laki itu memutar tangan laki-laki itu dengan mudahnya. Suasana terlihat kacau, dan hanya dengan ber empat dengan Ashasi, mereka sangat sulit melawan sepuluh orang yang datang kepada mereka. Apalagi Tantri juga tidak leluasa bergerak, karena Celine terus menggelendot padanya sambil menjerit ketakutan,
"Kalian ini boleh juga ternyata, hanya berenam dengan seorang gadis kecil. tetapi masih berusaha untuk melawan perintah kami. Ingat semuanya, kami tidak akan menyakiti kalian, karena kami hanya membutuhkan gadis kecil itu. Serahkan gadis kecil itu pada kami, maka kami akan melepaskanmu..." tiba-tiba terdengar suara laki-laki dengan pongah pada mereka.
"Apa katamu... hanya... Mimpi kalian semua. Sampai sejauh ini, tidak mungkin bukan, kami akan menyerah dan bertekuk lutut kepadamu. Bukk...." belum sampai Chan menyelesaikan ucapannya, sebuah tamparan bersarang di rahang laki-laki itu.
"Kalian memang tidak bisa diajak untuk bekerja sama. Baiklah, tidak peduli apa yang melatar belakangi kalian, tempat ini akan menjadi tanah untuk menguburkan kalian ber lima, Dan gadis kecil itu akan tetap bersama dengan kami..." terlihat laki-laki itu sudah kehilangan kesabaran.
__ADS_1
************