Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 151 Kelahiran Putra Pertama


__ADS_3

Zorra merasa sangat panik ketika tetap berada di samping istrinya. Laki-laki itu betul betul tidak menyangka, akan menjadi seperti itu proses seorang ibu melahirkan putranya. Bahkan Zorra harus merelakan, kulitnya yang putih menjadi sasaran kuku kuku istrinya, ketika Tantri menggunakan bagian tubuh suaminya untuk pegangan, ketika rasa nyeri menyerang,


"Honey.. bagaimana kalau ikut anjuran dokter saja sayang.. Honey melahirkan baby kita melalui proses cesar.." tidak tega melihat apa yang dialami Tantri, Zorra merayu agar istrinya melakukan proses melahirkan caesar,


Tantri tidak menjawab secara langsung, karena berbarengan dengan rasa nyeri yang datang menyerang. Sambil mencengkeram lengan atas suaminya, gadis itu masih menggelengkan kepalanya. Air mata Zorra sudah tidak berhenti terus mengalir dari sudut matanya, tidak tega melihat istrinya kesakitan..


"Tuan Zorra... ijin untuk memberikan obat untuk memacu janin keluar, karena pembukaan rahim tidak bertambah, Stagnan sejak tadi.." tiba-tiba dokter datang membawa jarum suntik...


"Apakah tidak ada cara lain dokter, aku tidak tega melihat istriku diinjeksi dengan alat itu..?" Zorra mencoba melakukan negosiasi.


"Ini masih cara yang biasa Tuan... karena melihat rasa nyeri yang terus datang, Miss Tantri sepertinya tidak akan sanggup menelan obat oral. Jarum suntik ini tidak akan kami masukkan ke kulit Miss Tantri secara langsung Tuan, melainkan kita masukkan melalui jarum infus.." dokter Louis, S.PoG tersenyum, dan menjelaskan,


"Baiklah... berusahalah yang terbaik. Karena aku akan dapat menuntutmu jika istriku terjadi apa apa.." meskipun dengan ancaman, akhirnya Zorra mengijinkan,


Dokter tersenyum dan memberi isyarat pada suster perawat yang membantunya, untuk memasukkan injeksi ke dalam selang infus.. Hal itu tidak berlangsung lama... Tiba-tiba.,,


"Mmmmmmpphh..... sssshhhh.... kaakk..." Tantri yang sejak tadi berusaha menahan rasa sakitnya, tiba-tiba mengeluarkan seringai kesakitan, dan terdengar di telinga Zorra.


Pendingin ruangan yang terpasang, tidak dapat menahan rasa panas yang ada pada Zorra, karena keringat besar besar muncul membasahi hampir seluruh tubuhnya..


"Honey.. kamu kesakitan lagi sayang. Apa yang bisa aku lakukan sayang.. untuk meringankan rasa sakitmy.,." dengan panik, kembali Zorra mendatangi istrinya,


Tantri hanya menggelengkan kepala, dan kembali kuku tangannya tanpa sadar mencengkeram lengan suaminya. Dokter Louis S.PoG yang tidak diperbolehkan Zorra untuk pergi jauh dari kamar perawatan istrinya, hanya senyum melihat pasangan suami istri itu. Merupakan hal yang sangat wajar, jika seorang suami bereaksi seperti itu, terutama pada kelahiran putra pertama mereka,.


"Kak Zorra menunggu di luar saja ya kak.. Tantri tidak tega.." tiba-tiba merasa tidak tega melihat apa yang dialami suaminya.

__ADS_1


Gadis itu berbisik, meminta Zorra untuk berada di luar ruangan.


"No honey... aku kuat, aku akan tenang dan menungguimu dengan sabar, Jika bayi itu lahir, aku akan memarahinya karena sudah membuat istriku kesakitan seperti ini.." mendengar tanggapan suaminya, tanpa sadar Tantri tersenyum di tengah rasa sakit yang dialaminya,


Tiba-tiba...


"Dokter... dokter... seperti ada yang mau keluar dari rahim saya dokter.." Tantri mengejutkan semua yang ada di dalam ruangan itu,


Dokter Louis, S.PoG dibantu tenaga medis mendekat, dan memberikan tindakan. Mereka tidak lagi menganggap Zorra sebagai seorang CEO sebuah perusahaan, tetapi keselamatan pasien menjadi keutamaan mereka. Untungnya Zorra bekerja sama, meskipun rasa panik melihat istrinya berteriak, tetapi laki-laki itu dengan patuh memberikan ruang untuk tenaga medis..


"Miss Tantri... terus hembuskan nafas keluar Miss.. Kepala baby sudah terlihat, jangan berhenti mengejan dan jangan tahan, terus keluarkan.." Dokter Louis memberikan semangat,


Zorra memegangi telapak tangan istrinya yang tampak mencari kekuatan untuk menahan rasa nyeri yang terus mendera, sampai akhirnya, sesuatu seperti keluar dari rahim Tantri dan rasa sakit yang tidak dirasakannya tiba-tiba menghilang dengan sendirinya,


"Sayang... pakaian Tantri kotor penuh darah, menjauhlah kak.. Tunggu sampai Tantri dibersihkan.." dengan suara lirih, dan wajah pucat, Tantri meminta Zorra untuk bergeser menjauh darinya.


"Jangan khawatir, honey sudah berkorban banyak. Aku akan tetap menemanimu sayang.." tapi Zorra tetap keukeuh tidak mau meninggalkan istrinya sendiri.


Laki-laki itu malah semakin erat memeluk istrinya..


***********


Tiga hari sesudahnya...


Tantri tampak sedang memberikan ASI pada putra laki-laki yang beberapa hari lalu dilahirkannya. Gadis itu tampak penuh kasih mencurahkan kasih sayangnya, namun hal berbeda terlihat pada diri Zorra. Sepertinya laki-laki itu masih menyalahkan putranya itu, yang menjadi penyebab istrinya kesakitan. Sehingga berulang kali Tantri mencoba mendekatkan putranya itu, tetapi Zorra masih bersikap acuh,

__ADS_1


"Kak Zorra... tolong bantu Tantri kak, memindahkan adik ke box.." terdengar Tantri meminta tolong pada suaminya,


Tanpa menjawab Zorra langsung berdiri, kemudian mengangkat bayi mungil itu, dan memindahkan ke box yang ada di samping bed istrinya. Melihat hal itu Tantri tersenyum..


"Hempphh... kak, kenapa sih wajahnya terlihat serius. Kasih salam dong sama baby kita, agar ada interaksi dan kedekatan emosional dengan papanya nanti.." dengan suara lirih, Tantri memberikan arahan pada suaminya.


"Nanti bisa diatur honey... aku masih belum bisa melupakan bagaimana kelahiran baby kita ini, membuat istriku kesakitan. Aku belum bisa memaafkannya.." tidak diduga, Zorra malah menjawab dengan agak ketus.


Kening Tantri berkerut, mencoba mencerna perkataan dari suaminya. Hingga akhirnya...


"Kak..., bukan salah baby kita jika Tantri sampai kesakitan seperti itu. Semua perempuan normal pasti akan merasakannya kak, dan dengan keadilan Tuhan, begitu putra kita terlahir, rasa sakit itu hilang dengan sendirinya. Janganlah bersikap seperti itu kak.., kasihan baby kita nantinya.." dengan hati-hati, Tantri berusaha menyadarkan suaminya,


"Sudahlah honey... tidak perlu bicara banyak tentang bayi kita. Untuk kali ini, aku belum bisa memaafkannya, siapa tahu suatu saat nanti aku sudah bisa menerimanya.." bukannya patuh dengan apa yang diucapkan oleh istrinya, Zorra malah memotong perkataan Tantri.


"Hemppphh..." akhirnya tidak ada pilihan untuk Tantri, selain hanya mengikuti apa yang dimaui suaminya saat ini.


Dengan penuh kasih sayang, Tantri melihat ke arah putranya yang tampak tertidur pulas, dan tidak mendengarkan apa yang sedang dia perbincangkan dengan papa anak itu.


"Honey istirahat saja dulu.., aku akan mengadakan zoom meeting dengan tim di perusahaan. Ada keterlambatan pengiriman via ekspedisi, dan rekanan meminta ganti rugi.. Aku harus menyelesaikannya hari ini juga.." melihat Tantri sedang tidak memiliki aktivitas, Zorra menyuruh istrinya beristirahat.


"Baik kak... selesaikan semua masalah dengan kepala dingin.." Tantri hanya tersenyum, kemudian memejamkan matanya untuk beristirahat beberapa saat.


Melihat istrinya sudah memejamkan mata, Zorra mengangkat gadget kemudian berdiri dan meninggalkan ruangan tersebut.


***************

__ADS_1


__ADS_2