Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 90 Membobol Data


__ADS_3

Malam harinya...


Seperti yang sudah mereka katakan saat waktu istirahat, malam ini di saat yang lainnya tertidur, lima anak muda berkumpul di kamar Tantri. Kamar gadis itu dipilih, karena memiliki balkon luas, dan tertutup akses dari luar ruangan. Kamera pengamatan juga tidak tersambung ke area tersebut, karena dengan kecerdikannya Tantri sudah merubah arah pengamatan,


"Apakah kamu sudah berhasil masuk ke browser Chang..?" dari tempat duduknya, Fujitora bertanya pada Chang.


"Ini baru mematikan akses security dulu, agar tidak ada yang mendeteksi traffict kita masuk ke sistem. Bagaimana denganmu Tantri.., apakah sudah mengacaukan traffict lalu lintas data masuk dan keluar dari sistem yang ada di laboratorium ini.." Chang berbisik.


"Tenanglah Chang... fokus dengan apa yang kamu tangani. Kita bekerja sendiri sendiri saja, sesuai arahan tadi. Aku tidak bisa memberimu waktu banyak, karena tim security akan bisa mengendus kita, jika lebih beberapa detik kita hack sistem mereka. Waktumu hanya 90 detik terhitung dari sekarang... Fuji, John.. bersiaplah.." Tantri menunggu tiga timnya itu siap.


Donnie hanya melihat ke arah empat anak muda itu, dan anak muda itu terkesima dengan kerja cermat, sigap dan cerdas mereka. Baru kali ini, Donnie menemukan kerja sama tim yang sangat kompak, dan saling support antara satu dengan lainnya. Tidak ada yang saling menunggu, semua anggota tim mengerjakan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Hal itulah yang membuat laki-laki itu kagum.


"Barrier entry sudah beroperasi, kamu tidak punya banyak waktu Chang.. Fujitora juga sudah fokus sejak tadi, ada beberapa device yang ikut ikutan menerobos masuk. Kita tidak akan bisa bertahan lama..." John ikut bersuara.


Bukan hanya mereka saja yang mencoba meretas sistem keamanan laboratorium, tetapi juga banyak pihak lain di luaran sana. Rahasia ciptaan protothype memiliki pangsa pasar di bawah tanah, sehingga semua berlomba untuk memburu keuntungan. Tetapi selama ini, laboratorium sangat pintar memasang pembatas sehingga keamanan sistem mereka, tidak bisa diretas dari luar. Hanya saja, kali ini ternyata Tantri dan tiga temannya dengan mudah membobol keamanan tersebut.


"Tenanglah kalian semua, aku sudah download semua data yang dibutuhkan. Kita akan mengolah di luar jaringan internet. Akan sangat berbahaya jika kita memaksakan untuk bekerja dalam sistem ini.." dengan santai Chang memberi jawaban.


Tantri melirik ke arah komputer yang ada di depan Chang, rupanya anak itu sudah melakukan download data, dan sudah mendekati angka 100%. Donnie diam tidak bersuara, takut membuat anak muda itu kacau, dan terbagi konsentrasi mereka.

__ADS_1


"Aku hitung mundur... karena aku tidak bisa bertahan lagi.. Lima, empat, tiga, dua, satu... finished.." Fujitora menghitung.


Tepat ketika Fujitora mengucap angka satu, di saat itu pula bibir Chang melebar. Anak muda itu sudah berhasil mendapatkan data yang mereka inginkan.


"Aku angkat topi untuk kalian berempat. Kerja sama yang layak mendapatkan rasa iri dari tim lainnya.." Donnie tersenyum memberi ucapan selamat pada Chang dan kawan-kawan,


"Tidak perlulah seperti itu Donnie.. Kamu sudah kami anggap sebagai anggota tim kita, dan aku pikir pada tahapan selanjutnya, kamu bisa membantu langkah kami." Tantri memberikan tanggapan.


Donnie tersenyum dan menganggukkan kepalanya, menyetujui perkataan Tantri. Setelah mereka berhasil mendapatkan data, mereka tidak berhenti untuk beristirahat. Chang membagi data yang berhasil didownload pada semua orang, termasuk Donnie.


"Aku tidak akan mengecewakan kalian berempat. Terima kasih sudah melibatkanku.." dengan wajah cerah. Donnie segera membuka dan mempelajari data yang diberikan Chang. Laki-laki itu bertekat untuk tidak mengecewakan teman-teman barunya.


**********


Di dalam ruangan sejenak kegemparan muncul. Orang-orang yang berada di dalam ruangan terlihat pucat, dan panik. Mereka tampak mengutak atik perangkat komputer, namun layar komputer mengalami hang. Hanya tulisan "Ijin Mengganggu Sebentar.." yang muncul di layar. Mengingat sebagai pusat laboratorium internasional terbesar di dunia, mereka pantas untuk panik dan khawatir.


"What happened...?? Kenapa bisa terjadi.." seseorang berbicara dengan keras.


"I don.t know... Atau ulah segerombolan ******* yang ingin mengacaukan jaringan kita. Aku sedikitpun tidak membaca tanda-tanda, jika situs kita akan mendapatkan serangan seperti ini. Siapkan pengamanan data dan sistem, aku khawatir hang ini akan berlangsung lama.." yang lainnya ikut berteriak.

__ADS_1


Semua tampak kalut, dengan menatap layar perangkat komputer mereka masing-masing. Satu tangan kanan berada di atas mouse, juga tidak bisa membantu apa-apa. Sesaat layar, dan kursor sedikitpun tidak bisa digerakkan. Bahkan ketika Ctrl Alt Del ditekan, juga tidak menghasilkan apapun,


"Jaga jangan sampai UPS drop... Jika hal ini terendus oleh pusat, kita bisa akan celaka.." orang yang lain mencoba mengamankan dari sisi lain.


Ketika semua yang berada dalam ruangan itu sibuk sendiri sendiri, tidak sampai dua menit, tiba-tiba tulisan di layar laptop menghilang. Kalimat "Ijin Mengganggu Sebentar..",  berganti ucapan terima kasih. Enam orang yang berada di ruangan itu terhenyak, mereka duduk sambil menatap layar komputer yang sudah kembali beroperasi.


"Gila... apa-apaan ini. Orang gila mana yang sudah mempermainkan kita.. " kembali salah satu dari mereka berteriak.


"Iya betul-betul gila. Tetapi sedikitpun aku tidak melihat ada jejak digital yang mereka tinggalkan. Betul-betul tidak terdeteksi jejak mereka.." sahut yang lainnya.


Orang-orang itu kemudian mencoba meneliti jaringan, dan mereka merasa tidak menemukan sedikitpun data yang hilang. Mereka tidak mampu melakukan apapun... hanya memandang heran pada layar monitor. Tidak ada yang bisa dilakukan, hanya berharap jika pemimpin di pusat tidak mengetahui jika mereka baru saja kecolongan keamanan. Mereka berpikir jika keamanan sotware maupun aplikasi sudah sangat tingkat tinggi kecanggihannya, tetapi ternyata masih bisa dibobol orang,


"Apa yang harus kita lakukan..? Apakah kita akan diam saja, atau melapor pada atasan.." salah satu dari mereka bertanya.


"Jika kita melapor, sama saja kita bunuh diri namanya. Traffict hanya beberapa detik saja, harapanku tidak terdeteksi oleh atasan.. Kita diam saja terlebih dulu, sambil menyiapkan alasan jika nanti terjadi sesuatu.." ada salah satu anggota yang merasa keberatan.


Lima orang lainnya hanya diam sambil mengangguk anggukkan kepala, menyetujui apa yang diusulkan oleh orang itu. Beberapa saat mereka masih melihat ke arah layar komputer, namun tidak ada pergerakan sedikitpun.


"Sepertinya kita siapkan back up keamanan, dan simpan di server serta Cloud. Jika sewaktu-waktu, para hacker itu kembali mengacau keamanan kita, dengan mudah akan terdeteksi oleh perangkat kita.."

__ADS_1


Orang-orang itu kemudian kembali fokus, dengan tangan mereka di atas mouse. Mereka membuat sistem keamanan cadangan. Tetapi mereka tidak tahu, jika Chang dan teman-temannya tidak akan mengulang hal yang sama dalam satu waktu.


*************


__ADS_2