
Tengah malam..
Tantri melamun sendiri, membayangkan hubungannya dengan Zorra. Merasa tidak dapat mengendalikan diri jika berada dalam dekapan laki-laki itu, membuat gadis itu menjadi ketakutan sendiri. Ada hasrat dan keinginan yang ingin dipuaskan, tetapi sejauh ini Tantri masih bisa menjaganya dengan sangat baik.
"Gila... aku tidak bisa terus terusan bersikap seperti ini. meskipun saat ini keberadaan kita di negara yang tidak peduli akan hubungan di luar nikah, tetapi aku tidak boleh melakukannya. Ada orang tua yang harus aku jaga hatinya, juga tanggung jawab dengan pemilik semesta." gadis itu berbicara sendiri.
Kembali terbayang, jika kebersamaannya dengan Zorra pasti akan berakhir dengan mereka berciuman. Meskipun laki-laki itu tidak pernah memaksa untuk meminta hal lebih, tetapi Tantri merasa tidak nyaman. Apalagi besar dari kecil di negara Indonesia, dengan adat istiadat untuk menjaga harga diri seorang perempuan, juga menjadi pengingat bagi dirinya.
"Aku harus berbicara pada Zorra.., agar dia berusaha menahan diri. Mungkin kita bisa mengatur jadwal pertemuan, tidak harus setiap hari, itupun dilakukan beberapa kali sehari. Hanya ketika berada di ruang kerja saja, Zorra menjauh dariku.. Aku tidak boleh seperti ini terus.." setelah beberapa kali berpikir, akhirnya Tantri berada pada hasil.
Gadis itu bertekad untuk menyampaikan semua pada kekasihnya, untuk mengurangi rasa ketidak nyamanan.
"Hari sudah semakin malam, aku harus kembali beristirahat. Masih banyak yang harus aku kerjakan besok pagi, dan tadi hasil sintasan kak Zorra sudah mengerucut pada suatu lokasi di Canada. Besok pagi aku akan melanjutkannya lagi.." melihat jam di dinding, yang ternyata sudah menunjukkan angka satu a.m, akhirnya gadis itu memutuskan untuk beristirahat.
Tidak mau mengingat apapun lagi, Tantri akhirnya menarik selimut dan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut tebal, Suhu udara dingin di tengah pulau kecil itu, meskipun tanpa pendingin ruangan, sudah membuat tubuh seseorang menggigil. Perlahan Tantri memiringkan tubuh, dan mengganjal dengan satu bantal pada lututnya. Tidak lama kemudian, gadis itu sudah mulai terlelap.
**************
Suasana breakfast...
Tantri duduk berhadapan dengan empat teman laki-lakinya. Ada Chang, Donnie, John, serta Fujitora di depan gadis itu. Tantri sengaja berangkat ke restaurant lebih pagi, sehingga tidak ada Zorra di tempat itu. Tetapi agar tidak membuat laki-laki itu mencarinya, sebelum berangkat menuju restaurant, Tantri mengirim laki-laki itu chat.
__ADS_1
"Tumben sekali Tantri.. kali ini tidak ada body guard mu.. Keberadaan Zorra, membuat kami melintir, bahkan hanya untuk duduk di dekatmu saja." dengan halus, John menyindir Tantri.
"Halah itu perasaanmu saja John.., karena kamu belum kenal dekat dengan my boy friend. Tanya Fuji tuh.. dia yang sudah beberapa kali berkesempatan berbincang dengannya.." Tantri melihat ke arah John, sambil mengulum senyum,
"Tidak apa-apa John... Zorra baik kok. Hanya saja, jangan berani berani untuk menyenggol Tantri, bisa habis dunia ini.. Ha.. ha.. ha.." di awal kata, Fujitora mendukung perkataan Tantri, tetapi di akhir kalimat menjatuhkannya.
"Kamu bisa saja Fuji.. Buktinya kamu juga aman bukan..? Padahal selama di Jepang dulu, ketika aku mengikuti ujian penyetaraan, kamu juga aman-aman saja. Tidak ada Zorra menindasmu bukan.." Tantri berusaha membela diri..
"Ha.. ha.. ha.., iya iya.. Just kidding, girl.." Fujtora dengan cepat menyahut,
Chang dan Donnie hanya geleng-geleng kepala melihat teman-temannya saling menyerang. Mereka memang selalu seperti itu, apalagi jika mereka tengah berkumpul bersama. TIba-tiba tatapan Chang melihat ke arah pintu masukĀ restaurant, sorot mata Zorra dengan tajam memindai keberadaan mereka..
"Tantri.. kendalikan dirimu. Sang pangeran sudah menyusulmu kemari.." Chang berbisik membuat peringatan.
"Mau minum apa kak, Tantri ambilkan.." melihat Zorra yang langsung duduk di sampingnya, Tantri tidak bisa mengabaikannya.
Zorra tidak menjawab, malah meraih cangkir berisi black coffee di depan gadis itu.. Tantri diam saja, dan mendekatkan potongan sandwich ke depan meja laki-laki itu. Biasanya Zorra yang akan melayani Tantri, dan mengambilkan makanan dan minuman yang diinginkan gadis itu. Tetapi tidak tahu apa yang terjadi pagi ini...
"Aku ambilkan black coffee non sugar ya.. sama salad buah.." Tantri berdiri, bermaksud melayani kekasihnya.
Namun tangan Zorra kembali mendudukkan gadis itu, melarang gadis itu untuk melayaninya. Ke empat laki-laki yang sejak tadi duduk di meja yang sama dengan Tantri, hanya saling berpandangan. Tetapi mereka tidak berani bersikap, karena tatapan Zorra seakan mengintimidasi mereka.
__ADS_1
"Donnie.. aku sudah menemukan keberadaan Rheima. Selanjutnya menjadi urusanmu sendiri, bagaimana akan menemukan gadis itu.." tiba-tiba sambil memasukkan potongan sandwich ke mulut, Zorra memberi tahu Donnie.
Donnie melihat ke arah Zorra yang dingin itu dengan tidak percaya.. Chang menepuk pundaknya untuk menyadarkan Donnie.. Sebenarnya bukan hanya Donnie, bahkan Tantri juga merasa bingung. Padahal gadis itu baru akan membuka file yang diberikan kekasihnya itu, tetapi rupanya Zorra sudah bertindak selangkah lebih maju.
"Benarkah Zorra.. aku tidak meminta bantuan kepadamu. Bagaimana kamu tahu, jika aku ingin menemukan Rheima..?" Donnie merasa bingung dengan ucapan laki-laki itu.
"Mmmpphh... memangnya kamu tidak sadar. Siapa yang sudah kamu minta bantuan, Tantri bukan..? Dan apa posisi Tantri dalam hatiku, dalam kehidupanku. Aku tidak membantumu, hanya membantu calon istriku, untuk tidak pusing-pusing memikirkan laki-laki lain.." dengan santainya, Zorra memberikan tanggapan.
Tantri yang sedang menelan makanan hampir tersedak mendengar ucapan kekasihnya. Fujitora tersenyum, tetapi menutup mulut dengan menggunakan satu tangan.
"Donnie.. tidak perlu kamu ambil hati perkataan kak Zorra.. Kami mengerjakannya semalam, tetapi karena aku mengantuk, kak Zorra melanjutkan sendiri di kamar.." Tantri berusaha memperjelas kalimat kekasihnya.
"Honey... kenapa malah berbohong sama Donnie. Katakan jika dirimu keberatan, jika teman-temanmu memanfaatkan keahlianmu.." tanpa memperhatikan perasaan teman-teman Tantri, Zorra malah berbicara dengan datar.
Untungnya Fujitora dan Chang mengetahui jika kekasih Tantri adalah orang baik, dan sudah sering membantu mereka.
"Benar yang dikatakan Tantri.. Donnie. Zorra tidak serius, berterima kasihlah, karena kamu akan bisa menemukan keberadaan Rheima kembali.." melihat wajah Donnie yang tampak bingung, akhirnya Chang memberi tahu laki-laki itu.
Akhirnya Donnie tersadar jika sudah menjadi korban prank dari kekasih Tantri. Laki-laki itu kemudian berdiri, kemudian mengambil beberapa makanan, dan juga minuman dan meletakkan di depan Zorra dan Tantri.
"Kali ini, aku yang akan melayanimu Zorra.. apa lagi yang kamu mau di restaurant ini.." Donnie menawarkan pada Zorra.
__ADS_1
Tapi bukannya jawaban yang diperolehnya, kekasih Tantri itu hanya mengangkat kedua bahu ke atas. Semua yang ada di meja itu, tertawa terbahak melihat DOnnie yang merasa bertambah bingung,
************