Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 62 Bertemu Zorra


__ADS_3

Wajah Fujitora membesar, dan terlihat ada amarah dalam tatapannya ketika melihat ada seorang anak muda tengah memegang bahu Tantri. Namun Tantri malah bereaksi terkejut melihat siapa yang melakukannya, dan sedikitpun tidak terlihat ada kemarahan pada dirinya.. Perlahan Fujitora menurunkan level penjagaannya.


"Zorra... bagaimana kamu bisa berada di tempat ini Zorra...?" Tantri dengan terkejut, bereaksi pada anak muda itu.


"Harusnya aku yang bertanya padamu Tantri.., kamu meninggalkanku sepihak, tanpa pesan apapun. Apakah hanya karena kasus papamu, kamu merasa malu, dan memutuskan untuk pergi dari Jakarta..?" Zorra malah melanjutkan pertanyaannya. Tantri yang masih terkejut, dan berusaha melupakan kejadian yang menimpa keluarganya, menjadi teringat kembali.


Fujitora melihat ada ketidak nyamanan dalam tatapan Tantri. Tetapi melihat kedua orang di dekatnya itu ternyata saling mengenal, Fujitora tidak bisa berbuat banyak.


"Duduklah dulu anak muda... tidak enak dilihat oleh orang lain. Saat ini, kita berada di tempat umum, tetapi reaksi dan ekspresi kalian, bisa memancing orang lain.." dengan tenang, Fujitora meminta Zorra untuk duduk.


Zorra melihat ke arah Fujitora, kemudian anak muda itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya ke bawah. Melihat ada kursi yang sudah disiapkan oleh Fujitora, Zorra segera mendudukinya. Tantri terdiam, belum bereaksi atas pertanyaan dari teman SMA nya itu. Melihat gadis itu diam, akhirnya Zorra ikut terdiam menunggu jawaban dan penjelasan dari Tantri. Terlihat gadis muda itu mengambil nafas panjang...


"Apa yang kamu katakan tidak ada salahnya Zorra, ada benarnya. Namun sebenarnya, ada hal yang lebih besar untuk aku selesaikan di negara ini, tetapi mohon maaf, aku tidak bisa menyampaikannya padamu. Kamu sendiri, bagaimana kamu bisa berada di negara ini juga. Bukankan jika tidak salah, saat ini harusnya Ujian Kelulusan sedang berlangsung bukan..." tidak mau membuka semua yang dialaminya di negara ini, Tantri balik bertanya.


Tiba-tiba Zorra mengambil tangan Tantri, dan memegang telapak tangan gadis itu. Tentu saja Tantri merasa terkejut, tetapi melihat keseriusan anak muda di depannya itu, akhirnya Tantri membiarkannya,


"Aku tidak peduli dengan kepergianmu, dan ada urusan apapun dalam keluargamu. Tetapi, dengan ketidak adaanmu di Jakarta, aku menjadi kehilangan semangat Tantri. Jujur.., kamu adalah penyemangatku kali ini, di tengah kebosanan keluargaku.." kata-kata yang terucap dari bibir Zorra mengejutkan gadis itu,


Tetapi Tantri tidak berani memotong pembicaraan Zorra, sedangkan Fujitora ikut tercengang mendengar keberanian anak muda itu. Fujitora tahu jika sebenarnya John juga memiliki ketertarikan pada Tantri, namun dia membiarkan Tantri dengan pilihannya sendiri.

__ADS_1


"Kemudian Tantri... jika kamu mau membersamaiku, kita bisa ke Embassy untuk mengurus dan melakukan ujian penyetaraan bersama-sama. Kita lupakan Indonesia untuk sekian lama, sampai masyarakat melupakan kasus yang menimpa papamu.." lanjut anak muda itu.


Terlihat Tantri menghela nafas.., kemudian..


"Zorra... aku tidak akan merasa malu dengan apa yang dilakukan papaku. Dan biarlah papaku menjalani hukuman yang layak diterimanya. Karena dengan kejadian ini, aku yakin hubungan papa dan mama menjadi lebih baik. Jika memang hal ini adalah pengorbanan yang harus kami bayar, aku rela untuk menerimanya.." tidak diduga, ternyata Tantri cukup berbesar hati dengan keadaan yang menimpa keluarganya.,


"Dan dengan pendapatanku di negara ini, aku cukup bisa untuk membiayai diriku sendiri. Bahkan jika papa dan mamaku mau untuk aku bawa ke negara ini, aku akan merasa senang, dan aku akan bisa menghidupi mereka pula." lanjut Tantri dengan percaya diri.,


Tidak diduga, mendengar kemantapan dan penuh percaya dirinya Tantri menjawab, Zorra merengkuh bahu gadis itu. Dan Tantri tidak mampu untuk menolak, ketika anak muda itu membawanya dalam pelukan. Fujitora sampai mengalihkan pandangan, kemudian berdiri menjauh dari tempat mereka berada,


***********


Terlihat Tantri dan Zorra berjalan menyusuri trotoar untuk menuju ke kantor Embassy. Kedua anak muda itu akan mengikuti Ujian penyetaraan, agar mereka bisa mendapatkan Surat Tanda Lulus menempuh pendidikan setaraf SMA. Keluarga Celine dengan kekuasaannya, mampu mengurus semuanya dengan cepat, dan Tantri hanya datang ke tempat diadakannya ujian. Sedangkan Zorra.., dengan kekuasaan dan sumber daya keluarganya yang ternyata banyak di kota Tokyo, juga cukup mudah untuk mengurus semua persyaratan.


"Bagaimana Tantri... apakah kamu sudah siap untuk menempuh ujian hari ini..?" sambil berjalan, Zorra bertanya pada gadis di sampingnya itu.


Wajah anak muda itu terlihat cerah, karena keinginannya untuk bisa menemukan keberadaan gadis itu sudah terkabul. Tantri juga merasa lega, karena mendapatkan temannya dari Jakarta, dan saat ini dirinya merasa tidak sendiri lagi.


"Kemarin ketika ditanya, aku merasa siap Zorra.. Tetapi tidak tahu mengapa, kali ini aku malah merasa gugup. Aku takut gagal, apalagi jika ada kesalahan sistem online nya.." kekhawatiran Tantri cukup beralasan. Karena meskipun mereka menempuh ujian Kelulusan itu di negara Jepang, namun untuk standar soal tetap menggunakan soal yang diujikan di Indonesia. Mereka akan menjalani ujian, bersamaan dengan rekan mereka setaraf SMA,

__ADS_1


"Hemppphh... wajarlah Tantr... Lihatlah wajahku sekarang, kita akan menjalani ujian ini bersama. Kita pasti akan berhasil dengan bersama.." tiba-tiba Zorra menghentikan langkah kakinya,


Tantri ikut berhenti, dan keduanya saling bertatapan. Tidak tahu sebabnya, ketika mereka beradu pandang saat ini, jantung Tantri berdetak kencang, Bahkan  gadis itu seperti tidak mampu untuk menatap mata Zorra lebih lama. Lebih terkejutnya lagi, tidak diduga Zorra mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu, dan sebuah kecupan diberikan anak muda itu ke kening Tantri,.


"Kenapa kamu melakukannya Zorra..." Tantri langsung mundur ke belakang, menjauh dari anak muda itu.


Pipi Tantri bersemburat merah, karena merasa malu dengan tindakan anak muda itu barusan.


"Mmmpphh... sorry Tantri. Aku tidak bisa menahan hasratku, aku sangat gemas melihatmu.." Zorra tersenyum, dan memberikan tanggapan atas perlakuannya pada gadis itu.


"Tapi aku merasa kurang nyaman Zorra.. Aku seperti seorang gadis murahan, apalagi antara kita tidak ada hubungan apapun.." mendengar kalimat Zorra, Tantri merasa jengah.


"Bukan seperti itu Tantri..., jujur aku tertarik padamu.." kalimat yang diucapkan Zorra tidak bisa didengar dengan baik oleh Tantri, karena gadis itu sudah menjauh. Tantri itu berlari meninggalkan anak muda itu sendiri di trotoar.


"Hempphh... aku yakin, tidak akan lama lagi, kamu pasti akan menjadi milikku Tantri. Tunggu, kita menyelesaikan dulu Ujian Penyetaraan.." Zorra menatap punggung gadis yang meninggalkannya itu sambil bergumam.


Setelah meyakinkan hatinya, akhirnya anak muda itu segera mengikuti Tantri. Untung saja, gedung Embassy sudah berdiri megah di depannya. Perlahan, Zorra segera mengikuti Tantri memasuki gedung. Di lobby gedung Embassy ternyata banyak anak muda lain, yang ternyata mereka juga akan mengikuti ujian penyetaraan.


"Lah... Tantri ternyata sudah menghilang dalam kerumunan..." karena banyaknya peserta ujian, Zorra hanya bisa mengambil nafas panjang, karena sudah tidak bisa menemukan keberadaan Tantri.

__ADS_1


************


__ADS_2