
Sesaat di ruang tunggu, Tantri menatap wanita muda yang sejak tadi memandangnya remeh. Terlihat jika pelayan yang sejak tadi menemaninya juga terlihat serba salah. Karena suaminya Zorra belum juga menyusulnya masuk, akhirnya menggunakan black card privilege suaminya, Tantri membungkam wanita itu.
"Jangan silau dulu.. siapa tahu ternyata black card itu hanya tipuan semata. Begitu dilakukan swipe.., ternyata tidak bisa didebet.. Pelayan.., kamu tidak dengar kata-kataku apa.. Aku ingin beberapa pakaian dengan dominan warna biru, yang ada di atas meja," bukannya memperbaiki sikapnya, tetapi wanita itu malah tampak mencemooh,
Pelayan terlihat merasa serba salah, tetapi bahasa tubuh Tantri mengisyaratkan jika gadis itu harus melayaninya lebih dulu, Akhirnya setelah menghela nafas, pelayan itu mengambil pakaian yang tadi sudah disetujui akan diambil Tantri. Namun..
"Hey pelayan... apakah kamu tidak mendengar kata-kataku..? Aku hanya butuh warna biru saja, yang lainnya tidak. Kenapa kamu membawa semuanya.." dengan nada amarah, wanita itu berteriak menahan pelayan,
"Mohon maaf Miss... saya ingin melayani Miss ini duluan, Karena beliau yang sudah memilih terlebih dahulu, jadi saya tidak bisa untuk mengabaikannya. Saya harap, Miss berkenan untuk melihat koleksi lain, karena pakaian-pakaian ini sudah menjadi milik Miss.." dengan berani, meskipun dengan suara bergetar, pelayan memberikan tanggapan.
Mendengar perkataan pelayan itu, Tantri tersenyum senang, dan dengan sudut matanya melihat ke arah wanita sombong itu.,
"Berani kamu mengabaikanku... lihat saja kamu pelayan. Kamu tidak akan bisa bertahan lama bekerja di merchant ini, dan bahkan merchant lainnya juga akan enggan untuk menerimamu.." dengan marah, wanita itu kembali berteriak.
Tiba-tiba dari arah luar, pintu terbuka dan terlihat Zorra masuk dengan gagahnya, langsung menuju ke arah Tantri duduk. Tatapan mata wanita itu tampak meremehkan..
"Apa ada masalah honey, sejak tadi aku mendengar ada orang dengan suara buruk berteriak. Sampai urusan bisnisku terganggu.." sambil melihat dengan fokus ke mata istrinya, Zorra bertanya dengan lembut,
"Tidak ada kak.. anggap saja ada kaleng kosong yang sedang terkena tendangan. Jadi menimbulkan suara gemuruh, tetapi tidak menakutkan.." dengan bahasa sarkasme, Tantri menjawab pertanyaan suaminya,
"Berani sekali kalian berdua ini menghinaku. Apakah kalian berdua tidak tahu, identitas apa yang aku miliki di negara ini..?" di luar dugaan, wanita yang sejak tadi berperilaku kasar itu berteriak pada Zorra dan Tantri.
__ADS_1
Mendengar ucapan kasar yang sepertinya ditujukan kepadanya dan juga Tantri, Zorra menegakkan tubuh dan membalikkan badan melihat ke arah wanita itu. Melihat tatapan dingin dan datar Zorra, seketika wanita sombong itu tampak gemetar, dan,
"Suara sumbang siapa ini tadi, yang sudah mengotori pendengaranku. Jika anda bukan pelanggan tetap merchant ini, aku mungkin sudah akan meminta security untuk menyeretmu keluar, Tetapi aku masih menghargai kesetiaanmu pada produk yang dihasilkan oleh merchant, jadi aku masih memberi maaf padamu.." tiba-tiba Zorra memberikan tanggapan. Tatapan laki-laki itu, tajam seakan menghujam ke arah wanita sombong itu.
Sebaliknya, Tantri mengerutkan kening mendengar perkataan suaminya. Sejak kapan suaminya itu peduli dengan bisnis orang lain, dan memberikan kesempatan pada orang yang sudah menghina istrinya. Tetapi Tantri tidak menyela, mungkin suaminya sengaja berbicara seperti itu untuk memberikan pelajaran pada lawan bicaranya,
"Sudahlah kak Zorra... kita kali ini tidak sedang mau mencari masalah. Kita selesaikan saja urusan kita, kemudian kita pergi tinggalkan merchant ini.." Tantri berusaha meredam kemarahan suaminya. Gadis itu tidak mau memancing keributan di tempat umum.
"Ha.. ha.. ha... apa urusanmu. Aku akan mengadukan sikap yang ditunjukkan perempuan gila ini pada suamiku.. Jika sampai owner merchant ini tidak memohon ampun padaku, maka merchant ini pasti akan ditutup oleh pemerintah setempat. Belum tahu kalian ini, siapa aku dan bagaimana kekuatanku.." wanita itu malah berbicara semakin keras.
Untungnya Zorra mendengar perkataan istrinya, dan tidak menanggapi kata-kata itu. Hal itu mungkin karena melihat wanita itu sedang hamil seperti istrinya. Laki-laki itu malah kemudian duduk di samping Tantri, kemudian satu tangannya mengelus perut gadis itu yang sudah membuncit.
"Dasar... lihat saja nanti.." merasa diabaikan, wanita itu bertambah marah. Tidak diduga, wanita itu kemudian membalikkan badan, dan berjalan keluar dari dalam merchant tersebut.
***********
Beberapa saat kemudian...
Zorra tidak bicara apapun tentang apa yang dilakukannya ketika membiarkan Tantri sendiri. Tantri juga tidak mau bertanya, karena merasa khawatir akan mengungkit perselisihan kecil dengan pelayan merchant tersebut,
"Terima kasih Miss... ini black card nya. Untuk barang belanjaan Miss, akan diantarkan security ke mobil yang diparkir Tuan dan Miss.." dengan sopan, pelayan yang sejak tadi melayani Tantri, menyerahkan black card pada Tantri.
__ADS_1
"Jangan pergi dulu.., siapa namamu dan sudah berapa lama bekerja disini.." tidak biasanya, Zorra mengajak pelayan itu berbicara.
Tantri mengerutkan kening, tetapi berpikir mungkin karena pelayan itu dengan ramah dan sopan tetap melayaninya, meskipun pelayan satunya terlihat sadis.
"Nama saya Jacqluinee Tuan.. baru enam bulan berada di merchant ini.." dengan malu, pelayan itu memberikan tanggapan.
"Good job... tidak lama lagi, kamu akan naik jabatan. Merchant ini harus dipimpin oleh orang yang bisa menghargai orang, jangan hanya melihat dari penampilannya.." sambil membawa Tantri ke arah luar, Zorra memberikan komentar pada pelayan itu.
"Thank you doanya Tuan.." dengan sikap sopan, pelayan bernama Jacqluinne itu membungkukkan tubuhnya ke depan.,
Melihat hal itu, Tantri menahan keinginan untuk bertanya atas keanehan sikap suaminya. Tetapi ketika mereka akan sampai di pintu keluar, tanpa sengaja Tantri melihat pelayan yang sempat bersitegang dengannya tampak menangis di meja sudut. Namun Tantri mengabaikannya, karena merasa tidak ada urusan dengan perempuan itu,
"Kak... berikan klarifikasi dong pada Tantri. Kemana saja kak Zorra sejak tadi, tidak menemaniku memilih baju dan perlengkapan untuk bayi kita.. Malah bicara hal-hal aneh lagi sama Jacqluinne.." karena tidak dapat menahan rasa ingin tahunya, Tantri akhirnya bertanya juga pada suaminya.
Terlihat Zorra menoleh ke arah istrinya, kemudian memberikan kecupan di kening Tantri..
"Memberikan pelajaran pada orang yang sudah merendahkanmu honey... Selama berada di negara ini, aku sudah membuatkanmu kesibukan untuk mengisi waktu, sambil mengasuh bayi kita. Dengan pesonamu., aku yakin merchant ini akan berkembang pesat.." Zorra tersenyum, dan bicara seperti misterius.
"Mmmmppphh... apa yang kak Zorra maksudkan...? Aku harap, kali ini kak Zorra tidak gila. melakukan sesuatu bukan atas dasar sikap impulsif.." Tantri tampak ragu dengan apa yang berkelebat dalam pikirannya.
"Kita lihat saja nanti honey... Kita istirahat, dan makan dulu..." tapi bukannya menanggapi sikap penasaran istrinya, Zorra malah membawa Tantri menuju ke arah restaurant.
__ADS_1
************