
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Akhir pekan adalah hari yang paling di tunggu oleh Starla karna di hari itu ia akan bertemu dengan Chia. Tak perduli selelah apa ia di hari jumat sepulang dari kantor ia akan segera ke bandara walau langit gelap sudah sekali pun. Itu semata karna ia tak mampu menahan kerinduan pada putri semata wayangnya yang hampir setiap malam terus merengek memintanya untuk cepat pulang, dan lima hari sungguh lama bagi mereka yang menanti pertemuan tersebut.
"Aku antar ya," tawar Arlan, ia sungguh rindu kebersamaannya bersama wanita itu yang kini hanya mengobrol seputar pekerjaan saja.
"Aku bisa sendiri, tak apa," tolak Starla, karna yang ia tahu maminya Arlan belum juga pulang dan ada wanita lain yang belum di ceritakan pria itu padanya padahal biasanya Arlan selalu terbuka dalam segala hal. Starla cukup menghargai hal tersebut karna sampai detik ini pun ia tak menyinggung masalah itu. Ia hanya menunggu kapan waktu yang tepat untuk Arlan mau bercerita lebih dulu padanya.
"Maaf, kita jarang bersama akhir-akhir ini." kata Arlan tak enak hati karna biasanya ia selalu ada untuk Starla.
"Pekerjaan kita begitu banyak, aku saja saat pulang rasanya hanya ingin berbaring dan istirahat," ujar Starla sambil terkekeh, ia masih berusahalah untuk bersikap biasa saja.
Arlan hanya mengangguk dan tersenyum kecil, ia tahu jika Starla menutupi rasa canggung nya karna kini bagai ada benteng yang memisahkan mereka berdua.
__ADS_1
"Aku pamit ya, sampai bertemu di hari senin." Starla melambaikan tangannya dan berlalu dengan cepat menjemput kebahagiaannya yang sudah menunggu di ibu kota.
Senyum Chia terus menari di pelupuk matanya sampai kadang tanpa sadar ia pun ikut tersenyum jika mengingat semua tentang anak gadisnya itu dan pembahasan tentang Bayi masih saja mengganjal dalam hatinya. Hal ini memang tak pernah di bahas oleh ArXy karna ia yakin Chia pun pasti sudah memintanya juga pada pria itu dan malu rasanya jika harus mengobrol masalah keinginan Chia yang satu ini.
.
.
.
"Kak ArXy!" pekiknya tak percaya dengan siapa yang kini ada di hadapannya tersebut.
"Ayo pulang," ajak ArXy tanpa basa basi.
__ADS_1
Tanpa bisa menolak karena mungkin masih kaget ia pun ikut saja berjalan di belakang mantan suaminya dengan masih bergandengan tangan, bgitu pun saat pintu mobil di bukakan untuknya, Starla masuk tanpa bicara apapun.
"Kok tahu aku datang?" tanya Starla yang bingung sendiri.
"Apa yang aku tak tahu tentangmu, hem?" jawab ArXy dengan senyum kecil di ujung bibirnya.
Sekali saja para pria Rahardian sudah memantenkan dengan jelas siapa wanitanya, sudah bisa dipastikan jika baskom ajaib akan bekerja dengan baik bersama pasukan gajah selama 24 jam, tak perlu Starla mengatakan apapun tentangnya, ArXy tentu sudah mendapatkan laporannya terlebih dahulu.
"Tapi setidaknya beritahu aku jika ada di Bandara, jangan membuatku kaget seperti ini, kalau aku pingsan lagi gimana?" omel Starla, pria itu masih saja menjengkelkan baginya.
.
.
__ADS_1
Gampang, aku tinggal kasih napas buatan sampai kamu sadar.