
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Hotel?" tanya ArXy memastikan apa yang barusan di ucapkan oleh Starla barusan.
"Iya, kalian pulang saja, aku bisa naik taksi," Jawab Starla sambil mengusap punggung putrinya.
ArXy yang melihat Chia sudah terlelap dengan menenggelamkan kepala di ceruk lehernya tentu langsung kesal. Ia tak punya alasan menahan Starla untuk tak pergi.
"Sampaikan salamku pada Chia ya, Bye." pesan Starla.
Wanita itu tersenyum sambil mundur beberapa langkah dan langsung membalik kan badan tanpa bicara apapun lagi. Kini hanya punggung seorang Starla yang di lihat oleh ArXy.
"Chia, kenapa tidur di saat yang gak tepat gini sih?" kata papanya yang kesal sendiri.
Sekarang, mau tak mau ArXy harus pulang sendiri. Ia merebahkan tubuh Chia di kursi belakang agar lebih nyaman. Ada rasa kecewa karna apa yang ia harapkan nyatanya tak sesuai harapan.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, bahkan ArXy mengemudikan kendaraan mewah tersebut dengan sedikit melamun. Dan beruntungnya tak terjadi hal buruk yang tak di inginkan, mereka sampai rumah dengan raga yang selamat namun hati yang berantakan.
ArXy keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam rumah dengan menggendong Chia, selelah apa anak gadis itu sampai tak terusik sama sekali. Hingga di kamar pun, Chia malah justru semakin terlelap.
"Nanti tengah malam jangan nangis ya, siapa suruh mamamu gak ikut," ucap ArXy sebelum ia beranjak untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Malam yang biasanya di lewati dengan perasaan biasa saja, kini malah terasa begitu lama. Bahkan ArXy tanpa sadar sudah berkali-kali melirik kearah jam yang tergantung di dinding, dan rasanya jarum tersebut seakan sedang meledeknya saat ini.
.
.
.
Pagi menjelang, Chia sudah bangun dan pindah ke kamar Amihnya karna sang Papa sulit sekali di bangunkan meski anak gadis itu sudah menggoyang bahu dan memencet hidung Pria tersebut.
"Jadi Mama gak ikut pulang kesini?" tanya wanita paruh baya itu tentang apa yang di ceritakan cucu perempuannya.
Chia memang sudah tahu dan diberi pengertian oleh Starla saat mereka bermain usai makan malam. Jadi, tak salah jika bangun tidur tadi ia tak mencari sosok mamanya. Hanya saja, siang nanti Chia akan minta papanya untuk di antar ke hotel.
"Hem, kalau memang tak akan lagi ada hubungan semestinya harus begitu. Kemarin saat satu kamar pun aku sedikit khawatir, Mih." Apih yang ikut mendengar celoteh Chia ikut angkat bicara juga.
"Iya, itu karna kemarin cukup mendadak, berbeda dengan kali ini rasanya sudah cukup di rencanakan oleh Starla, Pih."
"Semoga mereka bisa rujuk lagi, kasihan Chia jika orang tuanya harus terus menerus berhubungan seperti ini. Chia butuh orang tua yang lengkap, satu rumah yang membuat nyaman," timpal Apih lagi.
Sebagai orang tua tentu ingin yang terbaik untuk anak-anak mereka begitu pula yang di harapkan dari pasangan Gala Asmara.
__ADS_1
.
.
Siang menjelang, Chia sudah mulai merengek ingin di antar ke bertemu mamanya, ArXy hanya mengiyakan tanpa bangun dari duduk dan itu membuat Chia kesal dan menangis tanpa ia tahu jika papanya pun sama kesalnya dengan dia karna anak itu tak bisa di ajak kerja sama untuk membawa pulang Starla.
Hampir 30 menit merajuk, ArXy pun mendekat lebih dulu ke arah Chia, di angkatnya tubuh mungil sang putri untuk di dudukan di atas pahanya.
"Chia mau ketemu Mama?" tanya ArXy.
"Iya, Ayo. Tadi Mama udah telepon kan tunggu Chia datang sana, Ayo Papa," Rengeknya lagi.
"Hem, Ok. Tapi Chia harus janji sama Papa," punya pria itu dengan senyum penuh arti.
"Janji apa?"
.
.
Chia harus rayu Mama untuk jangan pulang, Ok.
__ADS_1