Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Jatuh Cinta


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Astaga!!" pekik ArXy saat mendengar suara putrinya yang berteriak cukup kencang, ia berlari masuk kamar membawa ice cream yang entah dari siapa.


"Ssst, berisik, Sayang," mohon ArXy yang tubuhnya seakan lemas.


"Apa? Papa telepon sapa?" tanya Chia yang malah penasaran.


Jangan tanya ekspresi Starla saat ini, karna sudah pasti ia sedang bingung sambil fokus memastikan jika suara yang di dengarnya adalah suaranya Chia, Putri kesayangannya.


Starla yang terus memanggil tak juga mendapat jawaban hingga akhirnya sambungan telepon biasa itu terputus sepihak membuat ia semakin yakin jika gadis kecilnya tak tidur seperti yang di bilang mantan suaminya barusan.


Lagi pula, haruskah Starla terus di ingatkan untuk datang ke ibu kota selagi ia sudah meyakinkan dan menjanjikan hal tersebut?


"Aneh, kalau kaya gini mending aku di omelin deh, bikin merinding rasanya tuh," ucap Starla sambil meletakkan lagi ponsel ke atas meja.


Banyak yang akan ia lakukan hari ini hingga besok siang termasuk menemani Arlan di berbagai pertemuan. Entahlah, pria itu juga semakin hari semakin posesif padanya sampai rasanya Starla ingin pindah ke planet lain jika tak ingat kini ada Chia bersamanya.

__ADS_1


Starla ke luar dari kamar menuju ruang tengah berniat menonton TV sambil menunggu Arlan, dunianya saat ini memang hanya seputar pria itu saja. Karna waktu yang ia lewati selama 24 jam lebih dari setengah nya bersama dengan Arlan, entah secara langsung atau pun lewat pesan dan telepon.


Cek lek


Pintu utama di buka, tak perlu Starla menoleh ia tahu siapa yang datang karna Arlan punya kunci cadangan rumahnya. Jadi, tak aneh rasanya jika saat Starla masih terlelap tapi sarapan sudah siap di meja makan.


"Udah mandi, tumben?" tanya pria itu sedikit aneh.


"Jangan gitu, aku kumpulin niatnya dua jam loh," protes Starla.


"Ngumpulinnya di atas kasur, jelaslah sampe dua jam," balas Arlan sambil mencibir sampai membuat wanita cantik di sampingnya itu kesal.


dapur untuk mengisi perut di waktu yang bukan lagi sarapan, karna tentu ini sudah terlewat jauh tapi belum masuk juga waktu makan siang.


"Jadi besok ke ibu kota?" tanya Arlan.


"Jadi, setelah urusanmu selesai, bukankah perjanjiannya seperti itu?" Sindir Starla yang membuat Arlan tersenyum tipis padanya.

__ADS_1


Ya, Starla di izinkan pergi sendiri dengan banyak persyaratan dari Arlan, termasuk menemaninya sampai siang sebelum sorenya ia pergi menemui anaknya. Ya, hanya anaknya karna papanya anggap saja bonus yang sebenarnya tak terlalu di inginkan bagi Starla yang hanya ingin fokus pada Chia.


"Janji juga untuk ingat pulang, karna aku menunggumu."


"Mau apa?" tanya Starla.


"Makan denganmu, kamu tega membiarkanku makan sendiri, hem?" tanya Arlan yang lagi lagi memasang wajah serius seakan membuat Starla sulit sekali untuk berkutik.


Keduanya melempar senyum, masih sulit untuk wanita itu mempersilahkan Arlan untuk masuk, bukan hanya karna hatinya masih berantakan atau si penghuni lama belum keluar hanya saja Starla sudah sangat nyaman begini, bisa menceritakan banyak hal yang ia alami dan ia rasakan. Jika kehilangan orang yang di cintai saja sungguh sakit lalu bagaimana dengan yang nyaman.


"La---," panggil Arlan pelan sambil meraih tangan wanita yang beberapa tahun belakangan ini.


"Apa?"


.


.

__ADS_1


.


Aku jatuh cinta padamu, ku mohon jangan biarkan aku merasakan jatuhnya saja ya, tapi juga cintanya...


__ADS_2