
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Satu hari ini ArXy seolah hanya menjadi bodyguard untuk dua wanita yang asik bermain dan jalan jalan. Tak ada obrolan penting antara ia dan Starla cukup hanya tawar menawar dan tanya jawab biasa. ArXy memang sedikit kesal tapi ia biarkan sampai ada waktu untuknya bicara serius dengan Starla.
"Sudah malam, kita pulang ya, besok main lagi," ajak wanita itu pada putrinya
"Besok main main hotel Mama aja ya," pinta Chia.
"Gak mau main ke luar kaya gini?" tanya Starla lagi yang di jawab gelengan Chia.
Sejujurnya, hal seperti ini sudah sangat biasa bagi seorang KhayXyLa NauRahardian Wijaya, hidup sebagai Tuan putri di kalangan keluarga konglomerat tentu hari hari penuh kemewahan sudah pasti ia dapatkan, tapi untuk berdua dengan Mamanya meski hanya bermain boneka akan sulit lagi ia rasakan jika wanitu pergi, itulah yang mengganjal dalam hati Chia yang masih bingung untuk ia sampaikan.
ArXy yang sedari tadi diam hanya tersenyum getir, ia yang selama 4 tahun ini begitu dekat rasanya langsung peka dengan yang di inginkan putrinya.
.
.
Sampai di hotel, Chia kembali ingin masuk ke kamar mamanya dengan alasan ingin pipis lagi. Tapi perdebatan pun sedikit terjadi di mobil sebelum mereka turun dari kendaraan mewah tersebut.
"Gak! aku ikut." ArXy terus memaksa hingga Starla kesal sendiri.
__ADS_1
Starla meminta ArXy menunggu di Lobby hotel, biarkan cukup ia dan Chia saja yang ke kamar tapi pria itu tetap memaksa tak mau mengalah sedangkan anak mereka sudah ribut ingin cepat buang air kecil.
ArXy berjalan satu langkah di belakang Starla dengan yang menuntut Chia, sampai di kamar pun ia langsung kembali duduk di sofa sama seperti siang tadi sebelum mereka pergi.
"Chia, boleh nginep?"
"Boleh, tapi izin Papa dulu ya," jawab Starla sebelum mereka keluar dari dalam kamar mandi.
Chia yang menganggguk langsung menarik tangan mamanya untuk menghampiri ArXy.
ArXy menoleh sembari tersenyum kecil pada putrinya yang kini sudah duduk diatas pangkuan.
"Chia mau bobo sama Mama, boleh ya?"
"Besok juga sini lagi, nda usah pulang."
"Chia gak bawa baju loh buat bobo sama buat besok," kata ArXy memberi alasan, tentu ia ingin wanita itu yang tetap ikutikut bukan sebaliknya seperti ini.
"Gak apa apa, nanti pakai bajuku yang kecil, besok kamu bisa minta orang buat antar baju untuk Chia salin," ucap Starla memberi jalan tengah.
"Kenapa harus orang lain?" tanya ArXy yang menatap tajam kearah mantan istrinya.
__ADS_1
"Memang kamu gak kerja?"
"Itu bukan urusanmu!" cetus ArXy yang memang sedikit tersinggung dengan permintaan Starla barusan.
Starla hanya bisa membuang napas kasar, Chia kembali menarik tangan mamanya untuk mengganti baju, atasan piyama bergambar kucing ajaib pun kini sudah di pakai Chia sebelum ia tidur.
"Ayo, Mama. Chia mau bobo ih," ajak tuan putri Rahardian yang sudah naik keatas ranjang.
"Iya, nanti ya, Sayang." Starla yang masih membereskan isi kopernya langsung menyusul kearah dimana anaknya berada.
Lalu, dimana dengan ArXy?
Ia ternyata masih betah di sofa dengan ponsel di tangannya, ia yang kesal semakin kesal saat terus di jadikan bahan ledekan oleh ketiga sepupunya di Grup Chat yang hanya berisi ArXy, Skala, Heaven, Keanu dan Rain.
Chia yang sudah terlelap dengan mudahnya dalam pelukan sang Mama perlahan di lepas oleh Starla. Ia turun dari ranjang lalu menghampiri mantan suaminya.
.
.
.
__ADS_1
Kak ArXy gak pulang? aku ngantuk.