Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Minta bayi.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Cucu?!" seru ketiga wanita di depan Amih dan Starla, tak lupa juga mereka menoleh kearah Chia.


"Iya, Jeng Fatma dan Jeng Nina dulu ketemu Chia pas masih setahun, sekarang udah 4 tahun, cantik kan? cantik dong gak liat tuh mamanya glowing banget apalagi anak saya itu gantengnya tingkat paripurna, dia pas lagi bagi-bagi aura ketampanan baris paling depan, cuma pas bagi-bagi hati aja dia ada paling belakang jadi cuma dapet sisa," kata Amih yang membuat semuanya tak paham dan di anggap candaan biasa tapi bagi Starla itu adalah ungkapan kecewa ibu mertuanya karna memiliki anak berhati dingin dan cuek.


Jeng Fatma dan Jeng Nina pun tertawa, tapi tidak dengan Mami Arlan yang masih tak percaya. Ini adalah pertemuannya yang pertama dengan menantu Rahardian tersebut Amih pun sebenarnya tak kenal sama sekali tapi entah kenapa dua temannya itu malah mengajak wanita itu untuk makan malam bersama dengan mereka.


Starla yang sebenarnya cukup tak nyaman di tolong oleh Chia yang mengajaknya bermain di playground, ia pun bisa bernapas lega karna bisa meninggalkan empat ibu-ibu sosialita.


"Jeng Ara, anakku dulu bekerja di Rahardian group loh, jadi asisten pribadi Direktur Utama di sana, Tuan ArXy," kata Mami Arlan.


"Oh, iya kah? maaf saya gak tahu urusan itu," jawab Ara yang memang tak perduli.


"Hem, iya. Dan Starla adalah mantan istri anakmu kan?" pertanyaan wanita itu membuat ia menjadi pusat perhatian.


"Iya, tapi cukup jadi mantan istri anak saya saja, karna bagaimana pun ia tetap menantu saya yang masih di akui oleh keluarga besar Rahardian Wijaya karna ia ibu dari cucu saya." tegas Amih penuh penekanan.


Mami Arlan hanya tersenyum kecil, putranya itu tak pernah bercerita siapa mantan suami Starla jadi sangat wajar jika ia kaget saat ini. Niatnya untuk dekat dengan Amih pun mulai ia pikirkan lagi karna takut Starla mengadukan semua hinaan yang pernah terlontar dulu.


Obrolan pun beralih ke topik yang lain karna Jeng Fatma dan Jeng Nina tak berani bicara macam macam dengan Amih karna sekali saja salah berucap bisa saja usaha suami mereka yang jadi taruhannya.


Lebih dari satu jam, Amih pun pamit pulang lebih dulu. Ia menyusul menantu dan cucunya itu di playground. Amih duduk di sebelah Starla yang menunggu Chia bermain di rumah balon.


"Hidupmu pasti sekarang jauh lebih bahagia kan?" tanya Amih tiba-tiba yang membuat Starla menoleh dengan cepat.


"Apa ada yang lebih membuat seorang ibu bahagia dari pada melihat anaknya juga bahagia?"


"Kamu benar, begitu pun dengan Amih. Amih juga bahagia saat melihat ArXy dah XyRa bahagia, tapi sayangnya Amih terlambat merasakan itu semua, kedua anak Amih memiliki kisah rumah tangga yang rumit. Tapi Amih akan tetap berusaha membuat mereka bahagia entah itu ArXy maupun XyRa." ucap Amih lirih.


Starla mengernyit kan dahi karna sebenarnya ia begitu tak tahu pasti apa yang di alami oleh adik iparnya, yang ia tahu wanita itu memiliki anak sambung yang ia sayangi layaknya anak sendiri begitu pun dengan Amih dan Apih yang tak membedakan cucu mereka


#PromoNovelXyRa

__ADS_1


#SuamiPenggantiNonaMuda.


#Di?


#DimanaMaunya,hayo?


"Mereka sudah bahagia, Mih. Tak ada yang harus Amih khawatir kan," jawab Starla sambil mengusap punggung ibu mertuanya yang terlihat sedih.


"XyRa sudah, tapi kakaknya belum. Haruskah anak itu di ruqiyah dan buang sial?"


Dua wanita berbeda generasi itupun tertawa bersama, Amih memang yang paling ajaib diantara menantu Rahardian yang lain karna karakternya yang bisa berubah-ubah dalam satu waktu yang sama. Suasana akan selalu berwarna jika ada dia.


"Kak ArXy sudah bahagia, bukankah ini yang ia inginkan sejak dulu?"


"Iya, Amih sempat mengira ia tak normal karna kekeh tak mau menikah, tapi hadirnya Chia mematahkan tuduhan itu."


Starla tersenyum karna ia pun sempat mengira hal tersebut, mereka yang hanya satu kali berhubungan untungnya langsung diberi kepercayaan. Chia hadir dalam rahimnya meski hanya lewat napsu bukan cinta yang seperti Starla lakukan malam itu.


Kadang, Starla berharap bisa mengulangnya lagi karna bagaimana pun ia butuh sebuah sentuhan dan pelukan, tapi ArXy tak pernah menunjukkan rasa ketertarikannya lagi padanya hingga ia tak lagi berharap lebih. Di datangi syukur, tak pun tak apa-apa asal ia di beri rasa sabar untuk bisa menjaga marwah dan harga dirinya sebagai seorang istri dan itu ternyata bisa ia pertahanan hingga perceraian terjadi.


"Aku tahu, di sudah mengatakan itu," jawab Starla malu-malu.


"Dan?" tanya Amih penasaran.


"Masih merelakan apa yang sudah terjadi, karna aku sadar jika tak semua bisa di paksakan," jawab Starla.


Hatinya gamang, Ia cinta tapi trauma dengan sikap ArXy yang membuat ia takut untuk bicara meski sekarang mereka sudah bisa mengobrol banyak hal. Tapi ada rasa belum siap untuk mengulang yang sama lagi untuk saat ini


"Tak bisakah memberinya kesempatan?" mohon Amih lagi,


Starla tak bisa menjawab, kali ini justru menikah tak ada dalam list hidupnya, cukup bersama dengan Chia saja sudah membuat ia merasa cukup.


Bahagia tak perlu berpasangan, bahagia jika tak selalu harus berdua, itulah yang selama 4 tahun ini ia tanamkan dalam otaknya.

__ADS_1


.


.


Pulang kerumah, Amih dan Apih langsung pamit untuk menginap di hotel. Mereka di antar oleh ArXy tapi pria itu tak mengatakan akan ikut menginap juga disana karna Chia tetap di rumah bersama mamanya.


Didalam pelukan Starla, Chia langsung terlelap dalam hitungan menit. Sepertinya anak itu lelah padahal ia belum banyak bercerita tentang apa saja yang ia lakukan dengan ArXy selama ia bekerja.


Starla yang melamun malah teringat dengan ucapan ucapan yang di katakan Amih saat di playground tadi.


Kesempatan?


Kesempatan seperti apa yang harus Starla berikan pada ArXy yang kini justru menjadi luka sekaligus obat untuknya. Memang tak ada yang salah dengan pria itu, terlihat ArXy menunjukkan perhatiannya meski tak ada Chia di antara mereka. Tapi Starla masih tak percaya ia akan bisa hidup jauh lebih baik dengan pria yang pernah menikahinya itu 4 tahun yang lalu.


"Katanya, tak boleh masuk ke lubang yang sama dan itu artinya tak boleh mengulang kisah yang sama juga dengan orang dimasa lalu karna sudah paham akhirnya seperti apa, tapi siapa yang tahu skenario Tuhan? bukan kah untuk melihat indahnya pelangi harus ada hujan dan awan gelap dulu?" bathin Starla terus berpikir.


Ini pilihan sulit karna tak ada tempat untuk ia meminta saran atas apa yang kini mengganjal dalam hatinya.


"Nama belum bobo?" tanya Chia dengan suara khas bangun tidur.


"Hem, belum sayang?"


"Napa? Mama tungguin Papa juga ya?" tanya Chia lagi yang membuat Starla tak paham.


"Enggak, Mama gak nunggu Papa, Papa mungkin bobo di hotel sama Amih juga Apih," jawab Starla menenangkan.


"Tapi Chia mau nunggu Papa, Mah."


"Kenapa?" kini gantian Starla yang bertanya.


.


.

__ADS_1


Chia mahu bobo tiga'an, ada Mama Chia sama Papa. eh Empatan deh, ntal minta bayi boleh?


__ADS_2