Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Siapa??


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂.


"Kamu lebih memilih janda itu, iya?" sentak Mami saat Arkan pulang ke rumah dan langsung bicara lagi dengan mami nya.


"Starla punya nama, Mih. Berhenti panggil dia dengan sebutan itu. Itu hanya statusnya, dia baik dan yang paling baik dari semua wanita yang ku kenal," mohon Arlan yang kembali merendahkan nada bicara yang sempat meninggi.


"Benar kan, dia Janda? lalu salah Mami dimana? Suaminya saja membuang dia begitu saja, dan kamu malah memungutnya, Mami tak habis pikir dengan jalan Pikiranmu Arlan! Demi janda kamu sekarang bagai orang bodoh," cetus wanita itu lagi.


Melawan Mami sama saja melawan batu yang sulit di luluhkan, hanya karna rasa gengsi tak ingin ber menantukan seorang janda ia mengorbankan kebahagiaan putranya yang sudah sangat ingin meminang wanita pujaannya itu.


Mami tak mau reputasinya hancur jika Arlan yang kini seorang pengusaha muda memiliki istri dengan status janda cerai satu anak. Entah apa kata teman-temannya nanti jika tahu hal tersebut. Satu hal yang Mami inginkan adalah Arlan menikah dengan wanita yang sederajat, lulus Perguruan tinggi saja rasanya tak cukup jika tak tahu bibit bebet dan bobot latar keluarganya. Mami hanya mau keturunannya lahir dari wanita baik dari segala hal agar bisa ia banggakan pada teman-teman sosialita nya.


"Starla pun tak ingin jadi Janda, Mih. Ini semua takdir, Mami tolong paham hal itu," Kata Arlan berusaha membuatmu Mami nya melunak tapi hasilnya nihil.


"Dan kamu jangan ikut punya takdir buruk seperti nya, Arlan!"

__ADS_1


Sulit, ini sungguh sangat sulit bagi Arlan meminta restu mami nya yang semakin tak suka dengan Starla. Usahanya dua tahun akan tetap tak membuahkan hasil jika nada bicara wanita tetap ketus sebab masih memandang Starla sebelah mata. Ia tak mau mendengar alasan-alasan yang diberikan Arlan termasuk mengatakan jika sebenarnya Starla adalah janda muda kaya raya.


.


.


.


Dua hari berlalu, semua nampak normal seperti tak terjadi apapun. Starla sibuk dengan pekerjaannya yang menumpuk begitu pun dengan. Arlan. Mereka hanya membicarakan tentang urusan kantor dari pagi hingga sore menjelang pulang.


"Sudah selesai, La" tanya Arlan saat ia menghampiri Starla di meja sekertaris.


"Sudah, Pak. Tinggal saya bereskan," jawabnya masih dengan nada bicara se profesional mungkin.


Arlan hanya mengangguk lalu tersenyum sambil mengatakan jika ia menunggu di bawah, tak ada jawaban pasti dari Starla karna ia sibuk membereskan semua barangnya. Tapi Arlan yakin jika sekertarisnya itu akan pulang bersamanya.

__ADS_1


Starla yang sudah siap pulang melangkah kearah lift, disini semua Lift sama tak dibedakan sama sekali seperti di perusahaan Rahardian Group.


Didalam kotak besi itu Starla bergabung dengan yang lain, meski ini kantor baru tapi sebagian orang yang bekerja adalah para senior yang ahli di bidangnya masing-masing. Sebagai mantan asisten pribadi Direktur Utama Rahardian Group tentu tak sulit bagi Arlan menemukan orang-orang yang berkompeten dan mau memajukan usahanya sama-sama.


Triing...


Pintu lift terbuka, satu persatu orang yang ada didalam sana keluar termasuk Starla yang langsung menuju parkiran.


Mobil mewah Arlan yang berwarna putih itu kini perlahan tertangkap oleh pandangannya. Tapi tak hanya kendaraannya saja, karna ada yang di kenalnya juga yaitu Mami dan..


.


.


Siapa wanita itu??

__ADS_1



Yang mau mampir sok silahkan ya...


__ADS_2