
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kangen? siapa yang kangen?" tanya Starla bingung dan menyangka jika ia salah dengar.
"Hah? emang aku ngomong apa?" ArXy malah balik bertanya dibalik rasa paniknya, sebab ia sadar betul dengan apa yang ia ucapkannya barusan.
Beruntungnya ini hanya lewat panggilan telepon bukan video call apalagi berhadapan langsung, entah akan di letakkan dimana wajah malunya saat ini. Seumur hidup ArXy ini adalah hal pertama yang ia lakukan pada lawan jenis, karna mengungkap cinta dan rindu tak ada dalam kamus hatinya, dan tadi ia malah mengatakan hal tersebut pada sang mantan istri.
"Tadi Kak ArXy bilang kangen aku loh," jawab Starla dengan sangat yakin dan itu malah membuat ArXy pusing sendiri untuk mengelak.
"Astaga! telingamu bermasalah ternyata. Sekarang katakan, masih mau atau tidak menemui Chia, hah?" tanya ArXy mengalihkan obrolan.
"Kenapa pake nanya terus sih?! jelas aku akan menemuinya, Kak."
"Kapan?" tanya ArXy lagi penasaran.
"Awal bulan ini, akan ku kabari lagi harinya," jawab Starla, ia tak bisa menyebutkan waktu tepatnya karna tak tahu seperti apa ia dan Arlan nanti di luar kota.
__ADS_1
"Awas kalau kamu bohong!" ancam ArXy tak main-main.
Starla mengernyitkan dahinya, entah harus bagaimana lagi ia menghadapi ArXy yang kini marahnya terasa lain. Jika dulu ia mereka kuat seharian diam tanpa bicara kini justru sebaliknya, ArXy sering kali marah-marah tak jelas hingga mengancam ini dan itu. Sikapnya justru lebih ke kanakan dari Chia jika sedang merajuk.
ArXy yang mematikan panggilan telepon secara sepihak langsung memegang dadanya sendiri, jantungnya berdetak ribuan kali lipat dari biasanya, ada senyum terukir juga di sudut bibir pria tampan tersebut.
"Cari mati keceplosan bilang kangen segala," gumamnya pelan sambil tertawa kecil lalu masuk lagi kedalam kamar karna memang sedang berada di balkon, ia melakukan itu karna takut Chia bangun mengingat ini sudah hampir larut malam.
ArXy naik pelan pelan keatas ranjang, memeluk Chia yang sama rindunya dengan sosok wanita yang jauh disana. Ternyata satu bulan bukan perkara mudah untuk berpisah jarak seperti ini meski rutin mendengar suaranya minimal sehari tiga kali, tapi rindu itu tetap saja mengusai karna tak bisa melihat langsung.
"Persiapkan dirimu untuk bertemu Mama ya, semoga kali ini ia tak pergi lagi dan mau bersama kita," bisik ArXy yang kemudian mencium kening dan pipi Chia.
.
.
Melakukan panggilan telepon adalah satu-satunya cara melepaskan rindu antara ibu dan anak yang terpisah oleh jarak, setiap pagi sebelum sarapan Chia akan menghubungi mamanya saat ia sedang di urus oleh ArXy, itu adalah modus sang Duda agar bisa melihat juga wajah mantan istrinya karna jika untuk bergabung rasanya ia masih belum berani kecuali bicara melakukan panggilan biasa.
__ADS_1
"Ntal siang mama telepon lagi ya, pakai ponsel Amih, Chia tunggu loh," pinta anak itu sedikit memohon.
"Memang Amih ada di rumah?" tanya Starla, ia tahu jika ibu mertuanya itu masih sering keluar untuk mengurus beberapa kegiatan sosialnya.
"Ada, nanti ada Onty XyRa juga sini main-main," jawab Chia lagi yang masih setia menatap wajah mamanya yang cantik padahal baru bangun tidur.
"Wah, ramai dong di rumah, tapi Mama teleponnya habis makan siang ya."
"Iya, Mama," jawab Chia sambil menoleh kearah belakang tepat papanya kini berada.
.
.
Papa udah dong sisir nya, Kepala Chia pegel nih..
__ADS_1