
🍂🍂🍂🍂🍂
Sebagus bagusnya Rumah sakit bak hotel semua orang pasti ingin cepat pulang ketika di rasa tubuhnya sudah merasa pulih, itu juga yang di rasakan oleh Starla, 3 hari bagai 3 abad karna saking inginnya cepat pulang. Rindunya pada Chia dan ingin leluasa mengurus Chio membuatnya terus merengek pada sang suami.
"Dulu, Chia gak lama loh aku udah pulang," kata Starla setelah ia menidurkan putranya, ia sudah berjalan-jalan seperti biasa bahkan kini sedang menghampiri suaminya di sofa.
"Kamu pas lahiran Chia dimana?"
"Klinik," sahur Starla yang sudah ikut duduk.
"Bedalah, lagian kamu mau apa bandingin? kangen ya sama si Arlan?" sindir ArXy yang langsung kena pukulan.
"Otak mu, Pah!"
ArXy yang sedang meringis di tinggalkan lagi oleh Starla. Ia hanya memandangi punggung ibu dua anak itu yang kembali ke ranjang.
Starla meringkuk disana sambil menekan rasa rindunya pada Chia, selama di rumah sakit gadis kecil itu hanya sekali datang ia menginap di rumah utama agar tak merasa kesepian juga merengek ingin terus ke mamanya karena ArXy sedang ingin fokus pada Starla dan Chio selama di rumah sakit sebab jika sudah di rumah ceritanya akan lain lagi, perhatian harus benar-benar adil bahkan untuk beberapa waktu harus lebih ke Si sulung agar ia tak merasa tersisihkan.
__ADS_1
Dan beberapa waktu kemudian, ArXy pun di minta untuk ke ruang dokter. Jadilah kini hanya ada Starla dan Chio di dalam kamar dengan penjagaan ketat di depan pintu.
"Gantengnya Mama, kita pulang yuk, gigit papamu tuh kalau masih betah disini.Biar saja kita tinggal," ujar Starla yang masih gemas sendiri pada suaminya itu, dua kali habis melahirkan dua kali juga di buat geram meski dengan permasalahan berbeda.
.
.
.
Setelah banyak berdiskusi dengan dokter, Starla akhirnya di izinkan pulang. Jangan tanya bagaimana senangnya wanita itu karna saat sampai di rumah saja yang di cari adalah putri cantiknya. Seperti yang di inginkan nya, kini ia begitu nyaman berada di dalam kamarnya yang sudah beberapa hari di tinggalkan, kamar yang memiliki begitu banyak kenangan baik dan buruk, ia harap kejadian yang lalu tak akan pernah terulang yaitu pulang untuk bersiap pergi.
"Mamaaaaaaaa," teriakan Chia seperti biasa tentu membuat Starla menoleh dengan cepat begitu pun dengan Chio yang langsung melepas mulutnya dari wadah ASI alami yang sedang ia nikmati.
"Kakak Chio kagetin dede ya," ujar Starla pada putranya yang untungnya tak menangis.
"Mama, Chia kangen Mama, Mama lama-lama bobo rumah sakit sama dede bayi," keluhnya yang langsung menciumi seluruh wajah Starla seperti biasa.
__ADS_1
Starla yang terharu dan gemas tentu hanya bisa terkekeh, meski ada adiknya ternyata ia tetap menjadi prioritas bagi Si sulung saat datang.
"Dede bayi bobo?" tanya Chia.
"Enggak, Sayang. Dia udah mau main sama kakak tuh gak mau bobo lagi," jawab Starla yang akhirnye meletakkan Chio di kasur.
"Dedenya ganteng ya, berarti Chia tetep cantik kaya Mama? Dede Chio kaya Papa," ujarnya lagi yang hanya di balas anggukan oleh Starla.
Semua yang di inginkan Chia kini terpenuhi, mempunyai Mama, keluarga yang lengkap dan juga adik bayi, itu semua tak lepas dari doa emak-emak kesayangnya Sang Gajah.
.
.
.
.
__ADS_1
Welcome, AleXio Rahardian Wijaya..