Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
promo 2


__ADS_3

Hotel yang sejatinya untuk tempat singgah dan istrirahat memang di pergunakan sesuai fungsinya oleh Arjuna, ia tidur sambil mendengkur halus di dalam pelukan Hanna.


Ya, bukan lelah  badan yang di rasakan pria itu, ia hanya ingin mengistirahatkan sedikit pikiran dan otaknya dari ingatan tentang pembahasan tadi di rumah dengan kedua orang tuanya.


'Andai saja gadis itu bukan, Chia' bathin Arjuna dalam hatinya sendiri.


Belum ada jawaban dan Arjuna pun memang belum sempat memikirkan hal ini, hatinya masih berdoa dan berharap jika yang di lontarkan papanya hanya tawaran bukan keharusan. Karna buka ia dan Chia  yang nanti dipikirkan tapi juga Hanna.


Bukankah pantang bagi pria sejati untuk mengingkari janji??


Itulah yang mengganjal dalam hati Arjuna, sebab bukan hanya sebatas janji tapi ia memang benar benar berniat untuk menikahi Hanna.


Eeeeeeuugh....


Arjuna yang bergeliat dalam pelukan Hanna sontak membuat gadis itu kaget, ada yang lain dari sikap Arjuna yang membuat ia curiga, terlebih saat pria itu mengatakan jika hubungan mereka akan tak baik baik saja, entah masalah apa yang sedang di sembunyikan Arjuna, Hanna hanya berharap mereka bisa menyelesaikannya berdua dengan tenang. Cinta mereka bukan cinta anak  remaja yang putus nyambung atau main main, keduanya sudah dewasa untuk menghadapi segala ujian hati dengan kepala dingin.


"Kamu sudah bangun, Sayang?"  tanya Hanna.


"Kamu sendiri, kenapa tak tidur? bukankah aku ingin tidur berdua denganmu, bukan hanya sekedar di temani," tanya balik Arjuna yang malah mengeratkan pelukan di tubuh seseorang yang sudah dianggapnya rumah untuk pulang selama ini.


"Aku tak bisa tidur, Juna."


"Kenapa? jangan jangan kamu lapar, hem?"


Hanna mengangguk sambil tersenyum, ia akan gunakan alasan itu untuk mentupi rasa kacau dalam hatinya juga. Sebaik apapun dan se normal apapun sikap Arjuna, Hanna bisa merasakan jika ada yang sedang di pikrkan kekasihnya tersebut.


Arjuna langsung menyerahkan soal makanan pada Hanna, ia menyuruh gadis itu untuk memesan apapun yang ia ingin seperti biasa lewat ponsel miliknya, sedangkan ia akan ke kamar mandi lebih dulu untuk membersihkan wajah agar terasa segar saat makan nanti karna perutnya juga mulai terasa lapar.


Saat Arjuna ingin membersihkan diri, Hanna meraih benda pipih milik kekasihnya itu di atas nakas, meski terdapat PIN di layar nya, ia tentu tahu angka berapa saja yang harus ia  tekan, yang tak lain adalah tanggal lahirnya sendiri.


Ya, secinta itu memang juga Arjuna pada Hanna.


Terdapat beberapa pesan dan panggilan telepon, tapi Hanna melewatinya begitu saja, ia tak mau terlalu lancang meski Arjuna tak pernah masalah akan hal tersebut. semua barang pribadi pria itu selalu tergeletak asal saat bersamanya.


Dan, semakin Arjuna terbuka justru semakin Hanna percaya.


Namun, akan kah rasa percaya itu goyah saat ada satu pesan yang tak sengaja ia baca nama pengirimnya. Tak ada yang aneh, hanya ada 4 huruf disana  C H I A, tapi mendadak membuat hati Hanna gusar.


"Sudah, Sayang?" tanya Arjuna saat ia keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Hem, sudah, aku pesan satu menu yang sama untuk kita," jawab Hanna sambil menyerahkan ponsel di tangannya itu pada pemiliknya.


Tatapan kedua mata Hanna tak lepas dari Arjuna yang kini melangkah kearah sofa, ia hempaskan bokongnya disana sembari membalas satu persatu pesan yang belum terbaca itu yang beberapa dari mamanya yang menanyakan posisinya saat ini dan kapan yang tepat ia pulang.


"Kita gak jadi jalan jalan?" tanya Hanna yang ikut menyusul juga ke sofa.


"Besok aja ya," jawab Arjuna yang hanya menoleh sekilas lalu kembai fokus pada layar benda pipih miliknya tersebut.


"Maksud mu besok apa?"


"Iya besok, hari ini dan malam ini kita nginep disini, paginya setelah sarapan baru ke air terjun, lalu pulang. Tapi kalau kamu mau nginep lagi aku setuju kok, dengan sangat senang hati tanpa penolakan, janji!!" jawab Arjuna  yang kemudian tertawa.


Namun apa yang d rencanakan secara sepihak oleh Arjuna d balas cibiran oleh Hanna.


Ia pun bangun dari duduknnya lalu berjalan ke arah kamar mandi,di dalam ruangan itu ia menatap dirinya sendiri di depan cermin besar yang sedang memantulkan bentuk tubuhnya sendiri dari ujung kepala hingga kaki.


"Jika kamu mencari yang cantik dan berharta tentu memang bukan aku orangnya, tapi jika kamu ingin di cintai secara tulus, ku mohon pilih aku, Juma."


.


.


.


Sudah 9 pesan yang dikirim KhayXyLa NauRahardian Wijaya pada Arjuna putra Wardhana tapi tak satupun di balas padahal jelas sudah terbaca.


"Kak juna gak mungkin kerja, kan? atau aku tanya Kak Jani?" gumam Chia yang tak pernah lelah jika berurusan dengan cinta pertamanya itu.


Tapi semua urung di lakukan saat mendengar suara pintu kamarnya di ketuk, Chia


pun lanagsung mempersilahkan orang di balik benda bercat putih tersebut untuk masuk.


Ceklek


Senyum khas di tambah tatapan sendu ke ibuan langsung di rasakan oleh Chia saat sososk wanita yang teramar  sayangi itu masuk dengan langkah pelan,


ia duduk bersama putri nyad di rabjang saling berhadapan.


"Mau berangkat kapan?" tanya Mama Starla pada Chia.

__ADS_1


"Belum ada balasan dari Kak Juna, mungkin dia sibuk, Mah," jawab Chia yang tetap manis dan menggemaskan.


"Ini akhir pekan, sayang."


"Justru itu, mungkin Kak Juna sedang melakukan hal yang menyenangkan lainnya di luar urusan pekerjaan mumpung ini hari libur, bisa saja kan, mah?"  demi mengubur rasa curiga dirinya dan sang mama,b  chia mampu melakukan apapaun termasuk berikra positif.


"Hem, kamu benar-benar mau dengan perjodohan yang di minta pihak keluarga  Juna, kamu yakin mau, Nak?" tanya mama Starla, sebelum anaknya tentu ia dulu yang mereguk manis pahitnya sebuah pernikahan karna perjodohan.


"Yakin, Chia seneng banget malah, sahutnya sangat antusias.


"Tapi, ini keluarga nya loh yang menawarkan perjodohan, bukan Juna sendiri, apa kamu yakin dia juga punya rasa yang sama denganmu, Chia?" tanya Mama yang mulai khawatir pada anak gadisnya itu.


"Mama tenang aja ya, doakan yang terbaik untuk kami, bukankah aku juga sedang berusaha?"


"Tapi, Chia, ini masalah hati, Nak" ucap Mama Starla yang tak akan bosan mengingatkan sebelum kata sah terdengar usai  ijab qabul nanti.


"Sekeras apa pun hati, Chia yakin akan luluh jika terus d limpahi oleh cinta dan perhatian, Mama percyaa pada Chia ya, tak ada yang tak mungkin di dunia ini."


.


.


.


" Ya Tuhan, kenapa keras kepala mu mirip sekali dengan papa mu Si ManDud, sih?!"


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Sekali lagi, mohon maaf ya ini PROMMOO bab punya nya CHIA.. bukan pindahan atau apapun.. namanya promo pasti gak semua, hanya 1-5 bab habis itu. lanjut ke lapak CHIO


#Simpanan Istri Mafia..


Kapan teh?


tunggu aja notif up nya di lapak ini ya.


Teteh gak akan bikin lapak sendiri buat si bujang ManDud sama ManJa


jangan tanya alesannya.. Do'ain aja yang terbaik buat kami para PENULIS ya 😍

__ADS_1


__ADS_2