Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri
Aunty Peri.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Aunty pulang dulu ya, XyLa, Aunty titip cium untuk Chia, boleh ya, sayang."


Lagi dan lagi Starla mencium pucuk kepala Chia, tapi tak hanya sampai disitu karna kening dan kedua pipi gadis kecil itu tak luput dari bibir ranum Si janda muda kaya raya. Ada perasaan berat untuk pergi apalagi saat menatap lekat gadis kecil itu yang mendengkur halus. Tapi, Starla harus pulang ke hotel lalu ke kota X tempat tinggalnya kini bersama Arlan.


"Selamat tinggal XyLa. Sampai bertemu lagi yang entah itu kapan," ucap Starla, kalimat itu persis dengan ucapan perpisahan nya dengan sang buah hati 4 tahun lalu saat anak yang di lahirkannya itu baru berusia 43 hari di dunia.


Cek lek


Starla membuka dan menutup kamar tersebut dengan sangat pelan, ia takut Chia bangun dan merengek karna tidurnya terganggu.


Sampai di ruangan tempat tadi ia bertemu dengan Ibu Yayasan, Starla pun kembali mencari sosok tersebut. Tapi yang ia temukan justru salah satu Ibu asuh.


"Assalamu'alaikum, Bu."


"Eh, iya, Non. Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh," jawab seorang wanita paruh baya.


"Saya mau pamit dengan Ibu Hamidah, ada?" tanya Starla tentang keberadaan Ibu yayasan.


"Ada, silahkan duduk dulu, biar saya panggilkan."


Starla hanya mengangguk paham, ia duduk di salah satu sofa di ruangan tersebut, dan tak sampai lima menit wanita yang di tunggu Starla pun datang.


"Assalamu'alaikum, Bu, maaf saya mau pamit pulang," ucap Starla.


"Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, Nona, baiklah, saya ucapkan banyak banyak Terima kasih," sahut Bu Hamidah.


"Iya, Bu. Tapi, XyLa masih tidur di kamar, tolong sampai kan pamit saya kuda padanya ya," punya Starla yang masih tak rela meninggal kan gadis kecil itu.


"Iya, Non. Sebentar lagi juga papanya jemput," jawab Bu Hamidah.


Dahi Starla langsung sedikit mengernyit, kata harinya ternyata benar jika bocah yang tidur dalam pelukannya tadi bukan penghuni panti asuhan.


"Oh, gitu, Bu. Jadi XyLa tak tinggal disini?" tanya Starla penasaran.


"Iya, tadi dia kemari bersama neneknya, tapi karna ada urusan mendadak dan Nona XyLa pun tak mau ikut, jadilah ia di tinggal disini untuk bermain, dan itu sudah biasa mengingat keluarganya adalah donatur tetap selama dua tahun di panti asuhan Muara kasih ini," jelas Bu Hamidah.


Starla mengangguk paham lagi, meski rasanya sedikit ada yang mengganjal dalam hatinya mengingat Ibu Yayasan itu hanya mengatan XyLa dijemput papanya.


Kenapa bukan orang tuanya?

__ADS_1


"Ya sudah, saya pulang sekarang ya, Bu. Jika saya kembali, saya usahakan mampir lagi," ucap Starla yang sudah jatuh cinta dengan tempat ini karna sudah memberinya kenangan manis.


"Hati-hati di jalan, sekali lagi saat ucapkan banyak terimakasih."


Starla di antar oleh Bu Hamidah sampai ke depan pintu pagar, dan itu bertepatan dengan datangnya Arlan dengan sebuah mobil yang ia pakai selama di ibu kota.


"Maaf, aku tak bilang padamu," ucap Starla penuh rasa sesal.


"Jangan begini lagi, tahukah kamu bagaimana paniknya aku?"


Starla diam bergeming, ia mengaku salah untuk hal ini, ia bisa bayangkan Arlan pasti sangat khawatir saat tahu ia belum sampai di hotel sedangkan tak ada pesan yang dikirim Starla juga untuk pria itu.


"Aku tak akan mengulangnya lagi, aku janji."


"Kota ini tak lagi sama seperti 4 tahun lalu kamu tinggal kan, semua sudah berbeda," balas Arlan padahal hal sesungguhnya adalah ia takut Starla bertemu dengan berbagai masa lalunya termasuk Sang mantan suami.


*****


Clarissa yang sudah bersiap tinggal menunggu ArXy mengakhiri teleponnnya yang tak lain dari amih nya sendiri yang memastikan jika putranya itu jadi menjemput Chia di panti asuhan.


Wanita paruh baya itu tentu khawatir dengan cucu perempuannya yang ditinggal disana seorang diri.


"Sudah?" tanya Clarissa, ia tak lagi memakai pakaian Kantornya melainkan dress sebatas lutut karna habis dari panti asuhan itu mereka akan ke salah satu Mall lalu makan bersama juga, ini adalah rencana awal yang akan Clarissa lakukan demi mendapatkan hati Chia.


Pasangan tanpa ikatan tersebut keluar dari ruangan Direktur Utama menuju Lobby tempat dimana mobil mewah ArXy sudah di siapkan lebih dulu. Clarissa yang bergelayut manja di lengan ArXy sudah menjadi pemandangan tak aneh lagi bagi seluruh karyawan, tak salah juga sampai ada yang mengatakan jika Sang asisten pribadi adalah pelakor dari hancurnya rumah tangga bos mereka 4 tahun lalu, kedekatan mereka pun semakin santer terdengar setelah Arlan mengundurkan diri dan hilang begitu saja.


.


.


ArXy yang sebenarnya gelisah sedikit melamun saat mengendarai mobil mewahnya itu menuju panti asuhan, ia hanya iya iya saja saat Clarissa menceritakan banyak hal yang tentunya di luar pembahasan tentang pekerjaan.


Dan sampai di sana pun, ArXy langsung masuk tanpa menunggu Clarissa lebih dulu.


"Assalamu'alaikum," seru ArXy saat sudah berdiri di depan pintu utama Panti asuhan.


"Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, mari masuk, Tuan.".


" XyLa dimana?" tanya ArXy langsung.


"Nona XyLa ada di kamar Indah, belum bangun tidur, barusan saya cek kesana," jawab Bu Hamidah yang membuat ArXy aneh.

__ADS_1


"XyLa tidur?" tanyanya lagi memastikan jika yang di dengarnya itu tak salah.


"Iya, tadi ada--,"


Huaaaaaaaaaaaaaa....


Mendengar suara tangis yang di rasa itu Chia, ArXy pun segera berlari ke arah salah satu pintu yang memang tak jauh dari ruang tamu.


Cek lek


"Chia, Sayang." ArXy langsung menggendong anak itu, menenangkan putri semata wayangnya itu dalam pelukannya.


"Ini papa, Nak. Chia bangun bobo ya?"


KhayXyLa NauRahardian Wijaya itupun langsung mengangguk, tangisannya sedih seperti orang yang sedang kehilangan.


"Kita pulang ya," ajak ArXy yang tak dijawab oleh Chia karna gadis itu menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Sang papa.


ArXy pun langsung pamit pada Bu Hamidah setelah mengucapkan banyak Terima kasih karna sudah menjaga anaknya selama di panti asuhan.


Saat di dekat pintu mobil, ArXy menyerahkan Chia pada Clarissa untuk nanti di pangku wanita itu duduk di kursi depan.


"Nda, Tante aja duduk bakang sana," tolak Chia yang malah mengeratkan pelukan padan ArXy.


"Eh, gak sopan, Sayang. Masa Tantenya di belakang, Chia duduk sama-sama di depan ya," rayu ArXy lagi.


"Nda!"


ArXy langsung menoleh kearah Clarissa, jangan tanya bagaimana jengkelnya wanita itu karna kini hatinya sedang memaki kasar bocah yang akan menjadi anak tirinya tersebut.


"Tak apa, mungkin baru bangun tidur, biasalah anak-anak," ucap Clarissa yang mencoba untuk paham meski itu hanya kepura-puraan semata.


"Terimakasih ya."


Seperti biasa, Chia akan duduk di depan bersama ArXy sedangkan Clarissa di kursi belakang, dan ini pertama kalinya mereka pergi bertiga dengan rencana sebelumnya.


"Hem, kita ke Mall, mau?" tawar ArXy saat Chia sedikit tenang.


.


.

__ADS_1


Enggak, Chia mahu cali Onty Peli...


__ADS_2